Skip to content
Advertisements

Category: dongeng tidur tala

Dongeng (41) Hantu gadis bunuh diri di kebun tomat bergentayangan

Pada suatu hari, di kaki Gunung Malang…. Begitulah awal cerita Dongeng Sebelum Tidur dimulai. Malam ini agak sedikit horor. Jika tidak kuat, merem saja dan tinggal tidur ya. Siap-siap? Pada suatu hari, di kaki Gunung Malang, tersebutlah sepasang kekasih belia. Umurnya masih belasan tahun, namun mereka berdua sudah terbakar asmara berapi-api hingga tak kuasa menahan hawa napsu. Bercinta di kebun dan di tempat-tempat sepi di kaki Gunung Malang merupakan kebiasaan yang seringkali mereka lakukan. Begitu menurut cerita dari mulut ke mulut penduduk di kaki Gunung Malang. Tiba-tiba saja penduduk kampung… Read more Dongeng (41) Hantu gadis bunuh diri di kebun tomat bergentayangan

Dongeng (40) Hantu Awi Temen

Tidak maksimal rasanya jika Dongeng Pengantar Tidur tidak dilanjutkan kembali. Itulah sebabnya, dongeng ini akan hadir untuk menemani jelang tidur sebelum mata sungguhan terpejam. Malam ini, saya akan menceritakan tentang Hantu Awi Temen. Siap-siap ya. Dulu, di kaki Gunung Malang, negeri sejuta mitos dan sejuta cerita hantu serta tempat-tempat angker, tersebutlah salah satu tempat horor di kalangan penduduk. Ceritanya sederhana, seperti biasa, dari mulut ke mulut dan jadilah viral. Semua percaya benar adanya. Jadi, di salah satu jalan, kebetulan, jalan-jalan pada jamannya itu masih belum beraspal dan kanan kiri masih… Read more Dongeng (40) Hantu Awi Temen

Dongeng (39) Halimah dan Goa Gawir

          “Masih ingat Halimah kan? Perempuan penyembah hujan? Anak Pak Endang. Gadis tomboy, liar dengan kulit seputih kabut pagi di atas situ tengah hutan. Badannya lebih bongsor dari gadis seumurannya. Payudara lebih besar dari gadis seumurannya. Gaulnya pun lebih sering dengan anak laki-laki ketimbang anak perempuan di kaki Gunung Malang. Ia sama-sama suka bermain layangan, suka bermain bola dan permainan anak laki-laki lainnya.” Aku memulai sebuah dongeng lagi. Dongeng sebelum tidur. Dongeng tentang kehidupan di kaki Gunung Malang.          “Kali ini aku kasih judul Halimah dan Goa Gawir.”       … Read more Dongeng (39) Halimah dan Goa Gawir

Dongeng (38) Mencari Rumput

Sekarang, malam ini, aku mau dongengin soal rumput ya.        “Kamu tahu, kan? Ting? Rumput?” Ranting diam saja. Ia hanya melirik ke arahku, kemudian menarik ujung jari-jariku. Ia menggenggamnya. Memainkannya dengan ujung jempol. Sesekali terasa kukunya menekan ujung jari. Ia memang suka iseng. Kadang suka mencubit kecil-kecil, namun tidak begitu sakit. Rumput, di kaki Gunung Malang, bagi kebanyakan penduduk, memiliki peranan sangat penting. Kalau dibilang kebutuhan premier, bisa dibilang juga begitu ya. Tidak ada rumput, seluruh penduduk kampung bisa panik dibuatnya. Kenapa rumput begitu penting? Setiap kepala keluarga, bahkan anak-anaknya,… Read more Dongeng (38) Mencari Rumput

Dongeng (37) Si Unyil

Malam ini aku akan dongengin soal Si Unyil ya. Tapi bukan tentang Si Unyilnya sih. Ini tentang bagaimana susahnya mau nonton Si Unyil. Bertepatan juga dengan hari di mana Pak Raden meninggal. Sekalian mengenang serunya hidup di jaman dulu.             “Kamu sudah siap dengerin dongeng, Ting?” Ranting sudah rebahan di sebelah saya. Dia sudah mulai mengucek-ngucek matanya.             “Aku mulai ya.” Jaman dahulu kala, tempat di mana aku menikmati masa kecil, di kaki Gunung Malang, itu belum ada listrik. Semua orang mengandalkan minyak tanah. Eh, Ting, ini ada sesi dongeng… Read more Dongeng (37) Si Unyil

Dongeng (36) Perang di kaki Gunung Malang 2

Malam ini saya akan melanjutkan dongeng tentang peperangan di kaki Gunung Malang. Malam sebelumnya kan perang di semak belukar. Kali ini PERANG DI KEBUN TEH. Di kaki Gunung Malang banyak sekali perkebunan teh. Hampir semua keluarga memiliki kebun teh di belakang rumahnya atau di kebunnya. Meskipun luasnya hanya dua kali lapangan voli. Intinya, memiliki kebun teh sendiri itu seperti sudah sebuah kewajiban. Nah, biasanya, kalau untuk perang, dibutuhkan kebun teh yang cukup luas. Seluas lapangan bola, minimal. Kebun tehnya pun posisinya harus diperbukitan. Lagipula jarang sih perkebunan teh di kaki… Read more Dongeng (36) Perang di kaki Gunung Malang 2