Category: Cerita untuk Ranting Areythuza

Dongeng (51); Diculik Kelong Wewe

Dulu, Ting. Dulu sekali, waktu aku di kaki Gunung Malang. Hidup aku dipenuhi dengan mitos-mitos. Banyaaaaak sekali mitos. Salah satu mitos yang bikin kita semua ketakutan adalah Kelong Wewe. Apa sih Kelong Wewe? Konon, kata orang tua di kaki Gunung Malang, dia itu sukanya nyulik anak kecil atau […]

Dongeng (50); Buah Canar

Oke, Ting. Siap-siap ya. Malam ini aku akan cerita tentang salah satu buah yang bisa dimakan di hutan. Karena sudah lama ya aku tidak cerita sebelum tidur. Jadi. Dulu. Ketika aku masih kecil. Di kaki Gunung Malang, kerjaanku sering keluar masuk hutan. Jadi, salah satu yang harus dikuasi […]

Dongeng (47); Bahaya Pohon Rengas!

Dulu. Pada zaman dahulu kala. Di kaki Gunung Malang. Ketika aku masih kecil sekali. Awalan sebuah dongeng sebelum tidur untuk Virgillyan Ranting Areythuza, yang selalu antusias mendengarkannya. Kali ini aku akan menceritakan tentang Rengas. Salah satu kayu yang paling ditakuti di hutan Gunung Malang. Jadi, Ting, dulu banget. […]

(1) Cerita untuk Ranting Areythuza; “Seorang Rindu”

                        Seorang Rindu                  Ran, kataku, memulai sebuah perbincangan ketika kami berdua duduk di kursi kayu di sebuah café di Dago, tempat di mana asap kopi menyampaikan doa-doa ke langit hampa bintang.             Aku pernah sekali menjatuhkan cintaku pada seorang perempuan di sini, lanjutku. Ranting, sahabat […]