Kerja-Traveling; Jogja – Gudeg Pawon

Jam buka dapur pawon.

Jam buka dapur pawon.

Jogja masih bernapas sesak di jam 11 malam. Angkringan-angkringan menjamur di pinggir jalan. Jalanan masih ramai. Rupanya anak-anak Jogja masih melek. Dimungkinkan kopi jos.

Saya sengaja mengosongkan perut sedari sore. Bukan untuk ikutan nimbrung di angkringan atau pun di warung lesehan pinggir jalan atau pun alun-alun. Saya mengosongkan perut demi GUDEG PAWON. Konon, banyak orang rela antri untuk menikmati gurihnya opor ayam, nasi panas, gudeg dan pindang telor.

Tanpa basa basi yang panjang, saya langsung menuju Gudeg Pawon di Jalan Janturan. 36-38. Parkiran mobil dan motor sudah banyak. Orang-orang sudah berdiri rapi, mengantri. Ada 12 orang di belakang saya dan ada 20 orang di depan saya. Yang melayani di dapur ada tiga orang. Satu bapak tua, satu ibu setengah muda dan sementara satu ibu lagi sibuk di bagian tungku. Mencuci piring, menanak nasi dan menyiapkan masakan opor, gudeg dan pindang telor. Gerakannya santai sekali, membuat perut saya dan pengunjung lainnya semakin lapar. GLEK!

Setelah menunggu penuh sabar, akhirnya saya mendapat giliran. Nasi, telor, gudeg dan opor ayam. Minumnya teh manis panas. Di makan saat jam 12 malam dalam kondisi perut selapar-laparnya. Dalam hitungan menit, piring sudah habis. Berniat untuk menambah, tapi harus ngantri di 20 orang lagi. Ditambah ingat juga sih perut sedang didietkan supaya memiliki perut six-pack dan dada membusung. Halah!

Sebelum pulang, saya membayar makanannya hanya 28 ribu saja. Murah, enak dan kenyang. Kacau nih Jogja. Makanannya masih murah-murah. Namun sayang, saya tidak sempat merasakan KOPI JOS. Tugas kerja di minggu berikutnya mungkin akan saya sempatkan jika masih ada waktu luang.

Bagaimana? Mau mencoba Gudeg Pawon? Mari….!

Antriannya.

Antriannya.

Semakin lama antriannya semakin banyak.

Semakin lama antriannya semakin banyak.

Si ibu sibuk menanak nasi.

Si ibu sibuk menanak nasi.

Masaknya masih menggunakan kayu bakar.

Masaknya masih menggunakan kayu bakar.

Opor panas. Glek!

Opor panas. Glek!

Pesanan saya. Lidah meleleh:))

Pesanan saya. Lidah meleleh:))

Sibuk makan.

Sibuk makan.

Jangan lupa ya minumnya teh manis panas!

Jangan lupa ya minumnya teh manis panas!

Bebas mau makan di mana saja.

Bebas mau makan di mana saja.

“sonofmountmalang”

 

Advertisements

23 thoughts on “Kerja-Traveling; Jogja – Gudeg Pawon

  1. SiMunGiL says:

    Akkk…saya masih belum bisa menikmati ini di Jogja.
    Sepertinya masih terlalu maniesss…huhuh…Tapi gpp buat bahan ngajak orang makan aja nanti!

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s