Dongeng (17) Berburu Kunang Kunang

Jaman beheula sekali, ketika nenek menjanjikan saya sebuah dongeng sebelum tidur semalam lalunya, saya selalu menagih di malam berikutnya. Ia suka pura-pura melupakan diri, bahwa malam itu ia harus mendongeng.

Lain halnya dengan nenek, saya tidak berpura-pura lupa soal janji mendongengkan sebelum tidur tentang kunang-kunang di kaki Gunung Malang.

Malam ini, sesuai janji semalam lalu, saya akan mendongeng kembali. Semoga dia tidur lebih cepat. Sebab, jika tidak, ia suka meminta dongeng selanjutnya. Keenakan ya semalam dua dongeng.

    “Kamu sudah siap?”

    “Siaaap!”

    “Bagus. Aku akan memutarkan sound efek suara jangkrik, suara aliran sungai dan suara-suara malam lainnya. Supaya nuansa kaki Gunung Malangnya terasa ya.”

    “Okeh!”

Saya pun memutarkan sound effect. Hmmm..! Lumayan. Kamar jadi berasa di sisi sungai.

Ketika itu, ketika jaman kegelapan masih menyelimuti penduduk di kaki Gunung Malang, ketika listik belum masuk, mereka hanya mengandalkan cahaya bulan, bintang, kilat, lampu templok, petromak dan obor bambu. Tetapi, ada satu cahaya terbang, selain bintang yang sudah aku ceritakan sebelumnya, yaitu cahaya dari kunang-kunang.

    “Kamu tahu kan kunang-kunang?”

    “Tahu.”

     “Pernah melihat kunang-kunang?”

    “Pernah.”

    “Pernah menangkap kunang-kunang?”

    “Belum.”

    “Simak cerita selanjutnya ya!”

     “Siap bosss!”

Kunang-kunang, sama halnya seperti bintang, selalu menggoda untuk dilihat. Bedanya, bintang sungguhan hanya bisa dilihat, sementara kunang-kunang bisa ditangkap.

Untuk menangkap kunang-kunang, saya menyiapkan toples dan jaring kecil. Jaring-jaring untuk menangkap, toples untuk wadah kunang-kunang. Gampang kan ya perelatannya.

Kunang-kunang dalam jumlah banyak umumnya lebih mudah ditemui di sawah atau di kebun. Di halaman rumah juga bisa sih. Cuma jumlahnya tidak begitu banyak. Menangkapnya pun lebih susah. Terbangnya lebih selebor dan jarang hinggap. Sementara kalau di sawah, banyak kunang-kunang rehat terbang dengan nemplok di daun padi atau bijian padi atau di pucuk daun teh.

Berburu kunang-kunang haruslah menggunakan cara lembut, supaya tidak membunuhnya. Kunang-kunang ini serangga yang rapuh. Kepencet juga mati. Jadi, jangan sampai membuatnya terluka saat ditangkap.

Saya berburu kunang-kunang tidak sendirian. Seperti biasa, ada dua sahabat saya, yang suatu saat akan ada dalam dongeng sebelum tidur ya. Belum waktunya dia muncul di dongeng.

Kunang-kunang yang ditangkap juga tidak perlu terlalu banyak. Tidak perlu sampai toplesnya penuh. Cukup menangkap sekitar 30an kunang-kunang. Cahayanya sudah bisa membuat toples berpendar-pendar.

Jika toples sudah terisi puluhan kunang-kunang, kami bertiga pulang. Menginap di salah satu rumah. Bebas mau menginap di rumah siapa saja.

Setelah sampai di kamar, saya menaruh atau menggantung toples di sisi bantal atau di langit-langit kamar. Kemudian kami bertiga menatapnya penuh kekaguman tergila-gila. Ketika sudah bosan dan kasihan, ketiga penutup toples dibuka, membiarkan kunang-kunang terbang di sekitara kamar. Ini bagian paling keren! Saya selalu melongo sampai dongo jika melihat puluhan kunang-kunang seliweran di dalam kamar. Kamu harus  menginap di Gunung Malang ya. Kita akan berburu kunang-kunang di malam harinya.

Sebagai ritual terakhir, saya membuka jendela. Membiarkan kunang-kunang keluar. Beberapa masih betah di kamar dan terus bercahaya kelip-kelip.

Asik ya. Kamu mau menangkap kunang-kunang? Kita masukan ke dalam toples dan membawanya ke kamar. Mau?

Mau nggak?

YES! Dia sudah tertidur nyenyak rupanya. Eh, semoga dia tidak mendengar janji saya soal menangkap kunang-kunang di kaki Gunung Malang. Hihihih!

Selamat malam, kunang-kunangku:)

“sonofmountmalang”

Advertisements

16 thoughts on “Dongeng (17) Berburu Kunang Kunang

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s