10 manual espresso maker yang bikin pengen kalian koleksi semuanya! Sekalian cek harga termahal sampai termurah yuk!

Siapa yang doyan minum kopi, tapi kopinya espresso? Pasti jarang yah. Mungkin hanya 1 dari 50 pria yang akan datang ke coffee shop modern, kemudian memesan espresso doank, tanpa apa pun. Kalau saya, di saat kerjaan super gila atau mau shooting iklan dan butuh melek pagi-pagi, maka pilihan paling baik adalah double shot espresso. Dijamin kepahitan, lalu melek sepanjang hari. Cewek ada yang doyan juga espresso? Hebat! Pastilah kalian-kalian itu salah satu perempuan paling kuat di dunia. Heeeee!

Namun bukan soal perempuan kuat dan pria hebat yang akan saya bahas di sini, tetapi soal manual espresso maker yang bisa menghasilkan kopi espresso tanpa automatic machine espresso. Lalu, apa saja espresso maker manual yang layak kamu miliki untuk memenuhi janji-janji kopinya setiap hari?

Inilah 10 list manual espresso maker berikut harganya. Ya, siapa tahu harganya cocok dan kalian bisa beli, semuanyaaaa! Simak baik-baik yah.

  1. THE LITTLE GUY – ESPRESSO MAKER

Kalau baca sejarahnya THE LITTLE GUY ini cukup seru yah. Sebelum di-rebranding menjadi THE LITTLE GUY, brand terdahulu namanya Otto Espresso. Rupanya, design yang sekarang kita kenal THE LITTLE GUY ini, dulunya disebut Atomic Coffee Machine dan didesign oleh Giordano Robiatti, manusia berkewarganegaraan Italia. Yah, sudah bisa ditebak yah, perkebambangan dunia alat kopi di Italia sudah lebih jauh berkembang sejak jaman Alfonso Bialetti pada tahun 1933. Tahun itu, negara kita sedang ngapain yah? Ah, jangan tahun itu, tahun sekarang saja masih sibuk soal agama dan pemimpin agama dan agama pemimpian. Eaaaa! Oops! Di sini nggak akan bahas begituan. Cukup bahas kopi aja, agama semua pencinta kedamaian.

Nah, sementara, The Little Guy sendiri, atau sebelumnya disebut sebagai Atomic Coffee Maker, ya karena bentuknya serupa bom atom kali ya, ini sudah didesign oleh Giordano Robiatti di tahun 1947. Mungkin pada era itu, di Italia, merupakan era inovasi pembuatan alat penghasil kopi terbaik.

Kemudian, seiring dengan berkembangnya jaman, Atomic Coffee Maker ini diproduksi secara mass setelah melalui proses panjang. Konon, membutuhkan waktu sekitar 4 tahun untuk mengembangkan produk Giordano Robiatti ini secara massal. Dua orang yang berjasa mengembangkannya, yaitu Dr Allan Wallace, profesor di bidang Dinamika Termal dan seorang ahli mekanik, insinyur dan agen pabrik, Doug Marshall. Mereka berdua melibatkan designer ternama Australia, Tiller Design. Seserius itu ya, negeri-negeri di luar sana mengembangkan sebuah produk untuk menyeduh kopi. Ckckckck! Kita? Pilih pemimpin seagama! PKI! Calon penghuni neraka! Dkk! Eaaaa!

Entah kenapa sebabnya, Otto Espresso, pada tahun 2013 di-rebranding menjadi The Little Guy. Meskipun namanya diganti, namun orang-orang di dalamnya, perusahaannya dan kualitasnya tetap sama. Tidak ada yang berubah, kecuali nama. Begitu kata Craig Hiron, sang founder dan creator The Little Guy.

Karena saking kerennya design The Little Guy – Espresso Maker ini, maka beberapa penghargaan pun diraihnya. Mulai dari The Australian International Design Mark in 2008, the Chicago Athenaeum’s ‘Good Design’ in 2011, International Design Excellence Award finalist in 2009 dan German Design Council nomination for the German Design Awards in 2013.

Untuk sang barista, Scottie Callaghan, yang menggunakan The Little dalam ajang lomba pun telah memenangkan beberapa kompetisi World Latte Art Champion 2006, 
Australian Barista Champion 2007 & 2010
 dan peringkat ketiga World Barista Championships 2010.

Untuk bisa memiliki The Little Guy dengan sejarah panjangnya dan kualitas espresso yang dihasilkannya pun tidak pernah diragukan, kalian harus menggesek karti kredit sebesar 7.450.000 rupiah. Oooppsss!

little-guy

thelittleguy.com

  1. NOMAD ESPRESSO MAKER

Pilihan kedua untuk urusan ESPRESSO MAKER itu jatuh ke NOMAD. Espreso manual Maed In Taiwan yang didesign oleh USA ini memiliki kapasitas air sekitar 300cc. Bagi saya, secara design sih kurang menarik ya. Kurang kekinian dan lebih imutan THE LITTLE GUY.

Untuk harga, NOMAD ini menempati posisi kedua. Jatuh di harga 3.950.000. Dikit lagi 4 juta itu yaa. Nomad ini bisa dibeli di ecommerce atau marketplace. Bisa di lazada ada, di blibli juga ada.

  1. ROK PRESSO CLASSIC – MANUAL ESPRESSO MAKER

Manual Espresso Maker pertama jatuh ke ROK PRESSO. Kenapa? Karena di beberapa tempat ngopi, khususnya bagi mereka yang tidak ingin membeli mesin espresso segede gaban, alat ini jadi andalan barista untuk menciptakan espresso. Juga, salah satu manual espresso maker yang ada dalam list belanja saya berikutnya. Ca elahh!

Cara penggunaannya pun cukup simple dan ya dibutuhkan tenaga saja untuk menekan kedua tuas menggunakan tenaga tangan, sehingga espresso bisa keluar dengan sempurna. Untuk harga ROK PRESSO yang didesign di Inggris dan diproduksi di China ini, kalian cukup menggelontorkan recehan sebanyak 2.550.000. Sekalian olah raga tangan, bisa menghasilkan espresso mantap. Cek harga cicilan bisa di beberapa tempat, tokopedia, lazada dan blibli. Silakan dibeli.

  1. FLAIR PORTABLE ESPRESSO MAKER

Manual espresso maker posisi kedua ditempati oleh Flair Portable Espresso Maker. Manual espresso hasil design USA dan tetap ya produksinya di China ini mampus menghasilkan espresso sebanyak 50 ml. Cukup untuk membuat kopi susu yang kopinya terasa strong. Terlebih lagi kapasitas kopi giling bisa mencapai 24 gram. Minimal, bisa menyesuaikan keinginan espresso kalian ya.

Cara menggunakannya pun sangat gampang dan praktis, dan tentu saja butuh tenaga untuk menekannya menjadi espresso. Ya begitulah manual. Selalu membutuhkan energi dan waktu lebih banyak.

Karena di sini bukan membahas detail caranya, tetapi lebih ke top ten manual espresso dari yang termahal sampai yang mampu dibeli kita-kita berdompet miring, jadinya saya tidak akan membahas secara detail soal kekurangan dan kelebihan. Cukup membahas bagian permukaannya saja. Untuk lebih dalamnya, nanti saja saat unboxing ketika mampu membelinya satu per satu ya.

Nah, untuk memiliki si ramping Flair Portable Espresso ini, kalian cukup mengeluarkan recehan sebanyak 2.400.000. Harga yang layak untuk design super ringan dan modern plus imut macam Flair Portable Espresso. Siapa mau beli? Cobalah cek cek iseng di tokopedia, lazada dan blibli. Kalau nggak bisa langsung bayar, bisa diciciilll. Hahaha! Kita banget yah.

  1. KAMIRA – ESPRESSO MAKER

Kembali lagi, Italia, memiliki inovasi baru untuk membuat espreso manual, Kamira. Memiliki kapasitas 7 gram dan 12 gram kopi bubuk dengan kapasitas air 30 ml dan 60 ml. Bisa dibilang untuk single shot dan double shot. Karena hampir semua alat espreso manual ini menggunakan alat panas alias kompor, begitu pun juga dengan kamira, yang menggunakan teknologi panas kompor untuk menghasilkan tekanan air yang menembus ke kopi bubuk sehingga menjadikannya espreso mantap!

Jika menggunakan air dingin, waktu yang dibutuhkan untuk sampai espresonya mengalir itu sekitar 60-90 detik. Jika menggunakan air panas, waktu yang dibutuhkan itu 30-40 detik. Hal ini juga berlaku bagi alat Bialetti Mokapot. Akan memiliki perbedaan waktu brew jika menggunakan air panas dan air dingin.

Untuk memiliki Kamira, kalian cukup memberikan sumbangan ke penjual alat-alat kopi ini sebesar 1.950.000. Bisa dibeli di tokopedia, lazada dan blibli atau pun ecommerce khusus perlengkapan kopi.

  1. Bellman Stove Top

Sama halnya dengan Kamira, maka Bellman Stove Top pun menggunakan media kompor untuk membuatnya memilki tekanan dalam menghasilkan espreso. Bedanya, Bellman Stove Top ini dilengkapi dengan steamer untuk susu. Untuk harga yang lebih murah dari Kamira, Bellman ini cukup menguntungkan. Karena bisa membuat espreso sekaligus steam susu yang bisa kalian dijadiin cappuccino. Dengan kata lain, TWO IN ONE!

Harga untuk Bellman Stove Top ini cukup masuk akal sih, yaitu beredar di harga 1.790.000. Espresso maker ini juga bisa kalian beli di tokopedia atau lazada. Tinggal tentuin aja mau beli di mana dan cek yang sedang ada diskon di mana. Sekali klik! Beliiiii!

Oh, kalau kalian penasaran si Bellman Stove Top ini buatan mana, yang pasti bukan buatan Indonesia sih. Brand ini Made In Taiwan dengan kapasitas espreso bisa mencapai 3-9 cup. Cukuplah untuk menjamu teman yang main ke rumah.

  1. Handpresso Pump

Kalau kamu nggak suka espreso manual yang gede-gede dan butuh kompor, maka ada pilihan praktis. Tinggal isi kopi, isi air terus pompa pakai tangan. jadilah espreso di mana pun dan ke mana pun. Namanya Handpresso Pump. Manual espresso buatan China dan hasil design Perancis ini, mampu menampung air sebanyak 50 ml untuk menghasilkan espreso yang kalian idamkan.

Selain ringan dan simple, Handpresso Pump ini memiliki pilihan warna ceria. Harganya masih okehlah, sekitar 1.600.000. Di beberapa marketplace dan e-commerce, Handpresso Pump ini dijual sepaket dengan termos tahan panas lama dan cangkir atau gelas espreso. Cocok buat kalian yang ingin traveling mendadak dan membuat espreso di tengah perjalanan.

  1. CAFFLANO – KOMPRESSO ESPRESSO MAKER

Espresso maker yang baru ngeheits di Indonesia ini disebut Cafflano, buatan negeri drama, yaitu Korea Selatan. Memiliki 80 ml dengan kapasitas kopi maksimal 15 gram. Alat ini sistem. Alat ini proses kerjanya kurang lebih kaya Aeropress, yaitu ditekan sekuat tenaga untuk menghasilkan espresso atau ya, kalau saya sih, ROK PRESSO dalam wujud lebih modern dan lebih sederhana saja.

Untuk memiliki Cafflano ini, kalian butuh mengeluarkan uang sekitar 999.000. Nanggung ya harganya. Coba saja cek di sini jika penasaran ingin membelinya.

  1. PREXO ESPRESSO MAKER

Korea Selatan, selain menghasilkan banyak drama menyek-menyek, juga menghasil berbagai alat seduh kopi manual. Mulai dengan yang super grand dan glamour harga ratusan juta, sampai ke harga ratusan ribu. Salah satunya penghasil espreso manual dengan merk PREXO. Harganya cukup murah, yaitu sekitar 895.000. Murahlah untuk menghasilkan espreso berkualitas dengan kapasitas air 60 ml dengan maksimal kopi sekitar 14 gram. Banyak yang kecewa telah membelinya, entah karena salah mengoperasikan sehinggal hasilnya tidak maksimal atau memang hasilnya tidak sebagus manual espreso lainnya. Tetapi banyak juga yang puas dengan hasilnya. Apalagi PREXO ini ringan, simple dan gampang dioperasikan. Semacam menggiling kopi cara pengoperasiannya.

Apa pun komentar yang sudah membeli, ya kalau bahasa istilah bahasa Inggris mah ya, ONO RUPO ONO HORGO. Semacam jangan berharap bisa memancing ikan paus dengan ikan teri. Begitulah. Kepuasan hasil satu barang setidaknya harus sejajar dengan harga yang dikeluarkan. Kalau mau kualitas manual espreso terbaik, mungkin THE LITTLE GUY atau NOMAD atau KAMIRA. Kecuali untuk bersenang-senang dalam perjalanan, maka mungkin PREXO lah yang cocok untuk kalian dan kita semua.

10. STARESSO ESPRESSO MAKER

Posisi ke sepuluh dalam hal membuat espresso secara manual ini jatuhlah ke brand Staresso. Kalau ini, posisioningnya cukup jelas. Konon, diperuntukan untuk beginner atau mahasiswa. Selain itu, juga diperuntukan untuk mereka yang ingin lebih terlihat fashionable dalam perkopian dan traveling. Kenapa fashionabel, karena memang secara design lebih keren dibandingkan dengan handpresso atau pun prexo.

Buatan mana ayooo…? Atau brand mana ya…? Ada yang bisa menebak?

Ya buatan China lah. Keren ya. Memang China, untuk beberapa produknya, tidak diragukan lagi. Apalagi kalau sudah menyangkut produk premium. Sudah pasti okehlah. Nah, berapa harga STARESSO ini? 725.000 saja. Kalau melihat fungsinya, sama dengan espreso manual lainnya, namun bicara design, buat kalian yang doyannya unjuk fashion, maka STARESSO ini sangat cocoklah.

Nah, itulah 10 MANUAL ESPRESSO yang akan menghantui dompet kalian semua. Putuskan setiap bulan beli satu untuk memenuhi koleksi dapur kopi. Jangan sampai dapur perkopian kalian hampa tanpa manual espresso.

Kalau ditanya, saya mau yang mana? Jawabanya, MAU SEMUAAAA!

“sonofmountmalang”

 

Advertisements

Pengalaman Melihat Penampakan Sebuah Kerajaan Halimun dengan Keraton Perak di Tebing Keraton Bandung

20171003_054926

Spot Tebing Keraton. Dikasih pagar jadi nggak menarik ya, tapi ga dikasih pagar juga banyak orang bisa mati kepeleset, meski begitu ya banyak juga yang m

Di pagi-pagi buta sekali, ketika itu, di Kota Kembang, saya berangkat dari Fave Hotel Ciampelas menuju ke arah Tebing Keraton di Ciburial. Sepanjang perjalanan, saya ngobrol dengan sopir orang Bandung, Kang Ibing namanya, biasa dipanggil temannya Bibing. Kang Bibing sempat bertanya tujuan saya dan teman-teman pergi ke daerah Ciburial untuk apa. Saya bilang dong, buat keperluan stock tayangan Diplomat Success Challenge 2017 di TV ONE. Tanpa ditanya apa-apa lagi, Kang Bibing cerita soal kemistisan Tebing Keraton. Oh ya? Mistis? Mistis kenapa? Teman-teman saya mulai penasaran. Maklum, teman-teman saya ini lebih percaya tahayul ketimbang percaya cerita berlogika. Tapi nggak apa-apa lah, pengen denger juga gimana cerita mistis Tebing Keraton.

Menurut Kang Bibing, sebelum namanya menjadi Tebing Keraton, penduduk sekitar, dulu, lebih mengenalnya sebagai Cadas Jontor atau Pasir Jontor. Mungkin maksudnya Jontor itu semacam benjolan atau tonjolan yang menjorok ke jurang. Seiring berjalannya waktu kekinian, terjadilah hal-hal gaib yang menimpa warga setempat yang sedang berada di lokasi. Kejadian apa? Kesurupan karena melihat hamparan keraton dari atas Pasir Tonjor. Ah elah! Halu kali tuh warga abis nelen Magic Mushroom, gerutu saya dalam hati. Eh, teman-teman saya makin penasaran dengan cerita gaib, jadilah mereka banyak nanya ke Kang Bibing. Dengan senang hati pun Kang Ibing bercerita banyak.

Kang Bibing, sambil melajukan kendaraannya di kegelapan dinginnya kota Bandung, terus bercerita soal kegaiban Tebing Keraton. Katanya, tidak hanya satu dua orang yang melihat keraton dari Pasir Tonjor. Sudah beberapa warga melihatnya tanpa sengaja, dan setelah melihatnya, warga tersebut pun mendadak kesurupan. Kesurupan penunggu Tebing Keraton. Saya manggut-manggut kesel. Karena saya tidak suka cerita tahayul ngawadul. Kemudian, Kang Bibing bercerita lagi, katanya, dulu, ada warga setempat bermimpi didatangi penunggu Tebing Keraton. Penunggu ini meminta warga menyerahkan setandan buah kawung alias buah caruluk alias buah pohon aren. Warga setempat mengartikan mimpi tersebut sebagai permintaan tumbal atas nyawa manusia sebanyak tandan buah kawung. Suka-suka aja mengartikan mimpi yah.

Selain meminta warga menyerahkan setanda buah kawung, penunggu Pasir Jontor juga meminta warga mengganti nama tempat tersebut. Nama itu harus diganti sesuai dengan kemistisan yang selama ini dilihat beberapa orang yang datang dan warga setempat. Namanya harus menjadi Tebing Keraton. Bisa ajeee yeee penunggu punya ide.

Teman saya, yang sangat penasaran dengan kegaiban Tebing Keraton, bertanya dong ke Kang Bibing.

“Kita bisa melihat keraton?”

“Oh, nggak semua orang bisa melihat. Hanya orang-orang pilihan.”

“Yah, nggak seru donk,” balas saya nyinyir.

“Tapi, ada satu caranya, supaya bisa melihat keraton.”

“Gimana caranya?” Semua serentak bertanya.

Kang Bibing melanjutkannya. Katanya, pertama-tama, sebelum memasuki pintu gerbang, kita harus mengusap wajah kita sebanyak tujuh kali. Lalu memungut dua bunga puspa. Bunga puspa tersebut harus diusapkan ke kelopak mata sebanyak tujuh kali sambil meminta izin dalam hati untuk bisa melihat keraton ke penghuni Tebing Keraton. Biasanya, kalau sudah mengikuti petunjuk itu, hampir semua yang melakukannya, pasti melihat kerajaan di bawah Pasir Tonjor. Namun, semua itu harus dilakukan sendirian, tidak boleh berbarengan dan dilakukan sebelum matahari terbit serta ayam berkokok. Itu artinya harus dilakukan sekitar jam empat atau setengah lima. Ya, paslah. Toh, jalan dari hotel setengah empat.

Cerita Kang Bibing berhenti di lokasi parkiran Hutan Juanda. Katanya, mobil tidak bisa dan tidak boleh naik sampai ke lokasi dekat pintu gerbang Tebing Keraton. Dari parkiran semua pengunjung wajib memakai jasa ojek PP sebesar 40.000/orang. Lumayan yah, padahal biaya masuk ke Tebing Keraton tidak semahal itu pun per orang. Itu sih namanya memaksakan dalam kesempatan. Ya, nggak apa-apahlah. Namanya juga cari uang. Sah-sah saja bagi warga sekitar dan kecuali mau jalan kaki, silakan saja.

Saya dan teman-teman tiba di pintu gerbang itu sekitar setengah lima. Jalanan masih gelap dan sepi. Penduduk sekitar masih tidur di dinginnya Desa Ciburial dan warung penjaja makanan ringan pun ditinggal tiduran sang pemilik. Teman-teman saya, yang percaya tahayul habis-habisan ini rupanya tidak berani berjalan sendirian ke pintu gerbang yang masih tutup. Penjaganya masih harus dipanggil petugas. Ketika saya tanya, kalian beneran mau melihat keraton? Mereka geleng kepala sambil bilang, “Loe aja kalau mau!”

20171003_050708

Warung di subuh buta.

Ya, sudah kalau begitu. Saya melakukan ritual seperti Kang Bibing instruksikan. Sendirian di pintu gerbang sesaat setelah mendapatkan bunga puspa yang berguguran di tepi jalan. Tiba-tiba, beberapa detik setelah melakukan ritual dan membuka mata, saya melihat sesosok hitam besar tinggi di hutan dekat gerbang. Sesosok itu menatap saya dengan tajam di gelapnya hutan dengan pohon-pohon puspa tinggi. Sesosok itu melambaikan tangan sambil bicara pelan, namun suaranya terdengar berbisik di telinga saya, “Ayo, datanglah melihat kerajaan halimun.”

Saya melihat balik badan ke teman-teman yang sedang duduk di warung sambil merokok. Saya teriak, “Oiii! Di sini ada orang nih, badannya gede tinggi hitam dan nyuruh kita masuk!”

Mereka kesel,”Apaan sih lo! Nakut-nakutin aja!”

Saya bilang, “Seriusan iniiii!” ketika balik badan, sesosok itu sudah hilang.

“Auk ah!” mereka beneran ketakutan. Lhaa, katanya mau melihat keraton.

“Tunggu gerbangnya dibuka penjaga aja sama agak terangan dikit!” teriak mereka dari warung. Jarak saya dari gerbang ke warung itu hanya berjarak sekitar 20 meteran. Dan jarak pandang saya dari gerbang ke gelapnya hutan di Pasir Jontor itu ya 10 meteran.

Saya dan beberapa teman saya akhirnya menunggu penjaga gerbang Tebing Keraton itu sekitar setengah jam. Artinya, ya sekitar jam lima lebih, saya baru bisa masuk ke areal Tebing Keraton. Teman saya pun tidak berani langsung menuju ujung Tebing Keraton. Sementara saya, karena ingin melihat kerajaan dengan keratonnya, langsung menuju ke ujung tebing.

Percaya tidak percaya, di remang-remang subuh jelang pagi buta, saya melihat hamparan keraton sebuah kerajaan megah yang disebut sebagai Kerajaan Halimun. Semua serba keperakan. Ini mungkin keraton yang dibangun dengan perak dan kental sekali atap bangunannya dengan warna hijau. Lampu-lampu di beberapa sudut ujung keraton kerlap-kerlip menyala. Lalu lalang orang-orang menunggani kuda. Rupanya itu penjaga Kerajaan Halimun. Di salah satu bangunan paling megah, terparkir kereta kencana yang semua meterialnya terbuat dari silver berkilau. Mereka nampak memiliki kehidupan sendiri. Seperti berada di dunia kita, namun mereka masih dalam bentuk kerajaan. Seluas mata memandang.

Ckckckc! Saya berdecak. Baru kali ini melihat sebuah kerajaan megah. Pantas saja disebut Tebing Keraton dan penunggunya sangat ngebet banget ingin nama Pasir Jontor diganti namanya dengan Tebing Keraton, karena memang dari ketinggian tebing ini, saya bisa menyaksikan sebuah keraton megah. Merinding sekaligus takjub. Tak disangka, dalam hidup bolak-balik ke Kota Bandung, yang memang secara sejarah merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Pasundan, baru kali ini bisa melihat kerajaan lengkap dengan keratonnya.

Namun, ketika sedang menikmati hamparan indahnya Kerajaan Halimun, tiba-tiba terdengar suara dari belakang, “YUK FOTO BARENGG DONG!”

Sekejap saya melihat ke belakang, rombongan alay sudah tiba dan mereka mulai foto-foto sambil membuka baju, dan ketika saya membalikkan badan ke arah jurang, hamparan keraton masih ada. Cahaya siang pun rupanya sudah datang. Semburat fajar perlahan menyalak di balik gunung. Hamparan di jurang pun nampak tetap megah. Kerajaan Halimun masih tampak semakin jelas dibantu cahaya pagi. Namun, seiring berjalannya matahari pagi, Kerajaan Halimun akan perlahan menghilang. Karena memang mereka hanya akan menampakkannya pada pagi buta sampai matahari pagi saja. Esoknya akan kembali menampakkan diri lagi.

20171003_052153

Panorama Kerajaan Halimun dari Pasir Jontor.

 

20171003_061057

Pengunjung sedang menikmati Kerajaan Halimun. Sebagian sibuk ngedit untuk postingan di media sosial, dan sebagain sibuk foto-foto.

20171003_061104

Lihat kan, ini yang disebut Kerajaan Halimun dan Tebing Keraton merupakan menara pandang sang Kerajaan Halimun. Ehhh!

20171003_054247

Di bawah ini mengalir sungai dan terdapar air terjun kalau kalian menyusuri jalan setapak dari Hutan Juanda.

20171003_054304

Inilah Batu Jontor. Bahaya memang berdiri di sini, tetapi begitulah tantangannya dan di sini spot paling keren buat selfie. Weeee. Di bawahnya terdapat pertanian dan balong kayanya. Mungkin itu pertanian milik Kerajaan Halimun.

20171003_054339

Terpikir juga akhirnya membeli tanah di hutan pinus, tepat di sisi sungai. Bikin rumah langsung menghadap sungai. Isi salmon yang banyak dan bisa sarapan pagi salmon langsung mancing dari sungai. Kaya beruang gitu lah.

20171003_051914

Terbit matahari di timur ini akan segera menguapkan Kerajaan Halimun di bawah Pasir Jontor atau Tebing Keraton.

20171003_051933

Enter a caption

20171003_052834

20171003_052847

Nah, ini penampakannya.

20171003_052939

Rumah penduduk sebagian ditutupi halimun.

20171003_053523

Kan lihat kan Kerajaan Halimun begitu jelas di sini.

20171003_053636

Cahaya datang, kerjaan hilang.

20171003_055818

Bikin ayunanlah di sini.

20171003_055650

Bunga liar, namun tak seliar Bunga.

20171003_054353

Semua hanya sesaat.

20171003_052449

Nyembah alam semesta.

20171003_060209

Bercahayalah.

20171003_053244

Imut kaannnn?

20171003_054541

Ngopi sasetan.

 

20171003_052557

Semakin siang Kerajaan Halimun semakin hilang.

Gimana? Kalian percaya kan dengan cerita kemistisan Pasir Tonjor atau disebut juga Tebing Keraton yang disebarkan dari mulut ke mulut dan bikin orang penasaran? Atau, kalian percaya kan dengan penglihatan saya di Pasir Tonjor?

 

Kalian harus percaya, di Pasir Jontor atau Tebing Keraton, memang ada penampakan Kerajaan Halimun. Alias Kerajaan Kabut. Karena di hutan pinus itu, setiap pagi akan diselimuti kawanan kabut, hingga nampak hanya pucuk-pucuk pohon pinus yang terlihat. Soal kerajaan sesungguhnya, itu hanya karangan manusia, yang kebenarannya tidak pernah ada bukti visual dan terekam oleh alat apa pun.

Jika ditelaah secara logika, spot ini memang spot lumayan untuk selfie. Meski bukan spot terbaik di Bandung pun, menurut saya. Saya lebih suka Dago Pakar dan Dago Atas atau Bukit Moko jika bicara spot di Bandung untuk melihat pemandangan keren. Karena spot ini lumayan oke untuk selfie sementara, haruslah diciptakan kisah, supaya orang penasaran dan supaya orang tertarik. Begitu kan mekanisme untuk menarik minat wisatawan lokal. Harus dikasih bumbu mistis, gaib dan sedikit dikasih “penghuni” supaya orang-orang yang sukanya sembarangan berperilaku, sedikit bisa ngerem dan lingkungan di Pasir Tonjor pun bisa terjaga dengan baik. Ah, tidak juga. Alay-alay itu buang sampah bekas botol air mineral ya seenak udelnya aja. Memanjat pagar pengaman dan berdiri di Batu Jontor, yang sewaktu-waktu bisa menggelinding, ya dilakuin juga. Jadi, cerita mistis di Tebing Keraton rupanya tidak terlalu berpengaruh banyak terhadap perilaku pengunjung.

Buat kalian yang memang penasaran dengan Tebing Keraton, demi juga menghidupkan spot-spot wisata di negeri ini, datanglah dan sekedar pamer diri di Instagram atau pun sosial media. Kan memang begitulah generasi milenial. Datang, cari spot bagus, cekrek, edit dan sebarkan. Weeee!

Hepi wiken dan gunakan akal sehat, jangan seperti kasus tabrak tiang listrik yaaa akalnya! Ehhh!

20171003_060011

Jendela rumah kita kelak beginilah. Amiiinnnn!

“sonofmountmalang”

Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups Bikin Ngopimu Terasa Ceria!

Selamat datang di keluarga baru perkopian di mini café rumah saya. Dialah si imut Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups. Supaya ngopi terasa lebih manis dan cantik dengan warna-warna cerah, Bialetti Rainbow layak dikoleksi berbagi warna. Mulai kuning sampai merah. Bikin dapur kopi kalian semua nampak meriah. Kalau saya, tujuan membeli ini, sebenarnya, untuk mendukung produksi MANUAL BREW @keukopian sih. Supaya bisa menghasilkan rasa kopi manual dengan varian hasil brew berragam. Bosen kan sih kopi rasanya begitu-begitu saja. Rasa yang konsisten itu sangat membosankan ya. Menurut saya lho…!

Kenapa saya membeli yang enam cup? Karena, kebetulan saja, saya sudah punya satu cup, dua cup, tiga cup, 4 cup, dan 12 cup. Nah, yang manual brew bialetti yang 6 cup belum punya. Maunya sih semua cup dan semua jenis bialetti saya punya untuk koleksi. Tetapi, kalian tahu kan, bialetti mokapot itu harganya cukup bikin dompet lumanyun!

Berapa harga untuk memiliki Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups? Sampai-sampai bikin dompet manyun? Ya….! Tidak begitu murah, tidak begitu mahal. Dijual dengan harga 460.000 rupiah. Kalau buat saya sih lumayan ya harganya, meskipun tidak rugi membelinya. Selain imut dan bikin hidup keukopian lebih ceria, bahagia dan berbunga-bunga, juga bisa bikin kopi lebih banyak dan dipakai berkali-kali setiap hari.

20171020_15055520171020_15061120171020_15063220171020_15064320171020_15091220171020_152300

Berapa ML air yang dibutuhkan untuk membuat kopi di Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups? Kalau saya, setelah dicoba-coba, 300ML air itu sudah paling maksimal dan kopinya kalau mengikuti standar dunia perkopian internasional, ya 1:15 kan? 1 gram kopi, 15 ML air. Jadi, kalau pakai hitung-hitungan internasional, 300ML air itu membutuhkan sekitar 20 gram kopi. Kalau dipecah lagi, biasanya, di tempat-tempat ngopi kekinian buat kaum millennials, itu 12 gram kopi diseduh dengan air sekitar 150 ML. Basicinya, dibutuhkan 24 gram kopi untuk 300 ML air dengan Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups. Ketentuan itu diatur oleh dunia perkopian. Well, buat saya, tidak ada aturan baku untuk menyeduh kopi. Semua punya refrensi selera kopinya masing-masing. So, lupakanlah aturan baku itu dan mulailah membuat kopi yang sesuai dengan selera lidah dan perasaan kalian.

20171020_15131020171020_15131820171020_15133120171020_15170920171020_15174120171020_151752

Kalau saya? Berapa gram kopi jika menggunakan air 300 ML di Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups? Ini sih juga tergantung saya maunya gimana. Kalau mau kopi kelam, hitam dan getir, saya naikkan jumlah gram kopinya. Kalau mau ngopi ringan dan santai, turunkan kopinya. Begitu saja, hidup sederhana kalau semua bisa difleksibelkan. Iya, kan?

20171020_15255820171020_15260920171020_15273120171020_153857

Gimana? Tertarikk kaann…!

Selain warna Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups, ada juga warna lain dengan ragam cup berbeda. Ada 6, 3 dan 1 cup. Terserah kamu maunya cup dan warna apa.

Sambil mikir panjang, kita ngopi dulu yuk dan cek-cek warna kesukaan dan harga.

Bialetti Rainbow Espresso Maker (6 cup) –  Rp 460.000

Bialetti Rainbow Espresso Maker (3 cup) – Rp 400.000

Bialetti Rainbow Espresso Maker (1 cup) – Rp 340.000

Semua ini bisa kalian beli di marketplace dan e-commerce, tinggal KLIK lazada, tokopedia dan blibli. Trus bayar, beres kaann.

“sonofmountmalang”

Surat Cinta untuk Virgillyan Ranting Areythuza (7)

Hai, Ran…! Lama aku tak menulis surat cinta untukmu. Oh, ya, berapa tahun sekarang ya umurmu? Hmmmm…! Tiga tahun lebih kaannn? Duh, Ran…! Nggak berasa banget. Sudah tiga tahun lebih. Itu kalau pacaran sih sudah mulai berantem, cemburu dan diam-diam pergi sama yang lain. Eh, itu kalau pacaran. Kita kan sahabat yah. Bersahabat tiga tahun lebih, kita sudah ke mana saja ya? Ke Bali sekali saat usiamu dua tahun. Belum bisa ngomong. Traveling setengah Bali. Road trip ke tengah hutan tidak jauh dari Jakarta dan road trip ke pantai di Ujung Kulon dan kita menonton bintang-bintang malam. Kemudian kemping berkali-kali ya. Itu sudah membuatku bahagia. Gimana denganmu, Ran? Senang, ‘kan?

Terkadang ya, Ran, aku merasa terlalu posesif terhadapmu. Beyond posesif. Cintaku melebih batasan apa pun. Padamu, tidak pernah ada celah untuk marah. Eh, ingat kan ya, sekarang kamu sudah bisa menyuruhku membuatkan kopi di akhir pekan. Ya ya ya! You’are my big boss, boss! Demi kamu, aku buatkaann. Meskipun terkadang suka khawatir, apa iya anak seumur kamu sudah bisa menikmati kopi susu. Apalagi kalau kebanyakan susu, kamu bilangnya, “Laka, ini bukan kopi, tapi susu.” Ah! Kamu memang benar, kadang akhirnya aku tambahin kan kopi lagi dan kamu pasti bilang, “Ini balu kopi.” Sambil menyeruput dan membuatku berbunga-bunga bahagia sampai ke surga ketika kamu berujar lugu, “Mmmm…! Kopi Laka enaaakk cekali…!”

Kamu tahu, ‘kan Ran rasanya seperti apa? Rasanya melayang, mendapat pujian darimu. Ya, sama rasa melayangnya pas bisa akhirnya bertemu dengan pacar setelah seminggu tak ketemu, ketika aku masih anak baru gede banget sih. Wisss!

Eh, iya Ran, ini surat cintaku yang ketuju lho di usiamu yang ketiga tahun lebih. Harusnya aku menulis surat cinta ini setiap bulan. Namun terkadang, aku lupa begitu saja. Bukan karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, kadang aku suka lupa, aku terlalu asik menikmati persahabatan kita. Meskipun kamu belakang sudah bisa ngambek. Misuh-misuh sendiri di pojokan kamar dengan wajah cemberut, mata kecewa dan bibir manyun-manyun sambil mengeluarkan bahasa semut, nyam nyam menyum menyam, yang aku tidak mengerti.

Tapi tenang, aku senang kok kalau kamu marah. Itu tandanya kamu punya emosi. Hahaha! Iya, kan, lebih baik marah itu dikeluarkan daripada dipendam. Cuma buatku sih lucu. Makanya kan aku suka biarin kamu marah dulu di pojokan kamar. Terus aku masuk, tetapi kamu mencoba menghindar. Ahahahha! Persis kaya pacarku dulu kalau marah. Nggak mau dipeluk, nggak mau dicium dan cenderung menghindar. Tetapi, kamu butuh dipeluk sih Ran dan kita harus bertatap mata. Aku selalu bilang kan, “Hei, Ran…! Nggak apa-apa marah sama aku. Aku nggak marah kok. Cuma, boleh tahu nggak marahnya kenapa?”

Kamu masih misuh-misuh nggak jelas kan ya. Aku suka tegaskan, “Ran, ngomong aja, aku nggak apa-apa kok, kenapa sih marahnya?”

Akhirnya, kamu pun cerita kan. Salah satunya….! Hmmmm…! Apa yah. Aku lupa. Ohh ya ya. Waktu kamu bilang mau beli mobil lagi terus aku bilang, kan udah punya. Lagian sih Ran, kerjaannya beli mobiiiiilllll terus. Mau beli mobil apa waktu kamu marah itu? Garbage truck? Garbage truck rakcaca? Halah! Alesannya apa ya? Kenapa harus beli garbage truck sebesar itu? Sederhana sekali, “Kalna aku belum punya galbage tluk yang becaalll cekali…!”

Baiklah. Aku beliin ya. Semoga kamu senang. Ehh, kamu senang belinya doank ternyata yaaaaa. Hahahah! Mainnya hanya berapa hari, setelah itu balik lagi ke mobil kecil dan kamu inget bisikin aku apa lagi setelah sehari membel garbage truck? Nih aku kasih tahu bisikin kamu ke aku itu apa, “Laka, cini aku bicikin cecuatu. Aku mau beli tluk pengangkut diggel…” Eaaaaa!

Kalau itu, aku pikir-pikir dulu deh Ran. Kamu fokuskan dulu dan mikir berat, apa benar mau banget truck pengangkut digger itu. Kalau cuma lapar mata, nggak usahlah.

Ngomong-ngomong, kamu udah sekolah lho. Semenjak sekolah juga kan kamu mulai sibuk. Pagi-pagi mandi, sarapan dan langsung buru-buru ke sekolah. Kadang aku kasihan sih Ran. Soalnya, dulu, aku, di umur sekamu, boro-boro sekolah, palingan masih meringkuk di ranjang atau duduk di depan perapian sambil disuapin singkong berbalut mentega dan garam. Minumnya teh tawar atau numpang minum kopi punya nenek. Kaaannn! Aku sudah ngopi juga dari keciiill. Hahaha!

Nah, karena kamu sudah sekolah, yang semestinya juga nggak perlu sekolah, bikin mood pagi kamu suka berantakaannn. Kalau buatku sih, nggak penting juga kamu mau sekolah atau nggak, kalau memang sedang malas, ya udah sih Ran, bilang malas atau kalau masih ngantuk, jangan dipaksa ya. Tenang kok, dulu, sekolah, bukan hal penting buatku juga. Lhaa kerjaan aku main di sawah, hutan, sungai dan kebun. Ya kaan? Kamu pasti ingetlah DONGENG SEBELUM TIDUR yang menceritakan masa kecilku di kaki Gunung Malang. Sekolah itu menyebalkan, tetapi baru menyenangkan di kelas enam. Karena apa? Mau tahu? Aku suka sama anak ceweeeeee. Hahahaha! Mau tahu namanya siapa? Semoga anaknya nggak baca surat cintaku untukmu ya. Cini aku bicikin, “Namanya Sssssssss Ssssssssssss…” Nanti kan ada dongeng sebelum tidur, aku ceritain yaaa. Lumayan kan, bisa dengerin gimana cintaku sewaktu SD. Weee!

Maunya aku sih nulis banyak banget. Biasa kan kalau sudah nulis surat cinta, maunya nggak berhenti. Tetapi masih bisa buat besok-besok kan ya, Ran….

Pesanku ya Ran di surat cintaku yang ketujuh ini, jangan berhenti berpetualang dan jangan mau disetir oleh siapa pun, termasuk aku ya. Kalau punya pendapat sendiri, ungkapin dan kalau nggak suka, bilang nggak suka. Jangan ditahan, jangan didiamkan, apalagi dipendam. Nanti bisa bucuk!

Love you…, Virgillyan Ranting Areythuza….!

“sonofmountmalang”

 

Masalah-masalah umum yang biasa dihadapi Bialetti Mokapot

Masalah pertama.

Pernah nggak di mana saat kalian ingin menikmati kopi dengan cepat menggunakan Bialetti Mokapot, tiba-tiba setelah beberapa menit didiamkan di atas kompor, terdengar suara peluit yang bikin kuping sakit.

Kenapa ya bisa bunyi sekencang itu? Kira-kira apa problemnya?

Selidik punya selidik, bunyi kencang peluit yang keluar dari Bialetti Mokapot itu masalahnya ada di VALVE. Bisa disebabkan karena VALVE-nya tersumbat residu kopi atau karena keseringan memberi air di ambang batas VALVE. Jadi idealnya, air itu wajib di bawah VALVE. Jangan sampai di atas VALVE. Kalau di atas, dipastikan VALVE-nya akan sering mengalami masalah.

Selain disebabkan tersumbat residu kopi dan menuangkan air di atas batas yang ditentukan, juga karena saat menuangkan kopi ke dalam funnel itu dengan sengaja atau tidak sengaja ditekan hingga padat. Sementara tekanan air yang akan menembus tunnel funnel sebenarnya tidak sehebat tekanan air di mesin espreso, jadi dibutuhkan akses udara keluar dan jika tekanan udaranya terlalu kuat, maka akan keluar melalui valve dan akan bersiul sangat kencang.

Jadi untuk menghindari peluit yang bikin kuping pengang dan sakit, hindari tiga hal tadi. Memberi air di atas batas valve, menekan kopi di funnel terlalu padat dan lubang valve tersumbat karena residu kopi. Khusus untuk lubang valve yang tersendat, kalian bisa menekan tombol menonjol di bagian valve. Tekanlah berkali-kali untuk memastikan tidak ada residu yang memblok jalannya udara.

Kalau dengan cara tadi ternyata setiap kali menyeduh masih saja bunyi peluit panjang dan kencang, sebaiknya balikin saja kalau masih garansi dan kalau sudah lewat masa garansinya, saran terbaiknya adalah MEMBELI YANG BARU!

20171013_105912

Tombol di valve ini yang wajib kalian tekan-tekan. Hmmm…! Awas ntar horny sendiri dan ngayal jorok yaaa.

Masalah kedua.

Masalah lainnya yang dihadapi Bialetti Mokapot adalah…! Nah, ini juga masalah bikin kesel. Sudah menunggu kopi enak pagi hari. Terbayang aromanya dan segarnya kopi, eh yang keluar kopi acak-acakan dan hanya beberapa sendok saja. Kalau ini masalahnya gampang diatasi. Paling-paling karena kita terburu-buru, memasang gasket dan filternya terbali, sehingga shieldnya tidak rapat dan kedap. Ini sudah bisa dipastinya memutar Bialetti Mokapot tidak kencang. Jadi tekanan udaranya lemah saat menembus kopi. Hasil kopinya pun cenderung cewer-cewer. Biasanya hal ini bisa dilihat juga dari uap yang keluar di tengah pembatas Bialetti Mokapot. Selain uap, terkadang keluar air disertai kopi. Jadi kaya bocor gitulah. Nah, kalau sudah begini, matikan api dan bersihkan Bialetti menggunakan air mengalir.

Oh ternyata setelah dibersihkan dan ditutup rapat dengan benar, uap dan air masih merembes dari tengah badan Bialetti Mokapot dan hasil kopinya sedikit serta cewer-cewer. Solusinya adalah, ganti gasket dan filternya. Biasanya sepaket dijual di marketplace atau e-commerce. Disarankan juga untuk mengganti tunnel funnel jika dirasa umurnya sudah tuak dan sering dipakai sampai gampang penyok.

Mulailah dari awal lagi membuat kopi. Boleh buru-buru, asalkan telaten. Kalau tidak ingin gagal menikmati kopi di pagi hari.

 

Masalah ketiga.

Masalah pertama selesai diatasi. Masalah kedua pun selesai. Eh, tahunya pas semua baik-baik saja, ketika menuangkan kopi ke dalam cangkir dan mencicipinya, rasa kopinya kok tidak seenak awal-awal menyeduh dengan Bialetti Mokapot ini ya. Bukan tidak seenak awal-awal lagi malah. Bisa dibilang rasa kopinya jadi anehh! Hmmmm! Ada masalah apalagi sihh nihhh!??! Mulai kesel kaannn?

Masalah ini bisa disebabkan saat mencuci terlalu bersemangat. Digosok terlalu keras dan menggosoknya pakai sabut kasar. Nah, itu pangkal masalahnya. Menggosok terlalu keras bagian dalam Bialetti Mokapot itu bisa menyebabkan bagian coating-nya terkelupas. Biasanya rasa kopi agak berbau logam.

Gimana kalau begini masalahnya? Kayaya masih bisa diatasi dengan mem-brew menggunakan kopi biasa saja selama berkali-kali. Atau kalau saya sih dicoba dibersihkan dengan membrew tanpa kopi. Seolah membersihkan aroma tidak sedap yang dihasilkan Bialetti Mokapot. Dilakukan berkali-kali dan juga untuk membersihkan bau-bau sisa lainnya.

Setelah dilakukan beberapa kali mem-brew dengan kopi dan atau hanya air saja, rasa kopi yang dihasilkan akan kembali normal dan nikmat.

Masalah keempat.

Semua sesuai prosedur dan eh kok rasanya tetep nggak enak. Hambar dan terasa kebanyakan air. Ah, itu sih kecil masalahnya. Pasti kalian kurang masukin kopinya ke funnel. Ya kaannn? Tinggal tambahkan saja sampai batas atasnya jika perlu. Rapihkan jangan sampai ada bubuk kopi di sisi funnel. Disarankan menggunakan dark roast. Tetapi kalau saya sih jenis roast apa saja. Asalkan takarannya pas, semua roastingan dan semua jenis kopi terasa enak!

Masalah kelima. 

Ketika mem-brew kopi, tiba-tiba air kopinya meletup-letup kencang sampai meleber keluar. Ohhh…! Itu hal sepele. Tinggal kecilkan apinya yah. Jangan terlalu besar dan jangan keluar dari pantat Bialetti Mokapot alias mengenai body samping.

Masalah keenam.

Pas dituang, eh kok banyak butiran kopi yang ikut dan bahkan kopi dihasilkan cenderung kental. Nah, ini sih pasti karena menggunakan gilingan VERY FINE GRIND COFFFE. Hindari gilingan kopi terlalu halus untuk Bialetti Mokapot. Kalau pun menggunakan FINE GRIND, usahakan jangan ditekan terlalu padat. Mau lebih aman lagi, ya gunakan medium grind. Itu sudah paling bener. Dijamin kopi yang keluar bebas butiran kopi alias clean coffee.

20171009_114525

Ini sebenarnya nyaris mendekati thick hasil kopinya.

Masalah ketujuh.

Setelah menunggu lama, eh yang keluar hanya air atau tidak ada yang keluar sama sekali, malah bau gosong terbakar. Itu sih simply karena kebodohan kita. Lupa ngisi air dan atau lupa ngisi kopi. Dua itulah kebodohan yang sering kita lakukan karena ingin cepat, sementara pikiran blank karena mikirin kamu. Ahhh elahhhh!

Gimana? Cukup tercerahkan dengan masalah per-Bialetti-an kalian? Selamat ngopi!

 

20171013_094845

Nah ini hasil yang normal. Cremanya keluar dan rasanya kaya raya.

20171013_094946

Segera dituang.

20171013_094957

Siap dinikmati

“sonofmountmalang”

Penampakan di Curug Cigamea yang Bikin Semua Orang Penasaran Berdatangan

20171029_105858

Penampakan dari jauh Curug Cigamea.

Curug, di beberapa daerah di Jawa Barat selalu memiliki cerita mistis, berpenghuni, didiami sesosok asing semacam hantu, jurig, ririwa dan menjadi tempat mandi bidadari ketika pelangi sehabis hujan melengkung dari utara ke selatan. Di kaki Gunung Malang, dulu, ada satu curug, yang kalau tengah malam tiba pasti terdengar suara perempuan mandi, berenang dan tertawa-tawa kegirangan. Jika dilongok menggunakan senter, suara hilang seketika dan besoknya yang nengok sawan alias demam. Itu di kaki Gunung Malang, berbeda lagi dengan penampakan di salah satu curug di Bogor, yaitu Curug Cigamea.

 

Kaya apa ceritanya dan penampakannya? Kita baca dulu tulisannya sambil menunggu visual penampakan di Curug Cigamea.

Curug Cigamea terletak di Pamijahan, Bogor, Gunung Bunder atau lebih banyak juga orang bilang Gunung Salak Halimun. Tidak jauh dari pintu gerbang selatan jika kalian masuknya melewati gerbang selatan. Kalau arah dari Jakarta sih enaknya lewat pintu gerbang utara. Melewati pintu gerbang utara alias Jalan Gunung Bunder itu lebih enak, kenapa? Karena banyak spot untuk berfoto dan berhenti menikmati suasana hutan. Kalau melewati gerbang selatan, cenderung lebih ramai dengan vila-vila dan rumah penduduk dan lebih padat kendaraan serta bis. Saya sarankan masuk melalui pintu utara sih. Kecuali bulan-bulan November 2017 ini. Tidak disarankan masuk lewat gerbang utara. Karena sedang dibeton jalan menuju ke hutan dan di dalam hutannya. Jadi mau tidak mau harus melalui gerbang selatan.

Curug Cigamea tidak jauh dari gerbang selatan. Curug dengan track paling manusiawi rasanya. Sudah diberi jalan setapak dan anak kecil pun bisa berjalan. Cuma memang ada sedikit masalah di beberapa wisata Gunung Bunder. Masuk per orang itu sekitar 10.000 per orang ditambah tiket mobil 15.000/mobil. Kemudian ketika sampai di lokasi parkir Curug Cigamea, akan diminta lagi parkir mobil 10.000 dan tiket masuk per orang/10.000. Berlapis ya bayar membayar saja. Apa susahnya dikelola pemerintah dan kemudian dibuat bagus dan pembayaran satu pintu. Ehhh, lupa kalau kita tinggal di Indonesiaaaaa, sodara-sodaraaa!

Lalu, penampakan seperti apa yang seringkali muncul di Curug Cigamea? Penasaran?

Inilah penampakan di Curug Cigame…..!

Landscape Cigamea

Penampakan di Curug Cigamea.

 

20171029_114028

Ternyata debit airnya tidak begitu besar.

20171029_113027

Penampakan di Curug Cigamea.

20171029_112836

20171029_110841

Penampakan di Curug Cigamea.

20171029_111344

Bias kesannya sepi, padahal di bawah jejeritan bocah sama alay-alay rindu air.

20171029_111635

Nggak bisa ya ditata dengan rapih dan bersih.

20171029_112258

Penampakan di Curug Cigamea.

Landscape 2

Mau nyebur?

20171029_113630

20171029_113213

Coba ya kali di Jakarta kaya begini.

Landscape CIgame 2

Penampakan di Curug Kembar Cigamea.

20171029_114036

Bak mandi segede gini. SIapa mau?

Landscape Cigamea

Penampakan di Curug  Kembar Cigamea.

Penampakannya itu dalam bentuk manusia. Mereka bahagia sekali main di curug. Seolah-olah tidak pernah melihat air sebanyak itu. Hahahha! Kasihan yah. Weee! Di Curug Cigamea bisa dikatakan karena paling mudah diakses, jadi paling ramai pengunjung. Mulai dari orang tua, sampai anak-anak. Mereka tidak ingin bersebentar main di curug.

20171029_110836

Curug Cigamea.

20171029_113128

Enter a caption

20171029_111642

Semua orang sibuk foto.

20171029_111826

 

20171029_11214220171029_112150

Buat kamu yang energinya masih gede dan napasnya sekuat kuda, disarankan janganlah ke Curug Cigamea. Terlalu mudah dan terlalu ramai. Cobalah ke curug yang tracknya lebih susah dan menantang. Curug apakah itu? Tunggu jalan-jalan saya ke curug selanjutnya.

Cat. “Foto hasil Samsung S8 memang tidak bisa menyaingi DSLR, hanya saja pakai Smartphone ini segalanya jadi lebih praktis dan ringan dibandingkan harus bawa-bawa DLSR sebagong.”

 

“sonofmountmalang”

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjuangan ekstra tenaga ekstra hati-hati di wisata alam Curug Seribu – Gunung Bunder


20171029_100849

Kalau kalian suka main di dingin-segarnya air berlimpah ruah sampai puas kedinginan, coba saja datang ke Gunung Bunder, Bogor. Kalian bisa bermain dari satu curug ke curug lainnya semampunya kalian.

Salah satu curug di Gunung Bunder yang wajib kalian kunjungin adalah Curug Seribu. Kenapa disebut Curug Seribu? Apakah di satu lokasi itu ada sekitar seribu curug? Atau biaya masuknya seribu? Atau ada cerita lain soal seribu?

Alkisah, jaman dulu, jauh sebelum Gunung Bunder menjadi tempat wisata untuk umum, banyak sekali cerita yang menyelimuti curug ini. Banyak yang bilang, di curug ini sering kali orang hilang begitu saja. Sering kali tiba-tiba yang datang melewati curug ini kesurupan. Bahkan banyak juga yang melihat penampakan. Cerita-cerita mistis berseliweran bertemakan curug ini dipelihara oleh penduduk di sekitar Gunung Bunder. Karena terlalu banyak cerita, kisah, kejadian dan hal-hal berbau gaib, maka lahirnya nama Curug Seribu. Seribu kisah mistis, seribu korban hilang dan seribu kejadian yang tidak bisa dijelaskan dengan akal waras.

 

20171029_102036

Tentukan pilihamu. Mau ke curug manakah? Curug Seribu atau Curug Sawer.

Curug Seribu, salah satu raksasa air yang terjun bebas dari ketinggian, menghajar dasar berbebatuan tanpa ampun, melahirnya cekungan dalam dan gulungang-gulungan disertai gemuruh tiada henti. Jika tidak bisa berenang, jangan SOTOY berenang di Curug Seribu. Bukan karena kemistisannya, akan tetapi ketidakberdayaan wisatawan amatiran menghadapi arus dan dalamnya Curug Seribu.

Untuk sampai di Curug Seribu pun tidak semudah kita jatuh cinta, tetapi sesulit mendapatkan cinta dari rasa jatuhnya kita pada seseorang. Perjuangan jatuh bangun, turunan terjal, batu-batu tajam dan pijakan-pijakan serapuh kita saat jatuh cinta dengan brutal. Batu-batu terasa licin berair-berlumut, seberlumut jomblo kalian berharap cinta datang begitu saja. Terkadang bisa saja kita terpeleset ke jurang, berbatu terbentur kepala hingga hilang akal dan mati seketika jika saja kalian tidak bisa menemukan pegangan untuk hidup. Tidak mudah memang jalan menuju Curug Seribu. Hati-hati di atas jalanan berbatu licin, turunan tangga kayu dan menyusuri setapak jalan di sisi tebing, di sisi jurang. Aturlah napas seperti ketika bercinta, tetap fokus ke jalan. Berpegang erat-erat seperti pertama kali orgasme di atas ranjang. Terus melaju seperti saat kalian mengejar perempuan, apa pun yang terjadi, apa pun bisikan dari sekitar dan apa pun suara di depan. Karena hanya itulah cara menuju Curug Seribu.

20171029_100626

Di beberapa spot dikasih spanduk peringatan.

Membutuhkan waktu sekitar satu jam dari tempat mobil terparkir. Menyusuri setapak jalan dengan aroma khas hutan, aliran sunga-sungai kecil, yang jika kalian haus, bisa segera diminum untuk membasahi tenggorokan dan menyegarkan lelahnya hidup kalian.

Di beberapa turunan terjal, saya berpapasan dengan beberapa anak muda. Mereka selalu bertanya hal sama, “Bang, sendirian aja bang? Nggak takut, bang? Di curug sepi lho bang.”

Dengan santai, saya bilang, “Udah biasa sendirian.” Salah satu di antaranya nyeletuk, “Yahh, jomblo nih si abang.” Dalam hati saya, “Bodo amattt!” sambil melanjutkan perjalanan.

Di satu spot, terdapat pos kecil. Di sanalah kita harus mendaftarkan diri dan membayar karcis 10.000. Ketika ditanya kenapa didata, katanya kalau hilang, kita tahu siapa namanya dan kalau mayatnya ketemu, minimal kita tahu harus dikirim ke mana. Hahaha! Sa aje kuya!

Setelah berjalan santai, mulai terdengar gemuruh keras. Pastinya sudah dekat. Oh, ternyata masih jauh. Suara gemuruhnya nyaris terdengar di jarak 500 meter. Saya semakin tidak sabar ingin segera melihatnya dan segera bercinta sampai lemas. Ahahah! Skandal MAKE LOVE di CURUG SERIBU.MP4 dong jadinya yah. Tolong jangan disebarkan kaya kasus seks anak UI dan anak Samarinda yang sedang nge-heits yaaaaa. Lagian saya tidak bercinta pun dengan siapa pun di Curug Seribu, hanya bersenggama bersama alam semesta, air yang mengalir deras dan bebatuan.

Gemuruh semakin kencang dan cahaya matahari mulai terang di depan. Ketika sampai di gerbang terbuka Curug Seribu….

20171029_094924-01

Selamat datang Curug Seribu, dan nikmatinya dinginnya serta gemuruhnya yang bikin bulu ketek kalian menciut.

Selamat bermain air dan cobalah untuk TIDAK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN! Kalau buang sembarangan di Curug Seribu, gue doain kelelep! Kesel sama yang buang sampah sembarangan dan juga nggak dibersihkan sama pihak yang berwenang. Sekian….!

*Semua foto dan video menggunakan SAMSUNG S8.

“sonofmountmalang”

 

 

 

 

 

 

 

 

Tempat nongkrong di Yogya untuk kamu yang memang tidak ingin MOVE ON!

20170930_232021

Di MOVE ON cafe ini, kalian semua bisa makan gelato segala rasa sampai kehilangan rasa.

Inget Yogya, inget belasan tahun lalu pernah mengalami rasanya perjatuhan hati berlama-lama sampai tidak bisa move on ke mana-mana. Perasaan kami seperti diberi perekat. Tak pernah bisa saling melepaskan diri. Itu kan belasan tahun lalu, ketika usia kami masih belia, berbalut seragam putih biru dan masih meminta uang jajan ke orang tua. Jrottt! SMP udah jatuh cinta aja gitu. Kelam banget hidup kita ini sissss!

Tapi, itu kan belasan tahun lalu. Kini, kita semua sudah semakin dewasa, matang dan tuwak! Tahu bagaimana caranya MOVE ON dari kehidupan masa lampau.

Jadi dimungkinkan Yogya itu kota Jatuh Cinta padat romantika kita berdua. Kita? Gue doank kelesss maksudnya. Ya, anggaplah saja begitu. Lupakanlah. Makanya hadirlah tempat nongkrong MOVE ON di Yogya. Bisa jadi untuk kalian yang ingin MOVE ON atau buat kalian yang tidak ingin MOVE ON. Buat kedua-duanya, di sinilah kalian bisa menikmati KETIDAKMOVEAN kalian. Ditemani menu keukopian, eh kayanya pernah denger tuh brand keukopian. Jualaann! Atau ditemani beubiran. Supaya sedikit romantis berbau manis, bisa juga menikmati keberduaan bersama geugelatoan segala rasa. Mulai dari Strawberry sampai Whiski. Tidak bikin mabuk kepayang, namun cukup mabuk cinta.

Susana hangat di sini begitu terasa di setengah remang-remang kota Yogya bernapas angin sendu menerpa rambutmu yang cantik. Ta elahhh! Bang! Rambut mana ada yang cantiikkkk! Ya, begitulah intinya. Kalian paham kan?

Jadi buat kalian yang ingin suasana kekinian di Yogya dan menghabiskan semua obrolan ngalor ngetan dalam semalam, mungkin MOVE ON CAFÉ YOGYA bisa jadi pilihan. Untuk kalian yang nggak bisa MOVE ON dan ingin MOVE ON. Haisshhh!

20171001_011015

MOVE ON CAFÉ YOGYA
Jl. Prawirotaman No.4-10, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55153

20170930_231947

Karena hidup adalah quote. Eh, siapa tuh dua gadis Yogya.

20170930_232006

Nah, ini calon pengunjung yang ingin move on.

20170930_232029

Gelato yang nggak bikin move on.

20170930_232040

Kamera bergetar lihat sesuatu di sini.

20170930_232050

Tempatnya enak buat sendirian, berduaan, bertigaan dan ramaian.

20170930_232121

Bisa memesan kopi pun di sini.

20170930_232316

Paling enak beli bir dan kemudian dimasukin gelato. Kebayang kan horny-nya minum beginian. Heeehhh!

20171001_010618

Kalian akan merasa hangat masuk sini meskipun hati kalian sedang dingin.

 

“sonofmountmalang”

10 jenis cold brew atau cold drip paling mahal sedunia!

2개짤3-e1494933164948

Gold Edition Art Deco by Dutch Lab. Source dutch-lab.com

Ada jutaan cara untuk menyeduh kopi. Dari jutaan cara ini big picture-nya dibagi menjadi tiga cara atau tiga jenis. Pertama Automatic Machine Brew, kedua Semi Automatic Machine Brew dan ketiga itu yang menjadi idola saya, yaitu Manual Brew. Manual Brew pun dibagi menjadi dua cara. Satu Hot Brew alias dibrew menggunakan air panas dan ada satu lagi cold brew. Tahu kan ya, cold brew pastinya di-brew dengan air dingin/air es. Bahkan sebagian menggunakan es batu untuk cara cold brew atau cold drip ini.

Dari cold brew inilah lahir jutaan cara juga, jenis, ukuran dan kapasitas yang dihasilkan cold brew atau cold drip. Dan hal paling penting adalah jutaan jenis harga dari berbagai merk.

Khusus kali ini, saya hanya akan membahas jenis cold brew paling mahal di dunia yang bikin mata kalian melotot tercengang. Nah, cold brew apa saja yang paling mahal sedunia ini. Yuk! Kita cek satu per satu. Siapa tahu kalian punya duit untuk membelinya. Amiiinnnn!

  1. Gold Edition Gotchicism by Dutch Lab

 Cold Brew Gold Edition _Gotchicism keluaran Dutch Lab ini memiliki harga lebih maha dibandingkan rumah saya pada waktu beli. Dibandingkan dengan mobil saya pun masih mahalan cold brew ini. Sadis yah. Bikin ngiler pengan punya tapi rumah saya pasti langsung penuh dan juga harus jual rumah dulu untuk bisa membeli ini. Nah, bingung kan nanti akan ditaruh di mana.

Harga untuk Cold Brew Gold Edition _Gotchicism ini $20,000. Kalau dirupiahkan sekitar 270.320.000! Segitulah kalian harus mengeluarkan uang untuk memilkinya. Tentu saja tidak untuk dikoleksi sendiri. Kecuali kita. Ta elahh kitaa! Yak, kita! Kecuali kita kaya banget. Barulah untuk dikoleksi. Kalau tidak kaya banget, ya untuk jualan cold brew dengan kapasitas banyak!

Sekali brew menggunakan Cold Brew Gold Edition _Gotchicism itu menghasilkan cold brew kopi siap saji sekitar 3000ml. Kalau 3000ml kopi yang dihasilkan, kira-kiranya ya kopi yang digiling dalam sekali cold brew itu sekitar 275 – 300 gram. Bahkan mungkin bisa lebih. Tergantung aturan yang berlaku dan diinginkan.

1. Gold Edition _Gotchicism by Dutch Lab $20000

Gold Edition _Gotchicism by Dutch Lab. Source dutch-lab.com.

  1. Black & Gold Edition AKMA by Dutch Lab

Masih dikulasi dari merk Dutch Lab dengan harga lebih murahan sedikit dari peringkat satu. Mereka menamai Cold Brew ini Black & Gold Edition AKMA. Modelnya tetep ya super mewah dan tetap bikin pengen punya ketika melihatnya. Kapasitas kopi yang dihasilkan untuk disajikan sama halnya dengan peringkat pertama, yaitu 3000ml kopi. Yang membedakan hanya model dan metarial pembuatnya.

Berapa harga yang wajib dikeluarkan untuk memiliki Ducth Lab Black & Gold Edition AKMA ini. Hanya $17,000 sajah! Sajah yah! Alias sekitar 229.772.000 rupiah. Haissshhh! Masih masuk akal yah. Seharga mobil Toyota Veloz 2017.

 

2.Black&Gold Edition_AKMA 3000 $17000

Black & Gold Edition AKMA by Dutch Lab. Source dutch-lab.com.

  1. Steampunk Edition – Gothicism by Dutch Lab

Cold Brew termahal ketiga ditempati, tentu saja masih dari Dutch Lab dengan model didominasi warna hitam alias bertemakan gotik dari Steampunk Edition. Dari model ini dihasilkan kapasitas kopi hasil cold brew yang lebih dari cukup, yaitu 3000ml. 3000 ml itu cukup untuk serving cold brew kopi sekitar 20 gelas 150ml. Kalau di kedai mewah atau medium to high buat nongkrong anak gaul berduit, ya bisa dikenakan harga 35 – 40 ribu/gelas. Jadi sekali brew dari Steampunk Edition Gothicism ini bisa menghasilkan 700 – 800 ribu. Mmmm…! Menarik ya.

Untuk bisa mendapatkan uang hasil penjualan sebanyak itu, kalian harus merelakan uang melayang sekitar $7,300 atau jika dirupiahkan ya 98.625.300. Lumayanlah, seharga avanza bekas tahun 2012 kalau kondisinya mulus. Belilah yah:P.

3.Gothicism $7,300

Steampunk Edition – Gothicism by Dutch Lab. Source dutch-lab.com.

  1. Steampunk Edition AKMA

Semakin ke bawah harganya semakin masuk akal yah. Nah, posisi kelima ditempati Steampunk Edition AKMA. Masih dari brand Dutch Lab. Kopi yang dihasilkan dari brewer ini 3000ml. Masih banyaklah untuk memenuhi kebutuhan peminum cold brew yang belum begitu sengehaitss hot manual brew.

Harganya pun mulai tidak begitu mencolok mata, meskipun tetap bisa dibilang mahal kalau buat saya mah. Harganya berada di area $5,200 atau kalau dikoversi ke rupiah itu sekitar 70.272.800. Kan masih okeh kan ya. Mampulah beli satu cold brew Steampunk Edition AKMA. Hayuk! Kita order. Cicilan 0% selama 30 tahun tapinya yaaaaa!

4.AKMA 3000 $5,200

Steampunk Edition AKMA by Dutch Lab. Source dutch-lab.com.

  1. Steampunk Edition Saint AKMA

Sebenarnya posisi kelimat ini harusnya tidak sama dengan peringkat keempat. Namun dikarenakan modelnya juga keren, jadi saya masukanlah ke posisi lima. Namanya sesuai dengan modelnya. Bersih putih bening dan kaya malaikat mungkin ya. Itulah sebabnya diberi nama Saint Akma. Hasil kopinya pasti seenak surga kalau begini nih.

Harga yang ditawarkan pun sama dengan Steampunk Edition AKMA, yaitu di harga $5,200 atau 70.272.800 rupiah. Saya sih tetap belilah. Hahaha! Horang kayaahh!

Kapasitas kopi yang dihasilan pun sama-sama 3000ml. Beli cold brew peringkat empat dan lima, kemudian bisa menyediakan sekitar 6000ml kopi dingin per hari. Mantap kan?

5.Saint AKMA 3000 $5,200

Steampunk Edition Saint AKMA. Source dutch-lab.com.

  1. Special Customized Eiffel

Posisi keenam ditempati oleh Special Customized Eiffel. Bentuknya lebih sederhana. Sesuai namanya, yaitu Eiffel. Maka bentuknya ya sama kaya menara Eiffel. Kapasitasnya pun hanya bisa menghasilkan kopi cold brew sebanyak 2000ml. Masih cukup banyak. Bisa diestimasikan mampu menyediakan sekitar 13 gelas cold brew per hari dengan hasil penjualan sekitar 455 – 520 ribuanlah.

Akan balik modal sesegara mungkinlah. Soalnya harga untuk Special Customized Eiffel ini berada di angka $5,000 alias 67.570.000. Cobalah kalian hitung, kira-kira dengan harga 67.570.000 dan menghasilkan kopi cold brew 2000ml dengan estimasi penjualan 455 – 520 per hari itu di hari ke berapa kalian bisa BEP. Silakan hitung sendiri.

6.Special Customized_Eiffel 2000 $5,000

Special Customized Eiffel. Source dutch-lab.com.

  1. Steampunk Edition Basic

Peringkat ke tujuh termahal untuk cold brew di dunia perkopian kita ini ditempati oleh Steampunk Edition Basic. Nah, model ini cocok buat kalian yang mencari kapasitas banyak dengan harga minim. Kenapa? Karena dengan model ini seharga $4,100, kalian tetap bisa mendapatkan kopi sebanyak 3000ml. Hanya saja modelnya tidak serumit model-model sebelumnya. Yah, mungkin itulah kenapa namanya disebut Steampunk Edition Basic.

Oh ya, kalau dirupiahkan harganya sekitar 55.407.400. Okeh banget kan harganya. Kalau begitu saya akan pilih inilah jika ada yang ngasih. Eaaa!

7.Steampunk Edition Basic $4,100

Steampunk Edition Basic. Source dutch-lab.com.

  1. Hario Water Dripper WDW-20

Setelah terpesona dengan cold brew dari Dutch Lab, kali ini beralih sejenak ke negeri Sakura yang memiliki brand ternama untuk urusan perlengkapan kopi. Apalagi kalau bukan Hario. Jadilah posisi ke delapan cold brew termahal ditempati Hario Water Dripper WDW-20 dengan kapasitas kopi yang dihasilkan sebanyak 2000ml. Bahkan di Hario ini ditentukan bahwa dari 2000ml ini bisa disajikan sekitar 20 gelas kopi cold brew.

Ya bisalah, cuma harga per gelasnya kurangin dikit. Yang tadinya 35 – 40 ribu/gelas, maka kalau 100 ml/gelas dikasih harga 30 ribu saja yah. 30.000 x 20=600.000/brew/hari. Asik kaann kalau hitung-hitungan ngayal untung.

Untuk bisa memiliki Hario Water Dripper WDW-20, kalian cukup melepehkan uang dari dompet sekitar 38.020.000. Gimana? Jadi galau kan mau beli yang mana.

hario-water-dripper-wdw-20-1490166992-1984076-4f368a29f2cfb4f2b0153c5554ed3311-webp-zoom

Hario Water Dripper WDW-20. Source lazada.co.id

  1. Gold Edition Starwars

Buat kalian penggila Starwars, ini saatnya menunjukkan keuangan kalian untuk mengoleksi salah satu cold brew termahal yang ada di urutan ke sembilan. Gold Edition Starwars by Dutch Lab. Kapasitas kopi yang dihasilkan per sekali brew itu sekitar 1000ml. 1000ml per/brew/hari dengan harga $2,100 atau 28.379.000 rupiah. Kalau ini balik modalnya cepetlah yah. Butuh 95 hari dengan menjual per gelas 30.000 rupiah/100ml dan kopi single origin terbaik tentunya untuk bisa BEP.

Berat ya hitung-hitungannya. Yah, beli dulu aja kali ya. Urusan hitung-hitungan belakang. Ya udahlah yuk! Beli satu. Tapi saya pencinta Startrek donk. Nah, gimana tuh:d. Kalau dikasih, mau aja sihlah.

8.HARIO 2,800

Gold Edition Starwars. Source dutch-lab.com.

10. Gold Edition Starwars

Posisi terakhir ditempatin oleh Gold Edition Wind Molen, juga dari Dutch Lab. Harganya berada di posisi $2,000 atau jika dirupiahkan itu jatuh di harga 27.028.000 rupiah. Kapasitas cold brew kopi yang dihasilkan 1000ml/sekali brew. Modelnya pun sederhana, tapi tetap saja ya mahal dan tetap terlihat elegan.

Beli Gold Edition Wind Molen satu saja ini sudah bisa membeli Hario Cold Brew Botol yang harganya 500an sebanyak 49 botol hario. Dengan 49 botol Hario ini bisa menghasilkan cold brew kopi per hari sekitar 31.000ml. Hitungan saya, kalau sekali saji itu 150ml, maka per hari bisa menyajikan 212 gelas. Jika per gelas dijual katakanlah 30.000, maka total per hari seandainya terjual semua itu sekitar 6.360.000. Memang kalau ngayal babu hitung-hitungan untuk sih gampang, kalau praktiknya bisa ngos-ngosan menjual kopi cold brew ini. Soalnya salah-salah cara juga bisa merusak rasa kopi single origin idola pencinta kopi sedunia.

10.Gold Edition Wind Molen 2,000

Gold Edition Wind Molen. Source dutch-lab.com

Khusus untuk Dutch Lab, hampir semua MADE IN KOREA dan DESIGNED BY DUTCH LAB. Kalau Hario kalian tahu kan made in mana? Japan yes!

Nah, itulah list 10 cold brew atau cold drip termahal di dunia perkopian. Gimana? Berminat membelinya atau mengoleksinya. Ya, bisa iseng buka-buka web dutch-lab.com atau kalau di Indonesia sudah ada importir alat kopi nomor satu kayanya, siapa lagi kalau bukan ottencoffee.co.id.

Selamat menikmati COLD BREW dan selamat mikir-mikir mau beli yang mana!

“sonofmountmalang”

 

Cold Brew Hario Murah Meriah Hasilnya Berkualitas Mewah

IMG_0714

Virgillyan Ranting Areythuza dan Hario Cold Brew Filter in Bottle.

Setelah heits dengan manual brew hot, sebagian generasi milenial di-heits-kan dengan istilah cold brew. Bahkan starbucks pun sekarang menyediakan cold brew. Hanya saja, peminat cold brew masih sedikit dibanding dengan kopi susu atau pun manual brew yang menghasilan kopi panas. Di beberapa kedai kopi di Jakarta dan luar kota juga sudah menyediakan menu cold brew. Well, sekali lagi, masih jarang peminatnya kalau kita perhatikan.

Saya pun nggak mau kalah dong. Karena kita harus mengikuti trend perlengkapan kopi. Selain bisa terus mengoleksi alat-alat, juga bisa mengeksplorasi berbagai single origin dengan berbagai cara. Salah satuya cold brew ini.

Cold brew yang saya beli keluaran dari Hario Cold Brew Filter in Bottle – Brown. Harganya 500 ribuan. Bisa dicek di sini. Syukur-syukur kalau lagi ada program diskon yaaa. Kapasitas kopi yang dihasilkan sekali brew itu sekitar 650 ML dengan gilingan kopi sekitar 55 gram. Itu pun bisa kalian custom sesuai dengan keinginan dan eksperimen alias coba-coba. Memang kalau punya alat sendiri ya seninya mencoba tingkatan-tingkatan baik dari gramasi, lamanya brew dan dinginnya air serta kulkas. Hasilnya sudah dipastikan beda-beda dan rasanya pun bisa bikin kalian terpesona. Hebat ya. Alat sesederhana ini bisa mengeksplor kopi segala rasa.

Saya sudah mengeksplornya dengan menggunakan beberapa single origin dengan beberapa roastingan berbeda. Semisal, Gayo Wine, Yellow Caturra, Gayo Takengon, Bajawa, Papua, Gayo Black Honey, Java Preanger Wine dan beberapa single origin dengan rasa unik lainnya. Semua rasa hasilnya jadi seru dan kaya. Yang paling penting, aroma kopinya tetap keluar ketika cold brew dibuka dan rasanya lebih kompleks namun tetap bisa diterima lidah. Bahkan, bisa dibilang, rasanya cenderung unik-unik.

Lalu, apakah hanya cold brew yang murah dan bisa dieksplor? Atau ada cold brew lain buat di rumahan? Oh, tenang. Nanti akan saya review juga beberapa cold brew. Baik dari sisi harga atau pun kapasitas dan tunggu saja….

Sementara, kita nikmati dulu cold brew ala Hario Cold Brew Filter in Bottle dengan Gayo Wine.

“sonofmountmalang”