mimpi copywriter (13) nikmatnya bebek dodol

 

Layar kehidupan mulai terbuka perlahan. Kesibukan di ruang perkantoran terlihat jelas. Pekerja-pekerja kreatif serius dengan kerjaannya masing-masing di depan komputer. Beberapa Account Executive dan Traffic mondar-mandir. Pemandangan paling nggak sreg nih kalau AE petakilan di ruang kreatif. Rasanya ruangan jadi gerah.

Diantara semua orang yang sibuk, cuma ada satu mahluk yang saya kenal. Namanya Lita, anak traffic. Dia datang ke arah saya membawa lembaran kertas berisi kerjaan.

“Jat!”

Lita memanggil saya dengan suara cemprengnya.

“Ape?!”

“Loe udah bikinin copy buat pak Anwar?”

“Copy apa ya?”

“Itu lho kerjaannya dia.”

“Yang mana sih? Gue ga tau, Lit!”

“Bebeknya dia.”

“Bebeknya?”

Perasaan nggak ada kerjaan buat bebek ya.

Lita mengajak saya ke meja Art Director. Di layar komputer AD terlihat bebek berdiri, telanjang dada, memakai topi, kedua sayapnya nutupin selangkangan. Bebek itu tersenyum nakal.

“Yang ini nih,” Lita menunjuk ke layar komputer Art Director.

“Wah! Gue baru liat nih.”

“Nah, loe bikin copynya ya. Buat besok. Pak Anwarnya butuh besok buat loncing.”

“Lit, ini Anwar mana sih?

“Anwar traffic. Ini bebek usaha barunya dia. Dia mau resign, trus jualan bebek. Nama restorannya Nikmatnya Bebek Dodol. Tuh, Art Director loe bikinnya kaya gitu.”

Lita menunjuk ke layar komputer. Di layar komputer tertulis tagline restoran bebek tepat di bawah bebek telanjang “Nikmatnya Bebek Dodol!”

Saya ingin melihat Art Directornya seperti apa wajahnya, tapi tidak bisa. Wajahnya ditutupi topi ala Jason Mraz. Dia tidak bicara sama sekali. Tangannya sibuk mengutak-ngatik mouse, menggerak-gerakkan bebek warna kuning di layar komputernya. Dia sedang menempatkan bebek enaknya mau ditaruh dimana. Kaleee! Tebakan saya sih begitu.

“Lit,” mata saya tertuju ke Lita.

“Udah ngerti, ‘kan?”

“Gue baru bisa bikin copynya kalau ngerasain bebeknya kaya apa.”

“Gampang…! Ntar gue minta pak Anwar bawain satu porsi ya.”

“Mangstabslah! Jangan lupa teh manis angetnya. Sambel pedesnya juga ya.”

“Bawel loe!”

Lita ngeloyor.

Seperti panggung drama musikal, tata ruang kantor berubah dalam hitungan sepersekian juta detik menjadi restoran bebek. Lita sibuk mondar-mandir membawa kertas. Dia bertanya ke pengunjung mau pesan apa. Jabatannya berubah, dari Traffic menjadi pramusaji. Art Director dan pekerja kantor yang tadi sibuk dengan komputernya, sekarang sibuk menggoreng bebek di dapur restoran. Sebagian sibuk mencuci piring.

Lita, yang tadi sibuk mondar-mandir, sekarang datang membawa seporsi bebek.

“Nih, bebeknya.”

Lita menyodorkan bebek ke hadapan saya.

Tanpa disuruh dua kali, saya langsung menyantap bebek.

Hoks!

Rasanya hambar, sambalnya hambar, dagingnya hambar, bumbunya hambar, semua yang kena di lidah terasa hambar.

“Lit, ini sih ga bakal laku.”

“Kenapa?”

“Bebeknya ga enak banget! Hambar!”

“Oh gitu ya. Ntar gue bilang Pak Anwar deh.”

Lita pergi menuju sawah. Dia menggiring puluhan bebek kuning menuju kolam ikan. Kehidupan restoran bebek seolah tenggelam, digantikan dengan kehidupan di persawahan dan kolam ikan. Terlihat orang-orang memancing, mencuci piring dan baju di pinggir kolam ikan. Semuanya tidak saya kenali kecuali Lita. Dia masih sibuk dengan bebeknya di kolam ikan.

 

Kegiatan di kolam terasa sangat lama dan adegannya repitisi. Mencuci, memancing, mondar-mandir. Adegannya tidak berkembang ke adegan lain yang lebih seru. Maka, saya akhiri saja dengan menggosok-gosok mata dan duduk di pinggir ranjang.

~~

Note: Di dunia nyata, Lita itu sungguhan salah satu traffic di kantor. Kalau dia datang pasti bawa kertas dan cuap-cuap dengan suara cemprengnya. Sementara Pak Anwar masih jadi karyawan kantor dan belum alih profesi jualan “Nikmatnya Bebek Dodol.”

“sonofmountmalang”

“Mimpi itu gratis! Maka bermimpilah sesuka hati sebelum bermimpi itu bayar!”

Advertisements

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s