coffee

Membongkar Kopi La Bajo Flores Fine Grind dengan Moka Express Paling Kecil di Dunia

 

La Bajo Coffee22

La Bajo Flores Fine Grind.

Sudah beberapa tahun lalu saya punya rencana ke Flores. Kenapa? Selama ini mengenalnya hanya melalui kopi Single Origin, salah satu kopi Single Origin yang saya idolakan, Flores Bajawa. Namun ada juga yang suka menulisnya Kopi Bajawa, ada juga yang nulisnya Flores Bajawa. Bajawa lebih merujuk ke nama wilayahnya. Karena pola di Indonesia kebanyakan, seringkali menyebut Single Origin disesuaikan dengan daerah penghasil kopinya. Di Flores sendiri wilayahnya tidak hanya Bajawa, ada Manggarai, ada Labuan Bajo. Jadi nama kopinya kadang beda-beda, sama halnya seperti di Sumatera kan yah? Oke, skip dulu ya soal itu. Kita kembalikan ke La Bajo.

Kenapa nama kopinya La Bajo? Nama itu diambil dari Labuan Bajo, ibukota Manggarai Barat. Nama Labuan Bajo sendiri datang dari suku yang tinggal di pesisir pantai, yaitu Suku Sama, Samal atau Bajo. Suku ini merupakan suku asli Kepulauan Sulu Filipina Selatan. Mereka hidup nomaden dari satu laut ke laut lainnya. Karena hidup di atas laut dan terus berpindah-pindah, maka tidak heran penyebarannya hampir selalu ada di pesisir pantai. Suku ini tidak hanya mendarat di pesisir barat Flores, ada juga di pesisir Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi. Menurut info, Suku Bajo yang mendiami pesisir barat Flores ini berasal dari Sulawesi. Nah, jika yang dari Sulawesi ini nomaden dari Kepulauan Sulu, maka sudah bisa dipastikan Suku Bajo yang mendiami pesisir barat Flores ini adalah imigran laut dan bukan “berdarah” Indonesia. Namun mereka sudah tinggal di sana puluhan tahun sebelum kalian mengenal Flores sebagai destinasi wisata dunia. Jadi, ke sejuta kalinya, masih ada yang mau klaim “ASLI INDONESIA”? Skip lagi yak soal itu.

Jadi sudah tahu kan kenapa namanya La Bajo Coffee? Kalau sudah tahu, kita bongkarlah yuk kopinya. Ini salah satu oleh-oleh dari teman kantor yang baru saja pulang liburan selama seminggu di Flores. Mendengar cerita liburannya, bikin ngeces. Tapi mendengar bajetnya, bikin ciut. Oh ya, dia sih bukan bajet backpacker ya. Bajetnya liburan mewah. Nabung dulu aja ya kalau mau seminggu di Flores. Sambil menunggu duitnya kumpul, kita nikmati dulu saja oleh-olehnya sambil ngayal berada di Flores.

Kembali ke La Bajo Coffee. Kopinya ini dalam bentuk Fine Grind. Ditubruk bisa, diseduh pakai mokapot pun bisa. Pakai aeropress juga masih bisa. Pakai apa saja bisa, terserah kalian sukanya kopi diapain sih. Hahahha! Sementara kalau saya pakai moka express one cup. Roasting-nya pun tidak gelap. Kayanya light to medium ya. Kalau ditulisannya sih house blend dua jenis kopi. Arabika dan robusta. Keduanya dari Flores yang pasti. Namun memang selalu ada kelemahannya kalau mendapatkan kopi bubuk di pack jika tidak menggunakan teknologi kedap kaya Illy Coffee. Kalau kalian membeli Illy Coffee, rasa bahagia yang akan kalian dapatkan adalah ketika membukanya ada bunyi “Pup!” dan semerbak segarnya aroma kopi langsung menyeruak. Kalau La Bajo ini, ketika dibuka, tidak seharum membuka kopi masih dalam bentuk biji, yang basic-nya masih fresh atau kopi bubuk lainnya yang teknologi pack-nya sebagus Illy Coffee atau dari proses roasting ke giling ke pack dan ke tangan konsumen tidak terlalu lama.

 

La Bajo Coffee16

Proses pembuatan menjadi lama kalau melibatkan barista cilik ini nih.

La Bajo Coffee21

One cup untuk La Bajo Flores Fine Grind.

La Bajo Coffee18

 

Moka Express one cup. Kalau dicek harganya sih sekitar 400 ribuanlah. Bisa dibeli di sini kalau mau koleksi.

 

La Bajo Coffee17

Bialetti Moka Express 1 Cup.

La Bajo Coffee4

Bialetti Moka Express 1 Cup.

 

La Bajo Coffee10

Barista cilik siap merusuhkan suasana.

La Bajo Coffee16

Proses pembuatan menjadi lama kalau melibatkan barista cilik ini nih.

La Bajo Coffee21

One cup untuk La Bajo Flores Fine Grind.

La Bajo Coffee18

 

Moka Express one cup. Kalau dicek harganya sih sekitar 400 ribuanlah. Bisa dibeli di sini kalau mau koleksi.

 

La Bajo Coffee4

Tapi tak apa juga. Tak begitu masalah. Bagi saya, mendapatkan La Bajo Coffee saja sudah beryukur dan mungkin ini pertanda, juga peringatan untuk saya harus segera menuju Flores. Keliling Flores, wisata kopi, wisata komodo, hopping island. Sementara, sambil ngayal, yuk kita ngopi La Bajo.

Catatan saja, karena light to medium roasting, enaknya La Bajo Coffee yang saya bikin menggunakan moka express one cup memang enaknya diminum tanpa campuran susu. Hitam lebih enak rasanya. Yuk!

La Bajo Coffee13

La Bajo Coffee dan Bialetti Moka Express 1 Cup.

La Bajo Coffee2

Pas dituang aromanya ada wangi coklat, kacang, flowery dan nggak strong kaya kopi hitam dengan dark roasting pada umumnya. Lembut aromanya.

La Bajo Coffee12

La Bajo Coffee dan Bialetti Moka Express 1 Cup.

La Bajo Coffee11

La Bajo Coffee dan Bialetti Moka Express 1 Cup.

La Bajo Coffee5

La Bajo Coffee dan Bialetti Moka Express 1 Cup.

La Bajo Coffee7

La Bajo Coffee dan Bialetti Moka Express 1 Cup.

La Bajo Coffee3

La Bajo Coffee dan Bialetti Moka Express 1 Cup.

La Bajo Coffee9

Pas one cupnya kan.

La Bajo Coffee

Sementara barista ciliknya sibuk dengan bubuk kopi, saya ngopi dulu yaaa.

Oh ya, kalau penasaran dengan La Bajo Coffee ini, bisa kalian beli juga di marketpkace sih.

“sonofmountmalang”

 

 

 

Advertisements

komen sebagian dari blogging!:))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s