Menjadi Zombie

Tiga minggu ke belakang, kehidupan saya berubah total. Tidak bisa jalan-jalan ke mall. Tidak bisa nongkrong di tempat ngopi. Tidak sempat membuat kopi. Tidak bisa jalan-jalan ke pantai, ke gunung dan ke tempat-tempat jauh. Blog pun kosong. Sosial media dianggurkan. Laptop tidak pernah menyala. Kamera juga belum sempat lagi diperkosa.

Kehidupan saya 100% berubah, menjadi zombie. Ranting terlalu banyak menyita waktu. Siang bolong tidur nyenyak, malamnya melek. Melek semelek meleknya. Belum pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa memiliki anak akan sebegitu menguras waktu. Apalagi Ranting belum bisa diajak ngobrol, boro juga jalan-jalan. Yang bisa ia lakukan adalah, pipis, pup, mewek, nyusu dan molor. Entah sampai kapan pola itu akan membuat. Sebenarnya saya sudah tidak sabar ingin membawanya jalan-jalan, mengenalkannya ke semesta, gunung yang berkabut, ke hutan yang lembab, ke sawah, ke pantai dan ke banyak tempat. Sayang, dia belum mengerti apa-apa. Jadi, sementara blog saya akan berkurang konten jalan-jalan tidak pentingnya. Sementara juga, mungkin, akan diisi oleh dongeng-dongeng sebelum tidur, DONGENG TIDUR TALA.

Sementara sekarang, sambil juga kerja, lembur tengah malam, pagi buta, saya akan ngeblog seadanya waktu. Tentunya sambil menjadi ZOMBIE. Hohohohoho!

β€œsonofmountmalang”

Advertisements

8 thoughts on “Menjadi Zombie

  1. Mirna says:

    Selamat menjadi Ayah! πŸ˜€
    Blognya diisi kegiatan-nya Ranting aja. Perkembangannya, udah bisa ngapain, trus kameranya buat motoin Ranting jg. Hehehe…

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s