Wisata Mozaik Lumpur Lapindo, Wisata di Atas Bekas Derita

 

20170924_172253

Mozaik di atas rumah-rumah korban Lumpur Lapindo.

Seluruh dunia tahu dahsyatnya bencana Lumpur Lapindo yang terjadi tahun 2006. Tapi mungkin belum semua orang berkesempatan melihat langsung lautan lumpur yang memendamkan enam belas desa di tiga kecamatan dan memberikan dampak mengerikan lainnya. Tidak usah disebutkan ya. Seluruh dunia sudah tahu dampak lingkunga, sosiologi mau pun psikologi. Saya tidak akan memperdalam dampak yang mengerikan itu yang telah dialami ribuan penduduk di sekitarnya.

Bagi sebagian orang yang pernah mendengar dan melihat di media, setidaknya pasti merasakan sebuah rasa penasaran. Ingin melihat langsung seperti apa bencana Lumpur Lapindo sekarang. Yang mungkin juga sudah dilupakan banyak orang.

Karena kebetulan saya sedang ada road show program TV untuk mencari THE BEST YOUNG ENTREPRENEUR yang diadakan Diplomat Success Challenge. Kebetulan juga kota pertama itu adalah Surabaya, maka selain kerja, kulineran, tidak ada salahnya menengok sisa-sisa bencana Lumpur Lapindo. Terbayang sih jeritan derita pada jamannya. Mungkin sampai sekarang masih merasakan perihnya terkena bencana Lumpur Lapindo.

Jadi kalau kalian masuk ke area Lumpur Lapindo, akan ada orang yang pernah menjadi korban bencana dan akan menjelaskan secara detail segala kejadian. Sekaligus jualan CD berisi kegiatan aktivist yang meneriakkan soal ganti rugi ke pemerintahan pusat.

Sementara teman saya mendengarkan penjelasan dari korban Lumpur Lapindo, saya jalan-jalan ke tengah lumpur yang sudah mengering. Selain saya, ada juga beberapa pengunjung lainnya. Mereka penasaran juga dengan sisa bencana. Toh juga, sebagian berpikir, ini tempat wisata baru. Padahal mah sih ini buat tempat wisata, tapi lebih ke Monumen Bencana. Kalau wisata, kesannya terlalu ironi. Sebab, ini semacam wisata di atas penderitaan dan bencana bagi korban Lumpur Lapindo. Duh! Serius banget sih bacanya. Eh, tapi benar kannn? Ini bukan tempat wisata lho meskipun sebagian orang bilangnya, “Wisata Baru Lumpur Lapindo.”

Buat kalian yang penasaran dan ingin melihat seperti apa wajahnya Lumpur Lapindo, silakan mampir dengan membayar uang masuk dan parkir “Tidak Resmi” sekitar 10.000 rupiah per orang dan melihat lebih dekat menggunakan ojek sekitar 30.000 rupiah per orang.

Selanjutnya, saya akan kulineran di Surabaya sebelum berlanjut ke Jogja dan kota lainnya.

Note: Berhubung Smartphone SAMSUNG GALAXY K ZOOM tercinta saya rusak dan tidak ada generasi ZOOM lainnya, maka SAMSUNG PROJECT digantikan dengan smartphone SAMSUNG S 8. Semoga hasilnya sebagus SAMSUNG GALAXY K ZOOM! Haistt! Pamerrrr! Seperti apa hasil jepretan SAMSUNG S 8? Cobalah kita jepret sana sini yuk!

SALAM JALAN JALAN SAMBIL KERJA!

 

20170924_170010

Lautan lumpur yang sudah hancur berkeping-keping. Seperti perasaan para korban nampaknya.

20170924_170345

Pecah pecah pecah

20170924_170357

Sejauh mata memandang, di bawahnya terkubur ribuan rumah dan pabrik, sawah dan perikanan.

20170924_170543

Di atas kering, di bawah labil.

20170924_170625

Perasaanku dipecah-pecah menjadi jutaan pecahan.

20170924_170638

Lihatlah, polanya tak berpola.

20170924_170701

Kering jadi mozaik, hujan jadi lumpur.

20170924_170707

Semacam karya seni.

20170924_170948

20170924_171242

Keren juga ya foto pakai SAMSUNG S 8. Hahahha! Jadi males bawa DSLR sebagong kannn.

20170924_171452

Rumah siapa yang ada di bawah ini, pastilah ia sedang meratapi diri.

20170924_171628

Ini atap sebuah pabrik.

20170924_171658

Terbayang kan tinggi banjir lumpur.

20170924_171737

Monumen Kecerobohan manusia di Lumpur Lapindo.

20170924_171751

Mungkin kondisi pemilik pabrik ini pun sudah penuh karat perasaannya.

20170924_171807

Besi saja bisa hancur, apalagi korbannya.

20170924_171829

Doh! Sudah jatuh cinta sama hasil kameranya. Eaaa!

20170924_171841

Keropos dimakan kelalaian manusia.

20170924_171945

Didera sesepian.

20170924_172146

Berdiri rapuh.

20170924_172202

Hilang keseimbangan.

20170924_172310

Hancur sehancur hancurnya.

“sonofmountmalang”

Advertisements

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s