6haridiBali (5) berlumba-lumba berburu lumba-lumba

Kapten Nyoman pun ngebut di pagi buta menuju tengah laut.

Kapten Nyoman pun ngebut di pagi buta menuju tengah laut.

Apa yang bisa dilakukan di Lovina, selain santai-santai di pantai, berenang tenang atau ngebir-ngebir sambil mengunyah babi guling renyah? Apalagi kalau bukan berlomba-lomba berburu lumba-lumba mencari sarapan pagi.

Sebelum melaut, saya membayar 140 ribu (dua orang) untuk berburu lumba-lumba dan 140 ribu (dua orang) untuk pergi ke Taman Laut sambil snorkeling. Pasti puas kan?

Sang kapten kapal, Pak Nyoman, bilang berangkat jam 5.15 dari penginapan. Saya dan @dwiyuniartid bangun jam setengah lima pagi. Jam-jam lagi enak-enaknya molor tuh. Demi si lumba-lumba, bangunlah yuk!

Pagi-pagi gelap, saya menuju pantai bersama dua orang tua Jerman dari penginapan yang sama. Kami saling diam saja. Dia tidak begitu lancar bahasa Inggris, jadi ogah-ogahan juga ngobrolnya. Cuma say,”Hallo. Good morning.”

Dan, melautlah kami berlima di atas perahu ketika matahari baru mulai memberikan tanda-tanda cahaya.

Awalnya saya senang. Di lautan terlihat sepi. Hanya ada dua perahu terlihat. Wah! Pasti seru nih.

Eh eh kok kok, ada apa ini ada apa ini, tiba-tiba saja satu demi satu perahu berdatang. Tahu-tahu laut Lovina sudah penuh perahu. Dueengg! Padahal hari Kamis. Apa jadinya kalau Sabtu atau Minggu ya. Haaaa!? Tak apalah. Yang penting melihat lumba-lumba.

Lho kok? Mana lumba-lumbanya. Eh, di sana di sana, belesatt breeekkkk! Semua perahu langsung tancap mesinnya mengejar lumba-lumba. Bles! Lumba-lumba hilang lagi. Belum juga sempat memotretnya. Eh di situ tuh tuh tuh! Pak Nyoman teriak sambil mengarahkan perahunya ke empat kawanan lumba-lumba. Baru juga Pak Nyoman teriak, perahu-perahu lain sudah tancap gas. Ada sekitar 30 perahu dan semuanya menuju lumba-lumba. Lumba-lumba hilang, semua cengo lagi, kecuali Pak Nyoman yang memasang mata elangnya. Canggih lho dia. Perahu lain belum melihat, dia bisa melihat duluan. Namun ya itu, lumba-lumbanya ketakutan dikejar 30an perahu.

Perahu yang saya tumpangi bergerak ke sana, bergerak ke situ, berhenti, berbelok, beputar, ngebut dan segala cara dilakukan agar menjadi yang pertama mendekati lumba-lumba. Lama-lama perut saya terasa dicoliin. Rasanya mulai pengen ngecrod! Eh, ada dua orang Jerman. Gengsi dong ya. Saya tahan sambil terus mengunyah permen untuk menghilangkan mual.

Saya tanya ke Pak Nyoman,”Pak, emang lumba-lumbanya sedikit ya?”

    “Ikan kecil makanan lumba-lumba di sini lagi sedikit. Jadi lumba-lumbanya sedikit juga.

     Dan jarang loncat.”

    “Iya nih. Gagal deh dapetin foto lumba-lumba.”

    “Biasanya banyak.”

Saya memasang lensa tete supaya bisa menangkap lumba-lumba dari jauh. Sudah saya pasang, lumba-lumba cuma ada satu. Ditambah lagi sunrise-nya kurang bagus. Jadi, berburu lumba-lumba pertama saya bisa dibilang gatot. Sementara perut juga makin tidak karuan mualnya.

Sudahi saja yuk! Hari juga sudah lumayan siang. Kan mau snorkeling di Taman Laut. Perahu melesat menuju Taman Laut di dekat pantai.

Woohhhh! Kereennn! Lautnya tenang, ikannya banyak, biota di bawahnya terlihat jelas. Mata saya tidak bisa berlama-lama melihat kejernihan Taman Laut. Pengen MUNTAAHHH! Hahhahahaha! Kebiasaan kalau melihat air laut jernih kok jadi mual ya. Hoeeeeee!

Saat yang lainnya asik melihat Taman Laut dan foto-foto, saya malah duduk menahan mual. Bahahhaahah! NORAAKKK! GAGAL SNORKELING gara-gara mual. Ngoks! Tapi, dijamin sih, kalau jadi snorkeling, seisi perut keluar semua. Sama halnya ketika saya snorkeling di Gili Trawangan. Setelah setengah jam snorkeling, saya mual-mual dan muntah. Woohhh! Ikannya dapat banyak makanan. Habis itu NGEJOPRAK di perahu. Sementara partner saya, waktu itu, tetep asik snorkeling. Hahhahaha!

Gara-gara saya, kali ini, lagi, snorkeling di Lovina pun bubarrr! Uang 140 untuk snorkeling pun blarrr! Tahu begitu nggak ke Taman Laut sekalian. Hihihihih! Ndeso!

Yuk ak! Kembali ke daratan. Saya mau leyeh-leyeh di pantai aja.

Dan, berlomba-lomba berburu lumba-lumba pun selesai sudah. Syukur kepada Allah, saya tidak jadi muntah. Amin! Sekian. Selamat melihat hasil foto-fotonyaaa.

perkenalkan

Perkenalkan, sang kapten Nyoman. Kaya artis sinetron mana gitu ya:p

Perkenalkan, sang kapten Nyoman. Kaya artis sinetron mana gitu ya:p

Seneng banget dia mau snorkeling. Udah pake baju renang segala.

Seneng banget dia mau snorkeling. Udah pake baju renang segala.

suasana di tengah laut

Saingannya juga sudah mulai ngebut.

Saingannya juga sudah mulai ngebut.

Mana lumba-lumbanya nih. Pada pasang mata semua.

Mana lumba-lumbanya nih. Pada pasang mata semua.

Perahu paling depan itu yang pertama melihat lumba-lumba. Ayo siapa cepat dia dapat!

Perahu paling depan itu yang pertama melihat lumba-lumba. Ayo siapa cepat dia dapat!

Nah tuh, suasana berburu lumba-lumba. Ruameeee!

Nah tuh, suasana berburu lumba-lumba. Ruameeee!

Rehat dulu kayanya mereka. Cape ngebut-ngebutan di laut.

Rehat dulu kayanya mereka. Cape ngebut-ngebutan di laut.

lumba-lumbanya 

Yahhhh! Bluurrrr!

Eh, ada tuhh! Yahhhh! Bluurrrr!

Itu diaaaa! Serbuuuuu! Eh, tenggelam lagi.

Itu diaaaa! Serbuuuuu! Eh, tenggelam lagi.

Di sanaaaaaa! Serbuuuu! Yah, telat juga.

Di sanaaaaaa! Serbuuuu! Yah, telat juga.

YES! Loncat! Eh, setting kamera gelap. Cuih! Pake sok-sok'an manual sih!

YES! Loncat! Eh, setting kamera gelap. Cuih! Pake sok-sok’an manual sih!

taman laut lovina

Taman Laut Lovina. Cantik, tapi duh mualll!:p

Taman Laut Lovina. Cantik, tapi duh mualll!:p

Dan moto ini. Sudah tak tahan melihat air laut.

Saya hanya bisa memotret dasar Taman Laut. Ini sebelah kiri perahu.

Saya cuma moto ini

Ini sebelah kanan perahu.

balik ke daratan yuk!

Pulang aja yuk! Cembetut nih yeee nggak jadi snorkeling. Hihihihihih!

Pulang aja yuk! Cembetut nih yeee nggak jadi snorkeling. Hihihihihih!

SELAMAT JAJANJALANJALAN!

 

“sonofmountmalang”

Advertisements

32 thoughts on “6haridiBali (5) berlumba-lumba berburu lumba-lumba

  1. ryan says:

    kebayang sih yang dialami perutnya. hehehehe.
    ongkosnya lebih murah tuh. saya hitungannya kemarin itu 250rb per orang (ber-4 sekeluarga). btw, ada batasan jamnya gak?

    Waktu di sana, jalannya sengaja agak siangan. jam 7 baru keluar. sampai jam 11-an. Sebelumnya dikasih makan dulu. terus snorkling. seru yak… 😀

  2. chris13jkt says:

    Mending konsentrasi dapat foto sunrise di tengah laut gitu, Jat. Bagus-bagus tuh foto sunrisenya. Kalau mau lihat lumba-luma . . . ke Ancol aja. Malah di sana bisa main bola segala lumba-lumbanya 😆

  3. jalal michael sabbagh.http://gravatar.com/jmsabbagh86@gmail.com says:

    Incredible post,the pictures are so vivid .Thank you for your friendship and support.Jalal

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s