Berburu Milky Way di Ujung Kulon!

IMG_8806

Galaksi Bima Sakti di langit Ujung Kulon menggunakan kamera 550 saja sih.

Siapa yang pernah memiliki keinginan untuk bisa menghabiskan masa tua, atau, setidaknya, memiliki rumah di atas bukit tinggi atau di pesisir laut bebas polusi cahaya, dengan rumah dan tempat tidur serta ruang membaca beratapkan kaca, sehingga ketika malam menaburkan benih-benih cahaya semiliar warna bentuk dan ukuran, kita bisa dengan penuh khidmat menikmatinya.

Ini yang kita sebut kemewahan tanpa batas yang jauh lebih berharga bintang kelas sembilan di tengah kota. Ini pula yang disajikan malam di Ujung Kulon di pesisir sepi berombak dan di balik jendela kamar dan di taman-taman. Adalah menikmati langit berbanjir bintang. Seperti memuntahkan brutal begitu saja dengan keagung-anggunan yang menjadikan bibir terus berdecak dan pikiran langsung tenggelam ke level bahagia sambil sesekali bilang membilang dan mengajak bocah β€œVirgillyan Ranting Areythuza” petualang di pangkuan saya menghitung bintang yang tak terhitung.

Andai saja membawa lensa lebih bermartabat, kamera terhormat dan tripod lebih manusiawi, mungkin saya bisa mengambil bintang-bintang dan galaksi bima sakti secara paripurna ala-ala fotografer NATGEO. Haaaaaa?!!!! *ngayal babu!

Karena semua keterbatasan, jadinya lebih banyak duduk rebahan sambil ngopi, ngobrol dan menikmati orkesta langit malam.

Siapa mau?

IMG_9171

Bintang tanpa batasan di tepian pantai Honje Ecolodge, Ujung Kulon.

IMG_8784

Tidur bersama bintang-bintang di Rumah Pohon Honje Ecolodge.

IMG_8786

Milky Way di langit Ujung Kulon. Beruntung langit cerah sekali.

IMG_8790

Ayo tebak bintang yang paling terang ini apa ayooo. Kalau ketebak dapet sebotol manual brew keukopian:p

IMG_8799

Milky way bisa dilihat dengan mata telanjang.

IMG_8803

Bahagia tidur di rumah pohon Honje Ecolodge.

“sonofmountmalang”

Advertisements

2 thoughts on “Berburu Milky Way di Ujung Kulon!

  1. Dita says:

    OMG keren fotonyaaaa, ajarin cara motretnya kak!
    Dulu ke ujung kulon cuma ke Peucang….ga sempet liat beginian, sibuk perang sama monyet huhuhu

    • sonofmountmalang says:

      Lagian sih perang sama monyet. Hahhaah! Ih, ini kamera dan lensanya juga ga bagusss. Kebetulan langit cerah banget, tidak ada polusi cahaya dan tentu saja milky way-nya bisa dilihat dengan mata telanjang. Dan tentu saja dibantu APPS STELLARIUM MOBILE untuk lebih mengecek kepastian telentang di mana itu milky way. Tsahh!

      Harusnya di Peucang bisa lebih keren sih ya, karena lebih ga polusi cahaya. Hohohoho. Selebihnya menggunakan aturan baku kang foto pro aja, kaya bukaan 30 detik maksimal, ISO maksimal dan perasaan saat fokuskan lensa ke langit gelap sih yang PR banget.

      Sama, jangan lupa tripod. Soalnya ini ga pakai tripod. Lupa bawa dan cukup banyak penghalang semacam pohon pepaya, pohon kelapa:))

      Coba ke puncak Rinjani kayanya lebih gampang ya atau ke Madagascar. Peerrrr kaannn:p

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s