Surat cinta untuk laut di Batu Hiu

Dear, laut. Terima kasih ombaknya dan angin segarnya. Jangan berhenti bergerak dan menyapa daratan ya.

Dear, laut. Terima kasih ombak dan angin segarnya. Jangan berhenti bergerak dan menyapa daratan ya.

Saya menginap di Jalan Kidang Pananjung. Menurut google map, dibutuhkan waktu 32 menit dengan jarak tempuh 15 KM. Sebentar ya. Eh, tunggu ya. Saya tanya @minkewh dulu. Jalanan ke Batu Hiu rusak katanya. Saya tanya Avanza bisa lewat? Dia jawab, bisa, asal nggak hujan. Soalnya kalau hujan, ban truk saja tenggelam.

Ah, saya pede saja. Selama jalanannya beraspal dan kering, lubang-lubang di jalan mah masih bisa dilaluilah. Saya berangkat jam delapan pagi dari hotel menuju Batu Hiu. Awalnya jalananya lumayanlah. Masih manusiawi. Tidak lama kemudian lubang-lubang mulai banyak ditemukan. Mobil pun bekerja lebih keras. Ajruk-ajrukan. Rasanya pengen muntah. Bagian bawah mobil gesrek-gesrek terkena gundukan tanah dan aspal yang mencuat. Semoga mobilnya tidak apa-apa. Kalau kenapa-kenapa, apa kabar saya pulang ke Jakarta ya. Hiiiii!

Perjuangan ajrug-ajrugan pun kelar sudah. Waktu tempuh yang harusnya 32 menit pun ditempuh jadi sejam. Kejamnya pemerintahan Ciamis ini membiarkan jalur wisata babak belur. Soal pemerintahan, lupakanlahyah. Nanti ada sesi sendiri. Sekarang, yang penting saya sampai di Batu Hiu. Masuk pintu gerbang dan membayar 39 ribu. Hmmm….!

Kenapa namanya Batu Hiu? Apa karena ada penduduk setempat yang melanggar pantangan, kemudian dikutuk jadi batu menyerupai hiu? Atau dulunya di pantai ini isinya hiu-hiu? Bukan. Bukan itu. Disebut Batu Hiu karena ada karang menyerupai hiu. #ohhhh!

Sebetulnya tidak ada yang istimewa di Batu Hiu. Maksudnya, tidak ada sesuatu yang unik. Sahabat saya bilang, senja di Batu Hiu pun terhalang bukit. Hmmm…! Kalau saya punya modal, mau bikin cafe kecil-kecilan ah di atas bukitnya. Khusus jual kopi nusantara dan makanan ringan saja. Nanti ya, ngepet dulu buat nyari modalnya. Mau gabung?

Jadi apa bagusnya? Bagusnya di sini cenderung sepi. Saking sepinya, tempat duduk, meja dan fasilitas di bukit Batu Hiu pun tidak terawat. Pembatas berupa besi antara jurang dan bukit sudah tidak ada. Lagian sih membuat pembatas dari besi. Ya hancurlah terkena angin dan air laut. Sisa-sisa sampah plastik berserakan. Tempat sampah tidak ada. Kotoran burung membatu di meja-meja untuk beristirahat. Di sisi lain udara dari samudera menyapa penuh cinta. Ahhhh…! Nikmatnya duduk di sisi tebing sambil sekadang-kadang memainkan lensa kamera. Tenang, sepi dan tidak ada teriakan alay.

Sepintas saja, Batu Hiu ini mirip Uluwatu. Super Mini Uluwatu. Posisinya ada di sejumput bukit, di bawahnya terlihat amukan ombak, di depan terhampar birunya lautan lepas. Batu Hiu spot yang pas untuk menuliskan ide-ide, berpikir jernih, melamunkan jauh, bermimpi, berkhayal dan segala keindahan sejenak. Namun juga entah kenapa, saya tidak begitu antusias mengeksplor kamera saya. Rasanya lebih baik duduk dan menikmati keindahan sementara.

Seandainya saja tempat ini dirawat dengan baik, maksudnya sampah plastik bekas makanan tidak berserakan, tempat duduk bersih dan terawat, saya bisa berlama-lama dan betah. Berhubung juga harus mencicipi GREEN CANYON dan SURFING di Batu Karas, saya turun dari bukit Batu Hiu untuk sepintas jalan-jalan di perkampungan setempat. Tempatnya masih asri dan belum terjamah penginapan seperti di Pangandaran. Saya suka keoriginalitasannya dan kesepiannya. Sawah-sawah, pantai-pantai, rumah-rumah perkampungan dan pohon menyatu. Menyenangkan bisa di sini. Coba senjanya tidak terhalang bukit, Batu Hiu bisa jadi spot sempurna untuk nongkrong sore-sore.

Keasikan saya harus berakhir juga sih. Saya harus mengejar waktu ke Green Canyon, Citumang dan Batu Karas.

Seperti apa serunya berenang di Green Canyon, Surfing di Batu Karas atau jumpatilan di Citumang? Hmmm…! Tunggu ya postingan selanjutnya.

Ayo, siapa yang mau ditelen ikan hiu?

Ayo, siapa yang mau ditelen ikan hiu?

Masuk ke bukit di Batu Hiu langsung disambut rindangnya Pandan Wong.

Masuk ke bukit di Batu Hiu langsung disambut rindangnya Pandan Wong.

Mencoba untuk tidak men-capture sampah, tapi berhubung memang banyak sampah plastik, mau tidak mau ke capture. Sementara pemandangan di sana membuat saya pengen loncat. Byuuuurrr!

Mencoba untuk tidak men-capture sampah, tapi berhubung memang banyak sampah plastik, mau tidak mau ke capture. Sementara pemandangan di sana membuat saya pengen loncat. Byuuuurrr!

Partner jalan-jalan saya, @dwiyuniartid, tidak pernah bisa tidak narsis.

Partner jalan-jalan saya, @dwiyuniartid, tidak pernah bisa tidak narsis.

Tebing karang ke arah Batu Karas. Ya nggak Uluwatu banget sih, tapi nuansanya, seolah-olahnya kan dirasa-sara mirip sah-sah saja ya:p.

Tebing karang ke arah Batu Karas. Ya nggak Uluwatu banget sih, tapi nuansanya, seolah-olahnya kan dirasa-sara mirip sah-sah saja ya:p.

Siapkan papan selancar. Mari kita meluncur di kepala gelombang.

Siapkan papan selancar. Mari kita meluncur di kepala gelombang.

Pemancing terkantuk-kantuk menunggu ikan tertipu.

Pemancing terkantuk-kantuk menunggu ikan tertipu.

Ujung bukit karang ke arah Pangandaran. Tempat matahari terbit. Pilihannya kalau tidak pagi, ya sore-sore duduk di sini ya.

Ujung bukit karang ke arah Pangandaran. Tempat matahari terbit. Pilihannya kalau tidak pagi, ya sore-sore duduk di sini ya.

Ini karang terpisah, jadi ada jembata kecil dan bisa duduk santai di bangkunya.

Ini karang terpisah, jadi ada jembatan kecil dan bisa duduk santai di bangkunya.

Bukit Batu Hiu memang terbuat dari batu karang. Sebagian ada yang terlepas dari bukit Batu Hiu.

Bukit Batu Hiu memang terbuat dari batu karang. Sebagian ada yang terlepas dari bukit Batu Hiu.

Itu katanya karang yang ada di laut itu mirip ikan hiu. Mirip kan?

Itu katanya karang yang ada di laut itu mirip ikan hiu. Mirip kan?

“sonofmountmalang”

Advertisements

18 thoughts on “Surat cinta untuk laut di Batu Hiu

  1. iamforchange says:

    Love the shark! The post, and what stunning photos and the scenes you share… Could be me fishing! 🙂 Thank you for sharing and the translate button! you are awesome… 🙂

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s