Camping

Cobain yuk ke semi glamping ENAK & MURAH di dinginnya Cileunca Lake Side! Part 1

20180330_074343

Tol Soroja.

PANGALENGAN. Gabungan dari kata KALENG dikasih awalan PE dan AN. K melebur jadi PENG – AN. Kalau di Indonesia, akan menjadi PENGALENGAN. Karena di Tanah Sunda, maka jadi PANGALENGAN. Kenapa namanya PANGALENGAN? Ada yang tahu?

Menurut sejarah singkat soal nama Pangalengan, namanya diambil dari kondisi pada zaman Belanda di mana saat itu tanaman kopi banyak sekali dan hasi kopi tersebut dipack ke dalam kaleng, mungkin untuk diekspor ke Eropa dan negara-negara tujuan ekspor hasil komoditi daerah jajahan Belanda. Selain, kina, teh dan cengkeh, kopi merupakan salah satu komoditi paling berharga pada zamannya. Kalau bicara sejarah kopi di Pangalengan, yang terkenal dengan kopi Malabarnya, tidak akan selesai satu halaman nih. Sementara skip dulu aja ya. Nanti akan saya bahas dua tempat ngopi paling otentik di Pangalengan. Untuk kali ini postingannya hanya membahas tentang PERKEMPINGAN.

Pertanyaan pertama ketika melihat ada tanggal merah di long weekend, “Akan kemping di mana kita?”

20180330_083245

Selamat datang di Pangalengan.

20180330_091319

Perkebunan TEH MALABAR.

20180330_091813

20180330_091823

Ayo kita metik teh nyoookk.

Beberapa bulan sebelumnya di Gunung Bunder, beberapa bulan sebelumnya lagi di kaki Gunung Papandayan dan masih seputaran Jawa Barat, saya mencari kempingan di Pangalengan. Secara kalau mencari ke daerah Ciwidey juga sudah bosan, daerah Lembang juga macet, maka diputuskan fokus mencari kempingan di wilayah Pengalengan. Pilihan pertama mencari di Malabar, karena posisinya persis di kaki gunung atau di perbukitan, dijamin dingin sekali kan. Ternyata mencari-cari di perkebunan teh Malabar tidak ditemukan kempingan. Lalu mencari di Gunung Puntang, cukup banyak spot kemping dan berpikir banyak, karena kali ini mau kempingan santai.

Mungkin keywordnya salah. Coba carinya SEMI GLAMPING atau GLAMPING di Pengalengan. Barulah keluar GLAMPING SITU CILEUNCA – Pengalaman Menginap di Alam Bebas. Browsing-browsing, melihat testimonial orang dan melihat foto-fotonya, ngecek dinginnya suhu di sana dan tentu saja menghubungi Pak Prisa, sang pengurusnya. Bertanya-tanya suasana, situasi dan bisa ngapain aja plus harganya berapa, dan akhirnya DIPUTUSKANLAH memilih kemping di CILEUNCA LAKE SIDE.

20180401_081716

Selamat datang di Situ Cileunca.

20180330_152615

Mana kempingannya?

20180401_081721

Jam 12 siang. Campuran antara dingin dan matahari panas.

IMG_8261

Ngopi dulu apa kita di sini.

20180331_102718

Berenang yuk!

Kenapa kemping di Cileunca Lake Side? Yuk! Kita telusuri penyebabnya. Hahahah!

Berangkat dari Jakarta Utara sekitar jam empat pagi. Kenapa pagi-pagi sekali. Pertama, LONG WEEKEND, semua orang menuju arah tol Bekasi – Cikampek. Kedua, jalanan menuju ke sana babak belur macetnya. Bisa tiga – empat jam sendiri di tol Bekasi – Cikampek. Jadi, daripada bermacet-macetan terlalu lama karena kesiangan, lebih baik subuh-subuh sekali dan kena macetnya hanya sedikit saja.k

Tapi benar saja sih, saya berangkat jam empat dan di KM sebelum 19 sudah macet. Akhirnya menggunakan teknologi WAZE. Saya diajak keluar tol bekasi, lalu dibawa ke daerah Cikarang dan baru diarahkan lagi masuk di setelah KM 40 alias tidak terkena antrian di pintu tol Cikarang Utama. Itu pun masuk di KM 40an, jalanan sudah macet dan pas dicek di WAZE, rupanya ada truk tabrakan di KM 45an. Jarum jam sudah menunjukkan setengah enam pagi. Berarti sudah sejam setengah, saya masih berada di seputaran Cikarang. Kebayang ‘kan mendengar cerita teman yang berangkat jam 6 pagi dan sampai Bandung jam 2-an.

Setelah melewati KM 45, oh ya bener saja, ada truk segede bagong di lajur tengah sedang berusaha diderek karena kondisi kepalanya bonyok. Kesel nggak sih! Di saat berangkat pagi-pagi buta dan kena macet gegara truk kecelakaan. Ini insight banget ya di tol Bekasi – Cikampek, sering tiba-tiba kena macet, taunya ada truk mogok, truk nabrak, dan truk lain-lainnya. Yang pernah ngalamin, coba tunjuk tangan!

Setelah KM 45, jalanan bablas lancar sampai keluar tol Soroja. Keluar tol Soroja sekitar 07.40an. Okehlahyah. Usaha bangun pagi dan jam delapanan sudah berada di Soreang. Total jarak tempuh sementara 156 KM dengan waktu tempuh 4 jam plus istirahat, pipis, beli kopi, isi bensin sekitar setengah jam di KM 88.

Selanjutnya, perjalanan dari keluar tol Soroja dan langsung menuju Pangalengan dengan jarak tempuh sekitar 30 KM dan waktu tempuh sekitar 1 jam. Nyetir santai sambil mencari belokan menuju tempat ngopi paling otentik di Pangalengan dan sekaligus mencari tempat makan. Yuk!

Setelah melewati jalanan berbelok-belok, akhirnya bertemu papan nama di pinggir jalan ke tempat ngopi yang ditunggu-tunggu. Tempat ngopi apaan sih? Itu rahasia dulu ya. Dipostingan berikutnya saja. Sekarang saya mau ngopi dulu. Setelah ngopi, baru makan. Ahey!

 

Yep! Kopinya enak! Tempat ngopinya enak. Pemandangannya enak! Sekarang saya akan makan dulu di rest area KBPS Pangalengan. Restoran berbasis susu sapi dengan harga murah meriah dan rasanya enaklah buat yang laper banget. Setelah kenyang, perjalanan menuju ke Situ Cileunca dari KBPS Pan

 

galengan itu sekitar 4,5 KM. Semakin dekat ke lokasi kemping. Penasaran kan kaya apa kempingannya.Yuk! Kita bikin bersamsung aja postingannya. Weeee!

Sambil menunggu, kita istirahat dulu di sini! Kita tunggu aja SENSASI semi glamping MURAH di dinginnya sisi SITU CILEUNCA, Pangalengan – Bandung Selatan (part-2) yaaaaa!

20180401_080118

Duduk kita di sini sambil menyiapkan perlengkapan kemping dan ngopi yaaa!

 

 

“sonofmountmalang”

 

 

Advertisements

4 replies »

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s