Category: Cerita untuk Ranting Areythuza

(1) Cerita untuk Ranting Areythuza; “Seorang Rindu”

                        Seorang Rindu                  Ran, kataku, memulai sebuah perbincangan ketika kami berdua duduk di kursi kayu di sebuah café di Dago, tempat di mana asap kopi menyampaikan doa-doa ke langit hampa bintang.             Aku pernah sekali menjatuhkan cintaku pada seorang perempuan di sini, lanjutku. Ranting, sahabat […]