Cara tepat memilih termometer untuk membuat kopi yang enak

IMG_0771

Termometer analog kesayangan saya. Muuachhhh!

Mungkin ini asing bagi sebagian awam ya. Sebegitu ribetnyakah membuat kopi, sampai-sampai dibutuhkan sesosok termometer. Lalu buat apa sih termometer ini? Berapa harganya? Di mana belinya? Apakah mahal? Apakah murah? Tetap dibutuhkan untuk membuat kopi nggak sih si termometer ini?

Coba ya kita buka satu-satu pertanyaan di atas. Pertama, soal fungsi termometer. Di jaman dunia perkopian Indonesia yang sedang dalam kondisi gegap gempita atau lebih tepatnya dalam kondisi keukopian. Semua kelas wajib mengopi dengan cara-cara yang cenderung baru di Indonesia. Sementara di luar negeri sih sudah lama. Weeee! Kitanya saja yang terlambat demam keukopian. Eiitss!

Nah, fungsi termometer ini untuk mengukur suhu ketika mem-brew kopi secara manual. Ada puluhan cara mem-brew kopi secara manual, salah satu caranya ada yang membutuhkan termometer untuk mengukur suhu air yang akan diseduhkan ke kopi. Kita tidak bisa mengira-ngira tinggi rendahnya suhu air tanpa alat. Kecuali sudah super canggih sekali bisa mengetahui suhu air dengan melihat dan mengira-ngira. Kalau tidak secanggih itu, maka hadirlah termometer untuk membuat kopi.

Termometer ini untuk menentukan suhu seduh ideal. Menurut aturan perkopian dunia, suhu ideal untuk menyeduh kopi secara manual itu antara 91 – 96 derajat. Sementara kalau beberapa barista di Indonesia menggunakan konsep suhu 85 – 90 derajat. Kalau saya sih menganut 90 – 95 derajat. Di atas 96 derajat itu suhu yang sangat tidak dianjurkan untuk menyeduh kopi. Apalagi sampai suhu 100 derajat. Suhu di atas itu akan merusak konstruksi rasa kopi dan cenderung “membakar” aroma, rasa dan keaslian kopinya. Ajibb!

Coba bayangkan menyeduh kopi seraca manual tanpa termometer. Bisa-bisa asal-asalan menyeduhnya, dan rasanya pun jadi asal-asalan. Sayang kan. Nah makanya dibekalilah dengan termometer.

Kemudian apa yang harus dipertimbangkan dalam memilih termometer untuk kopi ini?
Sederhana saja sih pertimbangannya, selain harga juga jenisnya. Mau termometer analog atau digital. Keduanya tidak memilik perbedaan signifikan sekali. Kalau pun bicara keakuratannya, sepertinya kedua jenis termometer ini memiliki keakuratan yang sama. Hanya saja, kalo yang digital angkanya jelas kan. Bisa dilihat dengan tepat tanpa harus menilik lebih dekat. Karena data yang keluar dalam bentuk angka. Misalnya, 91,5 derajat dan seterusnya. Nah, kalau termometer analog, kita yang harus teliti melihat geraknya jarum di angka berapa. Itu saja sih. Kalau mau repot, ya pilihlah termometer analog. Kalau mau mau ribet, pilih termometer digital. Gampang kan yah.

Berapa sih harga yang harus dibayar untuk sebuah termometer?
Harganya tergantung jenis termometer. Ada digital dan analog. Saya sendiri punya termometer analog. Harga untuk termometer analog yang saya beli itu sekitar 175.000 rupiah. Untuk digital harganya pun beda-beda. Ada yang 85.000 macam Mokhmano Digital Thermometer rupiah tetapi ada juga sampai 1.600.000 rupiah dari Hario V60 Drip VTM-1B Thermometer. Namun khusus Hario V60 Drip VTM-1B Thermometer bisa disatukan dengan ketel hario. Hmmm…! Mahal yah. Seperti di bawah ini gambarnya. Klik saja kalau mau lebih tahu lebih lanjut.

Kalau untuk mengecek perbandingan harga-harga termometer, kalian bisa klik di sini dan tentukan jenis termometer mana yang akan kalian beli.

Di mana belinya berbagai jenis termometer untuk manual brew ini?
Karena industri kopi dan bisnis kopi berkembang cukup pesat di Indonesia, maka alat-alatnya pun mudah ditemukan di mana-mana. Mulai offline store di kota-kota besar Jakarta, bisa juga ditemukan di marketpalce atau e-commerce. Pilihannya pun banyak, sesuai selera dompet.

Gimana? Sudah menentukan mau termometer analog atau digital?

IMG_0805

Ini termometer handalan saya setiap kali membuat kopi manual brew.

IMG_0799

Nampak nggak begitu banyak berguna ya, belum tahu saja kalau tiba-tiba benda ini hilang di edaran tempat ngopi di rumah. Gigit jari:p

Termometer analog model lain yang harganya lebih murah.

Termometer digital yang harganya masih terjangkaulah.

“sonofmountmalang”

Advertisements

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s