Manusiaku Manusiamu Manusianya – Mustache And Beard

DSC 201676

Manusiaku Manusiamu Manusianya – Mustache And Beard.

Bandung lautan mojang priangan.  Yes! Lagi-lagi Bandung. Bandung-Bandung lagi. Tidak akan pernah kehuasan dengan cerita. Selalu ada cerita baru, di kota Bandung, tempat di mana legenda sepak bola Sunda, Ajat Sudrajat membawa bola, bola disepak Ajat, Ajat disepak bola dan yaaaaaa bola masuk sampai dalam sekali dan aaahhh crooodddds!

Namun di sini, saya tidak akan bercerita panjang soal Ajat, tetapi satu band indie asal Bandung yang rupa-rupanya membuat hati jatuh pada alunannya. Tidak banyak musisi Indonesia yang bisa diterima selera saya. Lhaaa sapa gueee! Selain semacam SORE, THE UPSTAIRS dan sedikit suka sama Rock N Roll Mafia, PMR, Nasida Ria, Soneta Grup ada satu band Indie asal Bandung dan saya sukaaaaaa 100000%! *heh?! Ga salah kan tuh PMR, Soneta Grup dan Nasida Ria?*

Mustache And Beard nama band-nya. Alirannya apa ya? Semacam mengusung folk song nan romantis. Nahh sotoy kannn. Lagu-lagunya yang doh! Enak didengerin di suasana apa pun. Sambil nyetir, sambil bengong di bale-bale rumah, sambil ngopi di lokasi kemping berayun-ayun di hammock dan sambil menikmati hujan di jendela balik kaca. Liriknya bahasa Indonesia sejuta makna. Sepertinya memang mereka ingin menyampaikan sesuatu dengan bahasa sederhana namun dalem. Jleb! Nusuk-nusuk sampai ke biji hati. Saya tidak akan bahas lagu satu per satuannya sih. Bukan tukang riview lagu dan pengkritisi musisi. Hanya penikmat dan berbagi nikmat, bahwa ke 9 lagu, mulai dari Permulaan, Tanda Kutip, Rumput, Senyum Membawa Pesan, Melawan Senja, Kabar Terakhir, Hujan Kemarau, Duta Seluruh Taman dan Sang Penawar ini semuanya saya suka. Paling suka Hujan Kemarau sih, tapi semuanya sukaaa!

Lantas kenapa namanya Mustache And Beard? Kenapa nggak Kumis en Jenggot aja sih. Biar keren kayanya pake basa Inggris. Toh, hampir rata-rata band indie asal Bandung itu menggunakan bahasa Inggris untuk nama bandnya. Mungkin semacam trend kali ya. Sementara kenapa Mustache And Beard, jawab vocalisnya ringan, ya karena kita semua berjenggot dan berkumis. Ta elahhh om!

Buat yang penasaran, coba saja dengarkan dan pantau di YOUTUBE Mustache And Beard sebelum memutuskan membeli album manualnya atau album digital. Kayanya sudah ada di iTunes sih. Saya beli CD-nya sewaktu di mereka manggung di salah satu café di Bandung. Jarang-jarang kaan saya beli CD music. Biasa download bajakan muluk. Oooppss!

Sudahlah yah, saya mau terlarut selagi kopi ngebul dan pikiran sedang manis-manisnya untuk mengkhayal.

DSC 2016142

Selain fokus dengerin lagunya, juga fokus sama yang nonton yaaaa. Ini Bandung kakkkkk.

DSC 2016106

Heh!? ABG jam malem bukannya belajar ya. Malah kelayapan. Awas ada yang naksir lho ntar.

DSC 2016129

Tante, anaknya nih belum ngerjain PR:P

*Kalau manggung di Jakarta, kabarin donk. Lhaa!*

Mustache And Beard – Lokasi Butterfield Cafe Bandung

Afif : Accordion, Flute and Vocal | Febryan : Guitar and Vocal | Bima : Guitar and Vocal | Ari : Bass | Nagib : Drum | Adri : trumpet

 

“sonofmountmalang”

Advertisements

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s