Category: dongeng tidur tala

Dongeng (31) Persembunyian

Malam semakin meluluhkan tubuh gelapnya kepada kabut-kabut tipis di bawah bulan. Cahaya halusnya menembus celah tenda di atas perbukitan, tempat kami berdua berkemping. Suara malam serentak memenuhi ruang-ruang kosong di perbukitan. Suasana hening terisi oleh serangga malam. Angin terus meniupkan aroma malam. Dingin membelit kulit. Malam ini saya […]

Dongeng (30) Cahaya Sejuta Purnama – Dua

“Malam ini aku mau lanjutin cerita tentang Cahaya Sejuta Purnama ya.” “Aku siapppp!” “Goooddd!” Cahaya purnama di kaki Gunung Malang mulai terang di atas jam 8 malam. Dengan catatan, langitnya cerah. Tidak ada awan sama sekali. Jika semuanya sudah pasti cerah, anak-anak akan berhamburan keluar rumah. Kalau sudah […]

Dongeng (29) Cahaya Sejuta Purnama

     “Kamu tahu, kan? Di kaki Gunung Malang belum ada listrik pada jaman itu?”      “Iya, aku tahu,” Tala, yang sudah siap mendengarkan dongeng, menimpali       pertanyaan saya.      “Malam ini aku akan mendongeng tentang cahaya.”      “Cahaya?”      “Hooh! Bukan cahaya dari lampu listrik.”      “Ohhh!”      […]

Foto Dongeng (14) Berburu Sarang Burung

Karena beberapa DONGENG TIDUR TALA akan didukung oleh foto-foto, maka pelan-pelan akan saya posting foto pendukung dongengnya ya. Kalau kebetulan mendapatkan objek untuk difoto. Nah, kebetulan kali ini saya menemukan foto pendukungnya. Foto ini merupakan pendukung dari Dongeng (14) Berburu Sarang Burung. Jika penasaran dengan dongengnya, baca aja […]

Dongeng (28) Halimah Penyembah Hujan

       “Akan ada dongeng apa malam ini?” Tanya Tala.     “Tadi sore aku memotret anak-anak kecil hujan-hujanan di depan rumah. Jadi, malam ini dongengnya akan ada hubungannya dengan hujan, dan anak kecil.”      “Asiikkk!”      “Siap siap dengarin yak!”      “Siap bosss!”      “Tapi tunggu sebentar ya, […]

Dongeng (27) Arwah dan Kopi

Malam ini saya kembali mendongeng. Tetapi sebelumnya, saya membuat kopi Papua Wamena. Akhirnya, setelah mencari Wamena sebulanan, dapat juga dari seorang teman. Dia beli di Botani. Konon, Wamena yang ini berasal dari kopi yang ditanam di hutan liar, sehingga sangat alami dan rasanya sungguhan liar, manis, spicy, medium […]

Dongeng (26) Puncak Bungah; Si Jago

Di tempat tinggal ibu dan ayah, di Puncak Bungah, saya diberi satu peliharaan. Ayam jago. Sudah menjadi kebiasaan orang tua di kaki Gunung Malang, bahwa anak harus diberikan sesuatu yang hidup. Jika bisanya diberi domba ya domba. Kerbau ya kerbau. Mampunya memberi sapi ya sapi. Kalau mampunya memberi […]

Dongeng (25) Puncak Bungah

     “Mau dengerin dongeng nggak malem ini?” tanya saya. Kali ini saya yang bersemangat.      “Mauuu!” jawabnya.      “Tapi ini bakalan bersambung. Nggak bakalan habis semalem.”      “Ya udah, nggak apa-apa.”      “Baiklah. Siap-siap ya.” Konon, ada seorang kaya Jakarta, Sabdono namanya, membuka lahan di atas bukit di […]

gunung malang; memutar rekaman usang

Dongeng Tidur Tala tentang tempat paling ramai pada jamannya sudah semakin dekat. Sebelum mencapai ke tempatnya, pelan-pelan akan saya buka perjalanan singkat menujunya. Hutan lebat di sisi kiri dan kanan jalan masih lumayan utuh, meskipun beberapa bandit pemerintah menjual pohon-pohon ke bandit lainnya untuk ditebang dan dijual. Bedanya, […]

gunung malang; memutar rekaman usang

Kalau teman saya, pantaradotco dan arrietajunior itu membuang jenuhnya ke Rinjani, Semeru, Sempu, Pulau Bira, Raja Ampat dan tempat-tempat jauh-jauh plus ada bajetnya, maka saya pergi ke tempat-tempat dimana saya menghabiskan masa kecil berjejal memori, di kaki Gunung Malang. Tempat-tempat inilah yang akan dan selalu ada, menjadi bagian […]