Tim Kopi Digiling Bukan Digunting VS Tim Kopi Digunting Bukan Digiling! Kalian Masuk Tim Mana?

Di Jakarta, sebelum kalian bisa menemukan coffee shop setiap pengkolan, itu mau ngopi enak susah banget. Dulu, selain pilihan ngopi kalian Starbucks, pilihan lainnya Anomali Coffee. Kecuali di mall, mungkin pilihannya cukup ada. Sebut saja Excelso, Liberica juga termasuk barulah hitunganya, bukan ada sejak 2000-an. Siapa coba yang merasakan kantornya di Setiabudi dan sekitarnya. Kalau ke Setiabudi Building, hanya ada satu pilihan ngopi, yakni Starbucks. Muncul kemudian Anomali Coffee yang memberikan nuansa beda dari Starbucks, dengan kopi lebih murah dan variasi pilihan kopi lokal lebih banyak dibandingkan Starbucks. Menurut opini saya, di Jakarta, Anomali Coffee memiliki andil besar dalam mengenalkan kayanya kopi lokal. Sementara kalau Starbucks, menurut opini saya, hanya menjual Sumatera (CMIIW). Selebihnya, Kenya, Colombia, Brazil, Vienna Roast, Italian Roast. Kalau Anomali Coffee lebih mencintai dan mengenalkan kopi lokal ke konsumennya. Papua, Toraja, Flores Bajawa, Kintamani, Sumatera, Aceh Gayo, Java dan beberapa kopi lokal lainnya. Orang bukan Indonesia yang suka kopi lokal lebih memilih membeli biji kopi lokal di Anomali Coffee. Sementara orang Indonesia lebih suka membeli Starbucks karena membeli brand bergengsi. Akui saja yah, nggak usah mungkir:p. Toh nggak salah juga sih.

Sementara pemain lainnya yang cukup besar dan lama juga ada Excelso, Caswell’s coffee dan Quintinos, namun mungkin asing di telinga. Tapi percayalah, mereka pemain lama yang menghasilkan kualitas roasting terbaik di Jakarta. Ya, ini kan sok-sok annya review saya. Nggak setuju juga nggak apa-apa. Nah, khusus Quintinos, saya sudah langganan dari tahun 2009. Untuk membelinya pada jaman itu lumayan susah. Harus ke Hero atau premium supermarket atau langsung ke tokonya di radio dalam. Sekarang, tinggal klik GOJEK. Pesan-pesan. Datang. Begitu juga Caswell’s, ingin menikmati kopinya harus datang ke Kemang Timur Raya, -sekarang pindah ke Ampera Raya,-. Dan mungkin paling mudah itu menikmati beberapa kopi lokal ya di Excelso, yang cukup tersebar ada di mana banyak tempat. Bahkan bisa dibeli di Indomaret beannya.

Baik pengopi Starbucks, Anomali Coffee, Quintinos atau pun Caswell’s dan brand-brand atau coffee shop yang sudah lama hadir di kancah dunia perkopian, selama ini tidak mempermasalahkan pengopi di luar brand yang sehari-hari mereka nikmati. Namun kini, di tengah gegap gempita persaingan kopi di Jakarta khususnya dan di Indonesia pada umumnya, memunculkan istilah baru. KOPI GUNTING dan KOPI GILING.

Apa sih KOPI GUNTING dan apa sih KOPI GILING?

Ini masih sedikit nyambung dengan coffee snob, so-called coffee expert dan barista hipster. Sebagian dari mereka melahirkan istilah KOPI GUNTING. Kopi gunting adalah kopi yang cara penyajiannya digunting. Ini berlaku untuk semua jenis KOPI SACHET. Mulai dari Torabika, Kapal Api, Luwak White Coffee, Top Coffee, Nescafe, Kopi Ayam Merak, Indocafe dan brand-brand kopi yang bersaing di dunia kopi instan, kopi tubruk dan kopi mix 3in1. Ayo, ada yang tahu bedanya kopi instan, kopi tubruk dan kopi mix 3in1? Itu kita bahas nanti yah.

Itulah yang disebut kopi gunting, yang oleh kalangan digembor-gemborkan sebagai kopi kasta terakhir di dunia perkopian. Saya setuju, tetapi juga tidak memberikan stigma atau pun label itu, bahwa kopi sachet bukan dari biji kelas satu di kasta perkopian. Ya, rugi donk ya kalau kopi sachet untuk mass market memakai biji kopi kelas satu, kemudian dijual per sachet 1.000 atau lebih parah lagi dijual 500 atau beli dua gratis satu. Pastinya produsen akan lebih memilih mengekspor dengan harga lebih tinggi atau dijual dengan positioning sebagai premium brand dengan premium kualiti dan harga premium. Juga target market-nya pun premium.

Jadi, sekali lagi, kopi gunting itu juga pilihan. Mungkin sebagian dari kalian mampu membeli kopi di coffee shop hipster atau branded coffee shop. Berapa persen konsumen Indonesia yang mampu kopi di coffee shop atau branded coffee shop? Marketnya jauuuhh lebih banyak kopi sachet! Atau pertanyaanya, apakah abang-abangan terminal atau SES C D sangat concern dengan kopi yang diminum itu KOPI GILING atau KOPI GUNTING? Nggak kan?! Mereka yang penting bisa ngopi, enak dan murah. Apa pun koar-koar kalian soal KOPI GUNTING, semua brand kopi gunting akan tetap hidup dengan mass market-nya masing-masing. Terlebih lagi mereka sudah mengedukasi konsumen Indonesia berpuluh-puluh tahun dengan rasa kopi instan, kopi tubruk dan kopi mix. Lidah kalian saja yang mengalami gegar budaya kopi. Ya kan?

Namun ada juga sebaliknya, gegar budaya kopi sachet. Sebagai contoh ironi di Gunung Malang dan neneknya teman saya yang tinggal di Aceh Timur. Dulu, orang-orang di Gunung Malang, termasuk nenek saya, pasti memiliki kebun kopi. Minimal, di pembatas kebun teh dan kebun cengkeh itu ditanamin pohon kopi. Kemudian panen kopi, diolah sendiri dan dinikmati sendiri. Tidak pernah dijual hasilnya, karena zaman itu kopi memang tidak ada harganya. Namun kemudian, nenek meninggal dan generasi kopi sachet mulai masuk ke market Gunung Malang, menanamkan rasa baru ngopi dengan cepat. Mulai dikenal dan kopi asli setempat mulai ditinggalkan. Pohon-pohon kopi mulai ditebang karena tidak menguntungkan. Panennya musiman. Ketika masa panen pun, mengolahnya ribet. Jadinya lebih baik menyeduh kopi sachetan. Begitu pun terjadi pada neneknya teman saya di Aceh Timur. Sang nenek menyebut, kopi sachet lebih enak dibandingkan kopi dari kebunnya sendiri. Jadi, panen kopi di kebun sendiri, dijual ke tengkulak dan duitnya sebagian buat stock kopi sachet. Aneh? Nggak. Begitulah market bergerak. Saling makan dan dimakan antara satu budaya dengan budaya lainnya.

Lalu, bagaiman dengan kopi yang seharusnya KOPI DIGILING? Nah, istilah kopi digiling itu diperuntukan kepada semua ‘pengopi nubi’ yang menikmati kopinya dari biji, giling dan diseduh, lalu diserupuuuut! Lalu, baru ngeuh, ohhhh! Dari oooohh-nya ini lah memunculkan label, bahwa kopi itu digiling sebagai kopi sesungguhnya. Kopi digunting itu bukan kopi sesungguhnya. Lantas disebarkan, digembor-gemborkan soal kebenaran kopi yang benar. Benar menurut siapa?

Pertanyaannya, mamang-mamang, mbo-mbo itu mampu membeli hand grinder seharga 200 ribu sampai tiga jutaan? Memangnya mamang-mamang, mbo mbo itu mampu membeli automatic grinder seharga 700 ribuan sampai 50 jutaan? Tentunya sepaket dengan perlengkapan ngopi yang tidak muraahhh!

Nah, coba bayangkan, buat mass market yang sudah teredukasi rasa kopi sachetan 1.000 rupiah per seduh, harus membeli alat ratusan ribu dan biji kopi puluhan ribu dengan keribetan membikin kopi setiap kali ingin menikmatinya, ya keles mauk! Bisa ngopi sachetan saja sudah bahagianya kaya mendapatkan minuman sorgaaa!

So, guys! Buat kalian yang gegar budaya baru ngopi ala-ala new wave, ya sudahlah, ngopilah dengan baik dan benar menurut esensi hidup kalian. Tidak perlu menggembar-gemborkan kopi yang baik itu gimana. Sekarang, semua orang sudah tahu kok. Permasalahannya mampu atau nggak. Mau atau nggak. Itu saja. Saya saja maunya punya semua manual brew segala cara. Tapiii…! Ampun kakkk duitnya jejeritannn. Ahahahha!

Terakhir, pertanyaannya, kalian termasuk TIM MANA ayoooo. Wkwkkwkwkw!

Note: Tulisan berdasarkan opini dan pengamatan serta pengalaman sendiri aja yah. Kalau ada yang melenceng dari data, ya sudahlah jangan diambil hati.

“sonofmountmalang”

Advertisements

10 tanda Coffee Snob, dinyinyirin so-called coffee expert, so-called barista dan dipuja seller alat kopi dan owner coffee shop!

Di dunia perkopian Indonesia, ini opini saya ya, itu dibagi menjadi tiga kalangan. Pertama, kalangan awam. Kedua kalangan yang menyebut dirinya mendadak “expert” di bidang kopi dan jadi pembicara di sana sini plus opinion leader soal kopi, termasuk barista di dalamnya, dan yang ikut-ikutan kompetisi barista dan semua yang berhubungan dengan keukopian plus perlengkapannya. Ketiga, coffee snob.

Sebelum membahas apa itu coffee snob, saya akan menceritakan sebuah pengalaman menggelikan bersama teman-teman sekantor di sebuah coffee shop heits se-Jakarta.

Ketika saya sedang menikmati coffee latte, tanpa peduli amat dengan bentuk latte art-nya, seorang barista dan juga menyebut dirinya master roaster yang merupakan sahabat dekat owner coffee shop tersebut, kebetulan juga me-roasting sendiri plus cupping sendiri, memberikan tiga cangkir kopi untuk di-cupping sama barista dan master roaster entah dari mana itu. Kebayang kan suasana obrolannya. Tidak jauh dari single origin, washed, semi washed, dry process, light, dark dan segala istilah kopi lainnya.

Kemudian, terjadilah cupping dengan cara menyeruput sekencang-kencangnya sampai gendang telinga mau pecah, kemudian mengomentari semua cangkir kopi yang disajikan sama temannya. Obrolan setelah cupping pun tidak jauh dari persoalan kopi.

Pertanyaan saya, dan juga teman saya, yang hanya sekedar menikmati rutinitas ngopi tanpa peduli amat dengan kopi apa, suhu berapa dan tetek bengek lainnya, APAKAH DIA COFFEE SNOB? Atau, APAKAH DIA BARISTA? APAKAH DIA EXPERT DI BIDANG KOPI?

Pertanyaan berikutnya, apa bedanya coffee snob, expert dan barista?

Dengan susah payah, saya sih mau bilang, sama saja. Yang asik ya orang awam. Bodo amat, yang penting enak.

Nah, lalu, apakah itu coffee snob dan apa tanda-tandanya?

Sebagian orang yang menyebut dirinya expert di bidang kopi, ya banyaklah, termasuk barista-barista hipster, melihat dan mencap coffee snob sebagai sesuatu yang menyebalkan, menggelikan dan apaak siks! Sok banget sih anak-anak kekinian ini! Mungkin kebanyakan yang melihat coffee snob sebagai sesuatu yang menggelikan itu adalah mereka yang hidup di era first wave coffee, kemudian melek ke second wave coffee dan seolah-olah sudah menguasi third wave coffee. Jadinya, menganggap remeh, cenderung nyinyir ke mahluk yang disebut coffee snob. Faktanya, coffee snob adalah orang-orang yang sedang dan atau mulai memahami kopi dan istilah-istilahnya, sehingga dalam kesehariannya, dia membutuhkan praktik untuk membuat dirinya semakin paham tentang dunia perkopian. Memangnya, di tahap kita yang hidup di third wave coffee atau mungkin akan ada fourth wave coffee, salah jika mengenal dengan baik kopi yang kita minum? Tidak kaaann? Yang salah itu justru yang merasa dirinya AHLI BANGET dan sudah jadi opinion leader which is ya sotoy juga lah dan apa bedanya juga dengan mereka-mereka yang mulai belajar memahami.

Dari mereka yang menyebut dirinya sudah ahli banget soal kopi ini, keluarlah ciri-ciri coffee snob.

  1. Starbucks itu bukan kopi sesungguhnya!

Buat para nyinyirers, pasti akan men-judge dengan mudah ketika mendengar coffee sob berpendapat, bahwa Starbucks bukan kopi sesungguhnya. Meskipun mungkin memang Starbucks bukan diperuntukan untuk pengopi beneran kopi, jadi kopinya dikondisikan untuk flavor coffee, bagi mereka yang nggak suka manis dan campuran kopi rasa-rasa. Kemudian, muncul statement dari para expert kopi yang doyan nyinyir dan merasa udah jago banget soal kopi ini, bahwa kaum coffee snob ini nggak tahu terima kasih ke Starbucks yang sudah membuat kopi Indonesia terkenal di mancanegara. Halo, pak?! Peran exportir kopi apa kabar ya, yang sudah sejak lama menjual kopi Indonesia ke belahan dunia. Kopi Indonesia dikenal diluar negeri bukan karena Starbucks doank sih. Starbucks membuat trend ngopi di Indonesia jadi meningkat mungkin iya, namun kopi yang kaya gimana? Plus juga market-nya siapa? Kamu miskin papa mah tetap ke warung kopi, kopi sasetan, angkringan dan nggak akan ke Starbucks. Kemudian muncul-muncul kedai kopi pun mungkin ada peran Starbucks. Perannya karena Starbuck mahal dan ada kaum yang ingin menikmati kopi enak tapi harganya masuk akal. Maka muncullah coffee shop coffee shop kecil. Mungkin lho ya. Lagi pula, tren ngopi Starbucks pun bukan trend ngopi yang sekarang sedang nge-heits kan? Jadi, kurangin nyinyir dan menempelkan stigma netagif ya ke kaum coffee snob:p. Karena secara tidak langsung, expertise di bidang kopi juga, kalian coffee snooblah! So, nggak usah menyalahkan coffee snob memandang Starbucks dan tidak juga perlu membela Starbucks. Semua akan ada marketnya yeee. Nggak usah takut, tren kopi, menurut AC NIELSEN masih akan terus berkembang dan kedai kopi akan terus menjamur setiap bulannya.

  1. Di mana mana bahas kopi

Di mana ada coffee shop, di situ ada sekumpulan orang ramai dan sibuk membahas rasa kopi yang dipesan, saling bertukar rasa, saling mengomentari rasa kopi dan kemudian membahas dengan khusyuk, bisa jadi dia coffee snob. Tetapi, sekumpulan orang yang merasa experts dan di-expert-kan oleh sekelompok komunitas kopi, sekumpulan barista baru berkumpul dan membahas hal yang sama, saya sih mau bilang, loe juga coffee snob kelesss!

Lagi pula, tidak pernah ada yang melarang, jika beginners di dunia kopi, ingin memahami seluk beluk kopi. Yang masalah kan sudut pandang orang-orang yang merasa dirinya sudah jago banget ini melihat kaum beginners dengan memberi label coffee snob.

  1. Banyak nanya sebelum pesan kopi

Ciri coffee snob yang ketiga adalah, banyak nanya-nanya soal kopi ke barista sebelum memutuskan ingin memesan apa. Misalnya, kopinya apa? Single origin-nya apa? Manual brew apa? Rasanya gimana? Asamnya gimana? Berapa gram sih? Prosesnya apa? Dan detail lainnya ditanya.

Kadang ada barista yang memang barista, menjelaskan dengan senang hati. Tetapi ada juga barista yang tidak tahu sih kalau ditanya, dan ada juga yang sebal kalau ditanya-tanya. Lha ini bagus donk buat konsumen. Anyway, konsumen sudah mulai pintar kan artinya. Mencoba memahami kopi apa sih yang diminum dan benar nggak ya rasanya sesuai yang dijelaskan sang baristanya. Ya, BTW bagi saya, ya keduanya juga sotoy lah soal kopi. Wkwkkwkwk! Lagian nggak ada patokan kopi enaknya pakai apa dan berapa gram. Itu mah bisa-bisanya penjual alat kopi dan so-called expertise aja! Pada akhirnya, kopi is about selera jiwa masing-masing yah. Semacama keimanan kepada Tuhan.

  1. Menuang susu ke kopi itu salah besar

Tanda ke empat coffee snob itu adalah haram jika mencampur kopi dengan susu. Kecenderungan mereka minum kopi pure manual brew tanpa rasa-rasa atau pun susu. Simply black. Jadi, cappuccino, coffee latte (kopi susu), frappe late, macchiato, frappuccino dan flavor coffee is so fucking big mistake.

Anyway, nggak semua orang bisa menikmati pure kopi. Ada yang suka kopi hitam dengan gula aren, gula merah, gula putih, gula cair dan segala jenis manis-manisannya. Ada juga yang doyannya pure black. Tidak ada yang salah dalam menyajikan kopi. Yang salah itu yang membesar-besarkan bahwa minum kopi sesuai etika baik dan benar itu harus black single origin manual brew no sugar dan orang-orang so-called expert di bidang kopi pada akhirnya ambil porsi besar karena menyinyirin coffee snob. Ya, sekali lagi, kaum kaya kalian itu sama saja coffee snobnya. Beda generasi saja. Satu generasi baby boomer, gen X dan satu lagi generasi langgas alias kaum millennials! 

  1. Minum kopi hanya manual brew-single origin

Ciri berikutnya sang coffee snob itu sangat peduli sekali dengan kopi single origin sebagai materi utama untuk diminum. Mereka sudah mulai hapal banget dengan berbagai single origin dari seluruh Indonesia. Mulai dari yang umum semacam Bajawa, Papua, Toraja, Sumatera dan mulai paham sekali dengan Ciwidey Arumanis, Merapi Jahe, Alu Strawberry, Awan Lembah Baliem dan ribuan single origin lainnya dengan karakter kopi yang bisa digali rasanya.

Digali embahmu!

Pernah ke coffee shop dan saya iseng nanya, kopi yang rekomen apa ya? Baristanya dengan mantap, kepala dongak jawab, “Masnya suka kopi kaya gimana?”

Saya jawab, “Ya yang rekomen aja di sini.”

Dia bilang, “Nggak bisa gitu mas. Setiap kopi beda asal, beda karakter dan beda juga cara bikinnya supaya keluar karakter tersembunyinya.” Nah, kalau kaya gini, siapa yang coffee snob? Saya atau dia? Wkwkwkwk! Akhirnya, saya pesan HOT CAPPUCCINO, lebih simple. Lha, mau minum kopi hitam yang rekomen apa, pertanyaannya panjang lebar. Ya, kelesss rasa tanah yang tersembunyi dalam kopi bisa gue icip di ujung lidah tertentu dengan cara tertentu itu hal penting.

Ya, ini terjadi nggak hanya pada kaum millennials atau hipster yang disebut coffee snob sama expertise sih, ini berlaku juga buat so-called expertise. Salah satunya barista-barista coffee snob juga lah. Karena pada akhirnya, obroan kaum expertise coffee snob tidak ada bedanya dengan beginners coffee snob. Eaaaa!

  1. Semua akun sosmednya berisi foto kopi

Katanya, coffee snob itu semua akun IG atau pun akun sosmednya berisikan cangkir isi kopi segala jenis brew. Coba deh cek isi IG kaum expertise kopi. Isinya masa teh. Wkwkwkkw! Jadi, nggak usah nyinyir yah. Memang begini jamannya kalau sedang demam kopi. Kalian nggak sendirian kok. Seluruh negeri sedang demam kopi. Bahkan di pelosok petani saja sudah punya V-60. Tidak dilarang kalau isi sosmed kalian penuh dengan cangkir kopi, coffee shop, coffee bean dan semua yang berhubungan dengan perkopian. Kalau ada nyinyir, toyor aja jidatnya sambil bilang, “Ya lo balik ke zaman first wave coffee aja.”

  1. Beli berbagai alat ngopi

Ciri ke tujuh coffee snob kalau kata so-called pakar kopi itu adalah mereka yang membeli berbagai alat ngopi. Mulai Vietnam Drip yang harganya puluhan ribu sampai cold drip puluhan juta. Kemudian mulai paham bagaimana cara menggunakan manual brew. Dari menimbang sampai grind dan brew. Bahkan beberapa membeli manual hand roasting. Lho bagus donk. Kalau belajar jangan setengah-setengah. Pertanyaan saya, memangnya yang menyebut dirinya expertise kopi, yang memang sudah lebih dulu mengenal kopi, tidak belajar manual brew dari berbagai alat manual brew? Ya, nggak mungkin kan? Masa mau dianggap expertise tapi nggak paham perlengkapan manual brew. Jangan-jangan situ modal congor doank. Ya, masih mendingan orang-orang jujur yang disebut coffee snob donk, belajar memahami dari titik nol dan kelak mereka akan jadi expert juga. Minimal untuk diri mereka sendiri. Dan so-called expertise, byeee.

So, kaum coffee snob, belilah perlengkapan kopi. Selain bisa explore kopi sendiri, juga bisa menghidupkan industri perlengkapan alat kopi. Abaikan kaum so-called expertise kopi yang jadi pembicara di mana-mana. Bicara soal kopi. Wkkwkwkw!

  1. Ke mana pun bawa alat dan kopi sendiri

Ketakutan kaum so-called expertise adalah kehilangan pengikut. Ketika semua orang punya cara sendiri untuk menikmati kopi dan jadilah ke mana pun perginya, di situ alat dan kopi dibawa sendiri. Pertanyaannya, KALAU BISA BIKIN KOPI ENAK SESUAI SELERA SENDIRI DENGAN ALAT SENDIRI DENGAN CARA SENDIRI, BUAT APA MEMBELI KOPI DI TEMPAT LAIN? Nahhh! Begitu mungkin ya. Ini bukan masalah sok-sokannya coffee snob, tapi memang selera hanya kita yang tahu. Lagipula, punya alat sendiri dan kopi sendiri, hemat kaakkkk!

  1. Bangga bisa cupping

Cupping is the new bla bla bla buat kaum bla bla bla. Ciri kaum coffee snob ke-9 adalah bisa cupping. Paham soal cupping. Mulai ngerti banget soal cupping. Berbagi cerita diajak cupping di coffee shop xyz. Pamer cupping. Belajar cupping sendiri.

Itu sama saja dengan kaum expertise yang pamer cupping di IG-nya dia dan menceritakan single origin kopi xyz dengan karakter A to Z. Itu cuma loe dan Tuhan loe aja yang tahu karakter kopi yang dimaksud. Kalau iya ada, nggak sebegitu lebaynya juga sih. Biasa aja kelesss kaakk!

  1. Pergi ke semua coffee shop

Coffee shop semakin menjamur di penjuru kota di Indonesia. Dengan varieties single origin dan berbagai menu kopi plus berbagai cara manual brew. Mulai dari Papua sampai Etiopia. Muai dari V60 sampai X900. Semua dicoba. Dirasa-rasa. Dikomen. Di-review. Di-sharing. Memang begitu ciri kaum kekinian. Sharing is the new way of life. Jika ada yang nyinyir dengan hasil review-nya, merekalah tidak bisa menerima kids zaman now!

Itulah 10 coffee snob versi saya. Mungkin masih ada 10 ciri lainnya. So, kalau kalian merasa memiliki salah satu ciri dari 10 di atas, maka sudah bisa dipastikan kalian akan di-judge sebagai coffee snob dan nggak usah pedulikan judgement-nya so-called coffee expert. Karena pada akhirnya kalian semua berada wilayah yang sama.

Teruslah meng-explore kopi dan mencipta-cipta kopi seenak lidah sendiri. Sebab, jangan takut, kita baru saja memulai babak baru KEUKOPIAN. Selain bisa memperkaya pemahaman kita soal kopi, juga bisa menghidupkan industri kopi dari HULU hingga HILIR.

Enjoy! Dan hidup coffee snob! Less lebay is good lah soal kopi:P.

“sonofmountmalang”

 

10 MANUAL BREW BIALETTI MOKA PALING IMUT SEDUNIA MOKAPOT

Siapa yang sudah jatuh cinta pada Bialetti Mokapot? Angkat mokapot-nya tinggi-tinggiii buat menghormati Alfonso Bialetti (1888 – 1970), pencipta alat kopi dari Italia pada tahun 1933 dan Bialetti menjadi icon paling ngehits di Italia pada tahun 1950-an. Sementara di Indonesia, baru mulai boomng di era third wave coffee, era di mana berbagai cara brew ngopi mulai dikenal, yang dulu hanya dikenal instan (first wave coffee) dan kemudian segala jenis kopi sachet menguasai dan mengedukasi bangsa Indonesia, lalu muncul third wave coffee, dan inilah era kebebasan ngopi dengan segala cara brew keterkinian, khususnya untuk kids zaman now. Third wave coffee ditandai dengan era di mana rasa keingintahuan semua proses kopi dari awal sampai akhirnya dinikmati. Era di mana konsumen selalu tertarik dan bertanya, “Kopinya apa? Asamnya gimana? Single origin dari mana? Enaknya diproses brew ala apa dan sedetail mungkin akan ditanyakan, sehingga ketika menikmati kopi, seolah-olahnya paham betul kopi yang diminum. Sementara, kalau untuk sebagian orang zaman so last decade, alat-alat brew masih dianggap asing. Namun di sini bukan masalah first wave atau third wave yang akan dibahas, tetapi 10 Bialetti Mokapot paling cute, imut, lucu dan gemesin, yang bikin kalian pengen beli semuanya. So, apa saja 10 Bialetti Mokapot paling imuts yang masuk ke dalam list pembelian?

  1. Bialetti Fiammetta Set Pop Blue Red (3 Cups)

Pilihan pertama, bukan urutan terbaik, tetapi semuanya equal, jatuh ke Bialetti – Fiammetta Set Pop Blue/Red (3 Cups). Warnanya bikin hati bahagia, penuh cinta, ceria dan bikin hari-hari ngopimu semakin menyenangkan. Dilengkapi dengan dua cangkir lucu, kaya kamu yang lagi baca ini, lucunya bikin perasaan makin sayang banget sama alat satu ini. Untuk bisa sayang sama alat Bialetti Fiammetta Set Pop ini kamu cukup mengucurkan dana sekitar 640.000. Dompet aman kan ya untuk harga segitu. Terlebih lagi bisa punya dua cup imut yang sepaket dengan Fiammetta Set Pop untuk kapasitas Bialetti 3 cups. Kalau kata kids zaman now itu, emeshiiinnn!

1.Bialetti - Fiammetta Set Pop Blue_Red (3 Cups)

Sumber gambar dari ottencoffee.co.id. Ayo lho jangan diklik, nanti kalap:))

  1. Bialetti  Mini Express Set Emotion Red (2 Cups)

Untuk kamu yang suka warna pemberani, warna merah, Bialetti Mini Express Set Emotion Red cocok banget buat menghias dapur. Ini juga yang ada di list pembelian koleksi bialetti saya selanjutnya. Selain warnanya yang bikin hati inginnya ceria terus, juga bentuknya unik dan pilihan series ini warnanya cukup banyak. Tidak seperti Bialetti lainnya, kali ini bentuk untuk keluaran kopinya seperti keran dan disiapin juga dua gelas kecil untuk menampung kopi yang keluar dari kedua keran. Pastinya nikmat bisa melihat kopi yang seduh keluar secara perlahan dan masuk ke cangir. Kebayang aromanya. Gleks! Jadi pengen beli kaann. Beli lah. Harganya masih di batas normal. Berada di harga 595.000 rupiah. Siap-siap klik beli lah yuk!

Bialetti - Mini Express Set Emotion Red (2 Cups)

Sumber gambar dari ottencoffee.co.id.

  1. Bialetti Orzo Express 4 Cups

Bialetti jenis lain yang memikat isi dompet ini adalah Bialetti Orzo Express 4 Cups! Warnya mewah. Hitam dan emas. Selain warnanya yang nampak mewah, bentuknya juga lebih elegan dibandingkan dengan Bialetti Express lainnya. Karena bentuk dan warnanya inilah yang bikin harganya cukup menggemaskan ya. Berapa? 800.000 rupiah. Beli Bialetti jenis lain bisa dapat dua nih. Hohoho! Pengen tapinya punya ini.

Bialetti Orzo Express 4 Cups

Sumber gambar Bialetti Orzo Express 4 Cup dari ottencoffee.co.id. 

  1. Bialetti Break Alpina 3 Cups

Tampilannya seperti Robin Hood. Warna hijau. Bentuk lucu. Mampu menghasilkan kopi 3 cups. Harganya bergerak di sekitar 625.000 rupiah. Cenderung harganya konsisten. Entah kenapa, harga Bialetti Mokapot ini kalau ada yang baru, yang lama tetep konsisten harganya. Nggak kaya body kamera DSLR atau mobil yak. Hohohoh! Kalau mau beli, bisa klik di sini juga.

Nah, kalau ini saya sudah punya. Cek di sini kalau ingin iseng melihat hasil kopinya.

bialetti-break-alpina-espresso-maker-3-cups-hijau-1479870201-236738-00be1350ac5f19e6953fdbfeea30ec00-webp-zoom

Sumber gambar dari lazada.

  1. Bialetti Kremina 3 Cups

Ini yang saya mau banget! Iniiii! Bialetti Kremina 3 Cups! Kalau sekali-kali ingin ngopi manja ala Schiumato atau Macchiato, maka inilah manual brew Bialetti Kremina yang memang diciptakan untuk kamu, kita, kalian, para pengopi manja, yang bisa menikmati kopi bercampur susu. Ah! Jadi kebayang lembut rasanya kan kopi susu yang dihasilkan alat ini. Harganya, untuk bisa menikmati Macchiato atau Schiumato dengan cepat di rumah ini, kalian cukup meneteskan remah-remah dari ATM kalian sebanyak 795.000 rupiah. Bisa cek di ottencoffee jika berminat. Bukan jualan otten lhoooo! Ini karena simply saya suka manual brew aja macam brand dari Bialetti. Hohoho!

banther-shop-bialetti-kremina-3-cups-manual-brew-1511757304-16074755-bdf388a3d8982132070264dfc37455fa-webp-zoom

Sumber gambar dari lazada, tetapi kalau ingin harga lebih murah bisa meluncur ke otten.

  1. Bialetti Fiammetta Summer Rossa 3 Cups

Buat penyuka warna merah, sekali lagi, Bialetti memanjkan kalian, dengan Bialetti Fiammetta Summer Rossa. Kapasitas 3 cups atau 200 ml menurut spesifikasi yang tertera. Bentuknya sama kaya series Fiammetta lainnya. Yang membedakan kombinasi warnanya saja. Kalau Fiammetta lainnya cukup gonjreng dan colorful, nah Summer Rossa ini cukup minimalis dan saya lebih suka ini dibandingkan Fiammetta lainnya ya, kecual yang Fiammetta Pop, itu saya suka pakai BANGET!

Untuk harga, sama dengan Fiammetta lainnya yang 3 cups, yaitu 400.000.

bialetti-fiammetta-summer-rossa-3-cups-1508196930-88969915-39e538420a61afdf63877870a6cf038b-webp-zoom

Sumber gambar Bialetti Fiammetta Summer Rossa 3 Cups dari sini.

  1. Bialetti Moka Melody Sport 3 Cups

Dulu saya penggila Liga Italia. Semenjak Lazio ini babak belur terus, sudahlah, tinggalkan saja. Kembali jadi idola Liga Inggris aja. Tapi, eh ada tapinya nih, buat kalian yang masih mengidolakan Liga Italia dan tim-timnya, kalian wajib memiliki koleksi Bialetti yang sesuai dengan tim kalian. Milan, Inter Milan, Roma, Juve dan beberapa tim lainnya. Keren yak! Mungkin nggak yah Bialetti bikin khusus untuk tim Liga Inggris. Kaya Chelsea gitu. Ehhh!

Demi tim yang kalian bela di Liga Italia dan demi memilki Moka Sport ini, kalian cukup menggocek lembaran uang sebesar 775.000 rupiah. Okehlah harganya. Bisa nonton Liga Italia di mana tim kecintaan kalian bertanding dan bikin kopi dengan Bialetti Moka Melody Sport senada tim. Sempurna kaann!

Bialetti Moka Melody Sport Milan 3 Cups

Sumber gambar dari ottencoffee.co.id.

  1. Bialetti Mukka Cow 2 Cups

Kalian suka hot cappuccino? Mau bikin di rumah tanpa ribet? Mau menikmatinya kapan saja? Di mana saja? Tenang…! Bialetti mengeluarkan Bialetti Mukka Cow 2 Cups. Bialetti ini diperuntukan bagi kalian yang ingin membuat cappuccino. Praktis, cepat dan pasti enak. Dijamin nggak pernah gagal dengan rasa konsisten dan bahkan bisa disesuaikan dengan keinginan selera kalian.

Cuma saja, harganya lumayan nih. Bergerak di angka 1.150.000 rupiah! Oooppsss!

otten-coffee_bialetti-mukka-cow-coffee-maker-2-Cups_full01 (1)

Sumber gambar dari sini.

  1. Bialetti  Mini Express Set Pop Orange (1 Cup)

Satu lagi Bialetti yang menggemaskan, dialah Si Mini Express Set Pop I Cup. Buat kalian yang ingin menikmati kesendirian, cocok banget memiliki mini express ini. Bentuknya lucu, dapat cangkir satu, pilihan warna untuk series mini ini juga ada beberapa warna. Harganya sih lumayan untuk Bialetti yang menghasilkan satu cup kopi, yaitu di angka 535.000 rupiah.

Bialetti - Mini Express Set Pop Orange (1 Cup)

Sumber gambar dari ottencoffee.co.id.

  1. Bialetti Moka Express Italia 3 Cups

Terakhir nih, yang ada di list saya, Bialetti imut dengan warna lucu yang layak dimiliki untuk meramaikan suasana dapur perkopian kalian adalah Bialetti Moka Express Italia 3 Cups! Apalagi kalau kalian pencinta negara Italia. Wajib! Sewajib-wajibnya nih. Karena apa? Warnanya sudah Italia banget. Merah dan Biru dengan aksen silver atau putih di bagian tengahnya, Bialetti ini lebih mirip kombinasi warna bendera Italia sih. Ya, memang itu tujuannya keleeess! Namanya saja sudah Bialetti Moka Express Italia. Ah! Iya!

Harganya bisa dibilang murah-murah mahal ya. Mungkin karena edisi spesial. Untuk yang 3 cups, harganya di angka 495.000 dan untuk 6 cups di angka 735.000.

Bialetti Moka Express Italia 3 Cups

Sumber gambar dari ottencoffee.co.id.

Gimana tuh? Cukup lucu-lucu kaaan Bialetti Mokapotnyaaa. Ayo, siapa yang pengen langsung koleksi habis isengan baca ini. Itulah 10 Bialleti paling ucul versi saya. Selebihnya, selamat belanjaaaaaa!

 

“sonofmountmalang”

10 manual espresso maker yang bikin pengen kalian koleksi semuanya! Sekalian cek harga termahal sampai termurah yuk!

Siapa yang doyan minum kopi, tapi kopinya espresso? Pasti jarang yah. Mungkin hanya 1 dari 50 pria yang akan datang ke coffee shop modern, kemudian memesan espresso doank, tanpa apa pun. Kalau saya, di saat kerjaan super gila atau mau shooting iklan dan butuh melek pagi-pagi, maka pilihan paling baik adalah double shot espresso. Dijamin kepahitan, lalu melek sepanjang hari. Cewek ada yang doyan juga espresso? Hebat! Pastilah kalian-kalian itu salah satu perempuan paling kuat di dunia. Heeeee!

Namun bukan soal perempuan kuat dan pria hebat yang akan saya bahas di sini, tetapi soal manual espresso maker yang bisa menghasilkan kopi espresso tanpa automatic machine espresso. Lalu, apa saja espresso maker manual yang layak kamu miliki untuk memenuhi janji-janji kopinya setiap hari?

Inilah 10 list manual espresso maker berikut harganya. Ya, siapa tahu harganya cocok dan kalian bisa beli, semuanyaaaa! Simak baik-baik yah.

  1. THE LITTLE GUY – ESPRESSO MAKER

Kalau baca sejarahnya THE LITTLE GUY ini cukup seru yah. Sebelum di-rebranding menjadi THE LITTLE GUY, brand terdahulu namanya Otto Espresso. Rupanya, design yang sekarang kita kenal THE LITTLE GUY ini, dulunya disebut Atomic Coffee Machine dan didesign oleh Giordano Robiatti, manusia berkewarganegaraan Italia. Yah, sudah bisa ditebak yah, perkebambangan dunia alat kopi di Italia sudah lebih jauh berkembang sejak jaman Alfonso Bialetti pada tahun 1933. Tahun itu, negara kita sedang ngapain yah? Ah, jangan tahun itu, tahun sekarang saja masih sibuk soal agama dan pemimpin agama dan agama pemimpian. Eaaaa! Oops! Di sini nggak akan bahas begituan. Cukup bahas kopi aja, agama semua pencinta kedamaian.

Nah, sementara, The Little Guy sendiri, atau sebelumnya disebut sebagai Atomic Coffee Maker, ya karena bentuknya serupa bom atom kali ya, ini sudah didesign oleh Giordano Robiatti di tahun 1947. Mungkin pada era itu, di Italia, merupakan era inovasi pembuatan alat penghasil kopi terbaik.

Kemudian, seiring dengan berkembangnya jaman, Atomic Coffee Maker ini diproduksi secara mass setelah melalui proses panjang. Konon, membutuhkan waktu sekitar 4 tahun untuk mengembangkan produk Giordano Robiatti ini secara massal. Dua orang yang berjasa mengembangkannya, yaitu Dr Allan Wallace, profesor di bidang Dinamika Termal dan seorang ahli mekanik, insinyur dan agen pabrik, Doug Marshall. Mereka berdua melibatkan designer ternama Australia, Tiller Design. Seserius itu ya, negeri-negeri di luar sana mengembangkan sebuah produk untuk menyeduh kopi. Ckckckck! Kita? Pilih pemimpin seagama! PKI! Calon penghuni neraka! Dkk! Eaaaa!

Entah kenapa sebabnya, Otto Espresso, pada tahun 2013 di-rebranding menjadi The Little Guy. Meskipun namanya diganti, namun orang-orang di dalamnya, perusahaannya dan kualitasnya tetap sama. Tidak ada yang berubah, kecuali nama. Begitu kata Craig Hiron, sang founder dan creator The Little Guy.

Karena saking kerennya design The Little Guy – Espresso Maker ini, maka beberapa penghargaan pun diraihnya. Mulai dari The Australian International Design Mark in 2008, the Chicago Athenaeum’s ‘Good Design’ in 2011, International Design Excellence Award finalist in 2009 dan German Design Council nomination for the German Design Awards in 2013.

Untuk sang barista, Scottie Callaghan, yang menggunakan The Little dalam ajang lomba pun telah memenangkan beberapa kompetisi World Latte Art Champion 2006, 
Australian Barista Champion 2007 & 2010
 dan peringkat ketiga World Barista Championships 2010.

Untuk bisa memiliki The Little Guy dengan sejarah panjangnya dan kualitas espresso yang dihasilkannya pun tidak pernah diragukan, kalian harus menggesek karti kredit sebesar 7.450.000 rupiah. Oooppsss!

little-guy

thelittleguy.com

  1. NOMAD ESPRESSO MAKER

Pilihan kedua untuk urusan ESPRESSO MAKER itu jatuh ke NOMAD. Espreso manual Maed In Taiwan yang didesign oleh USA ini memiliki kapasitas air sekitar 300cc. Bagi saya, secara design sih kurang menarik ya. Kurang kekinian dan lebih imutan THE LITTLE GUY.

Untuk harga, NOMAD ini menempati posisi kedua. Jatuh di harga 3.950.000. Dikit lagi 4 juta itu yaa. Nomad ini bisa dibeli di ecommerce atau marketplace. Bisa di lazada ada, di blibli juga ada.

  1. ROK PRESSO CLASSIC – MANUAL ESPRESSO MAKER

Manual Espresso Maker pertama jatuh ke ROK PRESSO. Kenapa? Karena di beberapa tempat ngopi, khususnya bagi mereka yang tidak ingin membeli mesin espresso segede gaban, alat ini jadi andalan barista untuk menciptakan espresso. Juga, salah satu manual espresso maker yang ada dalam list belanja saya berikutnya. Ca elahh!

Cara penggunaannya pun cukup simple dan ya dibutuhkan tenaga saja untuk menekan kedua tuas menggunakan tenaga tangan, sehingga espresso bisa keluar dengan sempurna. Untuk harga ROK PRESSO yang didesign di Inggris dan diproduksi di China ini, kalian cukup menggelontorkan recehan sebanyak 2.550.000. Sekalian olah raga tangan, bisa menghasilkan espresso mantap. Cek harga cicilan bisa di beberapa tempat, tokopedia, lazada dan blibli. Silakan dibeli.

  1. FLAIR PORTABLE ESPRESSO MAKER

Manual espresso maker posisi kedua ditempati oleh Flair Portable Espresso Maker. Manual espresso hasil design USA dan tetap ya produksinya di China ini mampus menghasilkan espresso sebanyak 50 ml. Cukup untuk membuat kopi susu yang kopinya terasa strong. Terlebih lagi kapasitas kopi giling bisa mencapai 24 gram. Minimal, bisa menyesuaikan keinginan espresso kalian ya.

Cara menggunakannya pun sangat gampang dan praktis, dan tentu saja butuh tenaga untuk menekannya menjadi espresso. Ya begitulah manual. Selalu membutuhkan energi dan waktu lebih banyak.

Karena di sini bukan membahas detail caranya, tetapi lebih ke top ten manual espresso dari yang termahal sampai yang mampu dibeli kita-kita berdompet miring, jadinya saya tidak akan membahas secara detail soal kekurangan dan kelebihan. Cukup membahas bagian permukaannya saja. Untuk lebih dalamnya, nanti saja saat unboxing ketika mampu membelinya satu per satu ya.

Nah, untuk memiliki si ramping Flair Portable Espresso ini, kalian cukup mengeluarkan recehan sebanyak 2.400.000. Harga yang layak untuk design super ringan dan modern plus imut macam Flair Portable Espresso. Siapa mau beli? Cobalah cek cek iseng di tokopedia, lazada dan blibli. Kalau nggak bisa langsung bayar, bisa diciciilll. Hahaha! Kita banget yah.

  1. KAMIRA – ESPRESSO MAKER

Kembali lagi, Italia, memiliki inovasi baru untuk membuat espreso manual, Kamira. Memiliki kapasitas 7 gram dan 12 gram kopi bubuk dengan kapasitas air 30 ml dan 60 ml. Bisa dibilang untuk single shot dan double shot. Karena hampir semua alat espreso manual ini menggunakan alat panas alias kompor, begitu pun juga dengan kamira, yang menggunakan teknologi panas kompor untuk menghasilkan tekanan air yang menembus ke kopi bubuk sehingga menjadikannya espreso mantap!

Jika menggunakan air dingin, waktu yang dibutuhkan untuk sampai espresonya mengalir itu sekitar 60-90 detik. Jika menggunakan air panas, waktu yang dibutuhkan itu 30-40 detik. Hal ini juga berlaku bagi alat Bialetti Mokapot. Akan memiliki perbedaan waktu brew jika menggunakan air panas dan air dingin.

Untuk memiliki Kamira, kalian cukup memberikan sumbangan ke penjual alat-alat kopi ini sebesar 1.950.000. Bisa dibeli di tokopedia, lazada dan blibli atau pun ecommerce khusus perlengkapan kopi.

  1. Bellman Stove Top

Sama halnya dengan Kamira, maka Bellman Stove Top pun menggunakan media kompor untuk membuatnya memilki tekanan dalam menghasilkan espreso. Bedanya, Bellman Stove Top ini dilengkapi dengan steamer untuk susu. Untuk harga yang lebih murah dari Kamira, Bellman ini cukup menguntungkan. Karena bisa membuat espreso sekaligus steam susu yang bisa kalian dijadiin cappuccino. Dengan kata lain, TWO IN ONE!

Harga untuk Bellman Stove Top ini cukup masuk akal sih, yaitu beredar di harga 1.790.000. Espresso maker ini juga bisa kalian beli di tokopedia atau lazada. Tinggal tentuin aja mau beli di mana dan cek yang sedang ada diskon di mana. Sekali klik! Beliiiii!

Oh, kalau kalian penasaran si Bellman Stove Top ini buatan mana, yang pasti bukan buatan Indonesia sih. Brand ini Made In Taiwan dengan kapasitas espreso bisa mencapai 3-9 cup. Cukuplah untuk menjamu teman yang main ke rumah.

  1. Handpresso Pump

Kalau kamu nggak suka espreso manual yang gede-gede dan butuh kompor, maka ada pilihan praktis. Tinggal isi kopi, isi air terus pompa pakai tangan. jadilah espreso di mana pun dan ke mana pun. Namanya Handpresso Pump. Manual espresso buatan China dan hasil design Perancis ini, mampu menampung air sebanyak 50 ml untuk menghasilkan espreso yang kalian idamkan.

Selain ringan dan simple, Handpresso Pump ini memiliki pilihan warna ceria. Harganya masih okehlah, sekitar 1.600.000. Di beberapa marketplace dan e-commerce, Handpresso Pump ini dijual sepaket dengan termos tahan panas lama dan cangkir atau gelas espreso. Cocok buat kalian yang ingin traveling mendadak dan membuat espreso di tengah perjalanan.

  1. CAFFLANO – KOMPRESSO ESPRESSO MAKER

Espresso maker yang baru ngeheits di Indonesia ini disebut Cafflano, buatan negeri drama, yaitu Korea Selatan. Mampu menampung air kapasitas 80 ml dengan kapasitas kopi maksimal 15 gram. Alat ini proses kerjanya kurang lebih kaya Aeropress, yaitu ditekan sekuat tenaga untuk menghasilkan espresso atau ya, kalau saya sih, ROK PRESSO dalam wujud lebih modern dan lebih sederhana saja.

Untuk memiliki Cafflano ini, kalian butuh mengeluarkan uang sekitar 999.000. Nanggung ya harganya. Coba saja cek di sini jika penasaran ingin membelinya.

  1. PREXO ESPRESSO MAKER

Korea Selatan, selain menghasilkan banyak drama menyek-menyek, juga menghasil berbagai alat seduh kopi manual. Mulai dengan yang super grand dan glamour harga ratusan juta, sampai ke harga ratusan ribu. Salah satunya penghasil espreso manual dengan merk PREXO. Harganya cukup murah, yaitu sekitar 895.000. Murahlah untuk menghasilkan espreso berkualitas dengan kapasitas air 60 ml dengan maksimal kopi sekitar 14 gram. Banyak yang kecewa telah membelinya, entah karena salah mengoperasikan sehinggal hasilnya tidak maksimal atau memang hasilnya tidak sebagus manual espreso lainnya. Tetapi banyak juga yang puas dengan hasilnya. Apalagi PREXO ini ringan, simple dan gampang dioperasikan. Semacam menggiling kopi cara pengoperasiannya.

Apa pun komentar yang sudah membeli, ya kalau istilah bahasa Inggris mah ya, ONO RUPO ONO HORGO. Semacam jangan berharap bisa memancing ikan paus dengan ikan teri. Begitulah. Kepuasan hasil satu barang setidaknya harus sejajar dengan harga yang dikeluarkan. Kalau mau kualitas manual espreso terbaik, mungkin THE LITTLE GUY atau NOMAD atau KAMIRA. Kecuali untuk bersenang-senang dalam perjalanan, maka mungkin PREXO lah yang cocok untuk kalian dan kita semua.

10. STARESSO ESPRESSO MAKER

Posisi ke sepuluh dalam hal membuat espresso secara manual ini jatuhlah ke brand Staresso. Kalau ini, posisioningnya cukup jelas. Konon, diperuntukan untuk beginner atau mahasiswa. Selain itu, juga diperuntukan untuk mereka yang ingin lebih terlihat fashionable dalam perkopian dan traveling. Kenapa fashionable, karena memang secara design lebih keren dibandingkan dengan handpresso atau pun prexo.

Buatan mana ayooo…? Atau brand mana ya…? Ada yang bisa menebak?

Ya buatan China lah. Keren ya. Memang China, untuk beberapa produknya, tidak diragukan lagi. Apalagi kalau sudah menyangkut produk premium. Sudah pasti okehlah. Nah, berapa harga STARESSO ini? 725.000 saja. Kalau melihat fungsinya, sama dengan espreso manual lainnya, namun bicara design, buat kalian yang doyannya unjuk fashion, maka STARESSO ini sangat cocoklah.

Nah, itulah 10 MANUAL ESPRESSO MAKER yang akan menghantui dompet kalian semua. Putuskan setiap bulan beli satu untuk memenuhi koleksi dapur kopi. Jangan sampai dapur perkopian kalian hampa tanpa manual espresso.

Kalau ditanya, saya mau yang mana? Jawabanya, MAU SEMUAAAA!

“sonofmountmalang”

 

Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups Bikin Ngopimu Terasa Ceria!

Selamat datang di keluarga baru perkopian di mini café rumah saya. Dialah si imut Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups. Supaya ngopi terasa lebih manis dan cantik dengan warna-warna cerah, Bialetti Rainbow layak dikoleksi berbagi warna. Mulai kuning sampai merah. Bikin dapur kopi kalian semua nampak meriah. Kalau saya, tujuan membeli ini, sebenarnya, untuk mendukung produksi MANUAL BREW @keukopian sih. Supaya bisa menghasilkan rasa kopi manual dengan varian hasil brew berragam. Bosen kan sih kopi rasanya begitu-begitu saja. Rasa yang konsisten itu sangat membosankan ya. Menurut saya lho…!

Kenapa saya membeli yang enam cup? Karena, kebetulan saja, saya sudah punya satu cup, dua cup, tiga cup, 4 cup, dan 12 cup. Nah, yang manual brew bialetti yang 6 cup belum punya. Maunya sih semua cup dan semua jenis bialetti saya punya untuk koleksi. Tetapi, kalian tahu kan, bialetti mokapot itu harganya cukup bikin dompet lumanyun!

Berapa harga untuk memiliki Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups? Sampai-sampai bikin dompet manyun? Ya….! Tidak begitu murah, tidak begitu mahal. Dijual dengan harga 460.000 rupiah. Kalau buat saya sih lumayan ya harganya, meskipun tidak rugi membelinya. Selain imut dan bikin hidup keukopian lebih ceria, bahagia dan berbunga-bunga, juga bisa bikin kopi lebih banyak dan dipakai berkali-kali setiap hari.

20171020_15055520171020_15061120171020_15063220171020_15064320171020_15091220171020_152300

Berapa ML air yang dibutuhkan untuk membuat kopi di Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups? Kalau saya, setelah dicoba-coba, 300ML air itu sudah paling maksimal dan kopinya kalau mengikuti standar dunia perkopian internasional, ya 1:15 kan? 1 gram kopi, 15 ML air. Jadi, kalau pakai hitung-hitungan internasional, 300ML air itu membutuhkan sekitar 20 gram kopi. Kalau dipecah lagi, biasanya, di tempat-tempat ngopi kekinian buat kaum millennials, itu 12 gram kopi diseduh dengan air sekitar 150 ML. Basicinya, dibutuhkan 24 gram kopi untuk 300 ML air dengan Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups. Ketentuan itu diatur oleh dunia perkopian. Well, buat saya, tidak ada aturan baku untuk menyeduh kopi. Semua punya refrensi selera kopinya masing-masing. So, lupakanlah aturan baku itu dan mulailah membuat kopi yang sesuai dengan selera lidah dan perasaan kalian.

20171020_15131020171020_15131820171020_15133120171020_15170920171020_15174120171020_151752

Kalau saya? Berapa gram kopi jika menggunakan air 300 ML di Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups? Ini sih juga tergantung saya maunya gimana. Kalau mau kopi kelam, hitam dan getir, saya naikkan jumlah gram kopinya. Kalau mau ngopi ringan dan santai, turunkan kopinya. Begitu saja, hidup sederhana kalau semua bisa difleksibelkan. Iya, kan?

20171020_15255820171020_15260920171020_15273120171020_153857

Gimana? Tertarikk kaann…!

Selain warna Bialetti Rainbow Yellow 6 Cups, ada juga warna lain dengan ragam cup berbeda. Ada 6, 3 dan 1 cup. Terserah kamu maunya cup dan warna apa.

Sambil mikir panjang, kita ngopi dulu yuk dan cek-cek warna kesukaan dan harga.

Bialetti Rainbow Espresso Maker (6 cup) –  Rp 460.000

Bialetti Rainbow Espresso Maker (3 cup) – Rp 400.000

Bialetti Rainbow Espresso Maker (1 cup) – Rp 340.000

Semua ini bisa kalian beli di marketplace dan e-commerce, tinggal KLIK lazada, tokopedia dan blibli. Trus bayar, beres kaann.

“sonofmountmalang”

Masalah-masalah umum yang biasa dihadapi Bialetti Mokapot

Masalah pertama.

Pernah nggak di mana saat kalian ingin menikmati kopi dengan cepat menggunakan Bialetti Mokapot, tiba-tiba setelah beberapa menit didiamkan di atas kompor, terdengar suara peluit yang bikin kuping sakit.

Kenapa ya bisa bunyi sekencang itu? Kira-kira apa problemnya?

Selidik punya selidik, bunyi kencang peluit yang keluar dari Bialetti Mokapot itu masalahnya ada di VALVE. Bisa disebabkan karena VALVE-nya tersumbat residu kopi atau karena keseringan memberi air di ambang batas VALVE. Jadi idealnya, air itu wajib di bawah VALVE. Jangan sampai di atas VALVE. Kalau di atas, dipastikan VALVE-nya akan sering mengalami masalah.

Selain disebabkan tersumbat residu kopi dan menuangkan air di atas batas yang ditentukan, juga karena saat menuangkan kopi ke dalam funnel itu dengan sengaja atau tidak sengaja ditekan hingga padat. Sementara tekanan air yang akan menembus tunnel funnel sebenarnya tidak sehebat tekanan air di mesin espreso, jadi dibutuhkan akses udara keluar dan jika tekanan udaranya terlalu kuat, maka akan keluar melalui valve dan akan bersiul sangat kencang.

Jadi untuk menghindari peluit yang bikin kuping pengang dan sakit, hindari tiga hal tadi. Memberi air di atas batas valve, menekan kopi di funnel terlalu padat dan lubang valve tersumbat karena residu kopi. Khusus untuk lubang valve yang tersendat, kalian bisa menekan tombol menonjol di bagian valve. Tekanlah berkali-kali untuk memastikan tidak ada residu yang memblok jalannya udara.

Kalau dengan cara tadi ternyata setiap kali menyeduh masih saja bunyi peluit panjang dan kencang, sebaiknya balikin saja kalau masih garansi dan kalau sudah lewat masa garansinya, saran terbaiknya adalah MEMBELI YANG BARU!

20171013_105912

Tombol di valve ini yang wajib kalian tekan-tekan. Hmmm…! Awas ntar horny sendiri dan ngayal jorok yaaa.

Masalah kedua.

Masalah lainnya yang dihadapi Bialetti Mokapot adalah…! Nah, ini juga masalah bikin kesel. Sudah menunggu kopi enak pagi hari. Terbayang aromanya dan segarnya kopi, eh yang keluar kopi acak-acakan dan hanya beberapa sendok saja. Kalau ini masalahnya gampang diatasi. Paling-paling karena kita terburu-buru, memasang gasket dan filternya terbali, sehingga shieldnya tidak rapat dan kedap. Ini sudah bisa dipastinya memutar Bialetti Mokapot tidak kencang. Jadi tekanan udaranya lemah saat menembus kopi. Hasil kopinya pun cenderung cewer-cewer. Biasanya hal ini bisa dilihat juga dari uap yang keluar di tengah pembatas Bialetti Mokapot. Selain uap, terkadang keluar air disertai kopi. Jadi kaya bocor gitulah. Nah, kalau sudah begini, matikan api dan bersihkan Bialetti menggunakan air mengalir.

Oh ternyata setelah dibersihkan dan ditutup rapat dengan benar, uap dan air masih merembes dari tengah badan Bialetti Mokapot dan hasil kopinya sedikit serta cewer-cewer. Solusinya adalah, ganti gasket dan filternya. Biasanya sepaket dijual di marketplace atau e-commerce. Disarankan juga untuk mengganti tunnel funnel jika dirasa umurnya sudah tuak dan sering dipakai sampai gampang penyok.

Mulailah dari awal lagi membuat kopi. Boleh buru-buru, asalkan telaten. Kalau tidak ingin gagal menikmati kopi di pagi hari.

 

Masalah ketiga.

Masalah pertama selesai diatasi. Masalah kedua pun selesai. Eh, tahunya pas semua baik-baik saja, ketika menuangkan kopi ke dalam cangkir dan mencicipinya, rasa kopinya kok tidak seenak awal-awal menyeduh dengan Bialetti Mokapot ini ya. Bukan tidak seenak awal-awal lagi malah. Bisa dibilang rasa kopinya jadi anehh! Hmmmm! Ada masalah apalagi sihh nihhh!??! Mulai kesel kaannn?

Masalah ini bisa disebabkan saat mencuci terlalu bersemangat. Digosok terlalu keras dan menggosoknya pakai sabut kasar. Nah, itu pangkal masalahnya. Menggosok terlalu keras bagian dalam Bialetti Mokapot itu bisa menyebabkan bagian coating-nya terkelupas. Biasanya rasa kopi agak berbau logam.

Gimana kalau begini masalahnya? Kayaya masih bisa diatasi dengan mem-brew menggunakan kopi biasa saja selama berkali-kali. Atau kalau saya sih dicoba dibersihkan dengan membrew tanpa kopi. Seolah membersihkan aroma tidak sedap yang dihasilkan Bialetti Mokapot. Dilakukan berkali-kali dan juga untuk membersihkan bau-bau sisa lainnya.

Setelah dilakukan beberapa kali mem-brew dengan kopi dan atau hanya air saja, rasa kopi yang dihasilkan akan kembali normal dan nikmat.

Masalah keempat.

Semua sesuai prosedur dan eh kok rasanya tetep nggak enak. Hambar dan terasa kebanyakan air. Ah, itu sih kecil masalahnya. Pasti kalian kurang masukin kopinya ke funnel. Ya kaannn? Tinggal tambahkan saja sampai batas atasnya jika perlu. Rapihkan jangan sampai ada bubuk kopi di sisi funnel. Disarankan menggunakan dark roast. Tetapi kalau saya sih jenis roast apa saja. Asalkan takarannya pas, semua roastingan dan semua jenis kopi terasa enak!

Masalah kelima. 

Ketika mem-brew kopi, tiba-tiba air kopinya meletup-letup kencang sampai meleber keluar. Ohhh…! Itu hal sepele. Tinggal kecilkan apinya yah. Jangan terlalu besar dan jangan keluar dari pantat Bialetti Mokapot alias mengenai body samping.

Masalah keenam.

Pas dituang, eh kok banyak butiran kopi yang ikut dan bahkan kopi dihasilkan cenderung kental. Nah, ini sih pasti karena menggunakan gilingan VERY FINE GRIND COFFFE. Hindari gilingan kopi terlalu halus untuk Bialetti Mokapot. Kalau pun menggunakan FINE GRIND, usahakan jangan ditekan terlalu padat. Mau lebih aman lagi, ya gunakan medium grind. Itu sudah paling bener. Dijamin kopi yang keluar bebas butiran kopi alias clean coffee.

20171009_114525

Ini sebenarnya nyaris mendekati thick hasil kopinya.

Masalah ketujuh.

Setelah menunggu lama, eh yang keluar hanya air atau tidak ada yang keluar sama sekali, malah bau gosong terbakar. Itu sih simply karena kebodohan kita. Lupa ngisi air dan atau lupa ngisi kopi. Dua itulah kebodohan yang sering kita lakukan karena ingin cepat, sementara pikiran blank karena mikirin kamu. Ahhh elahhhh!

Gimana? Cukup tercerahkan dengan masalah per-Bialetti-an kalian? Selamat ngopi!

 

20171013_094845

Nah ini hasil yang normal. Cremanya keluar dan rasanya kaya raya.

20171013_094946

Segera dituang.

20171013_094957

Siap dinikmati

“sonofmountmalang”

10 jenis cold brew atau cold drip paling mahal sedunia!

2개짤3-e1494933164948

Gold Edition Art Deco by Dutch Lab. Source dutch-lab.com

Ada jutaan cara untuk menyeduh kopi. Dari jutaan cara ini big picture-nya dibagi menjadi tiga cara atau tiga jenis. Pertama Automatic Machine Brew, kedua Semi Automatic Machine Brew dan ketiga itu yang menjadi idola saya, yaitu Manual Brew. Manual Brew pun dibagi menjadi dua cara. Satu Hot Brew alias dibrew menggunakan air panas dan ada satu lagi cold brew. Tahu kan ya, cold brew pastinya di-brew dengan air dingin/air es. Bahkan sebagian menggunakan es batu untuk cara cold brew atau cold drip ini.

Dari cold brew inilah lahir jutaan cara juga, jenis, ukuran dan kapasitas yang dihasilkan cold brew atau cold drip. Dan hal paling penting adalah jutaan jenis harga dari berbagai merk.

Khusus kali ini, saya hanya akan membahas jenis cold brew paling mahal di dunia yang bikin mata kalian melotot tercengang. Nah, cold brew apa saja yang paling mahal sedunia ini. Yuk! Kita cek satu per satu. Siapa tahu kalian punya duit untuk membelinya. Amiiinnnn!

  1. Gold Edition Gotchicism by Dutch Lab

 Cold Brew Gold Edition _Gotchicism keluaran Dutch Lab ini memiliki harga lebih maha dibandingkan rumah saya pada waktu beli. Dibandingkan dengan mobil saya pun masih mahalan cold brew ini. Sadis yah. Bikin ngiler pengan punya tapi rumah saya pasti langsung penuh dan juga harus jual rumah dulu untuk bisa membeli ini. Nah, bingung kan nanti akan ditaruh di mana.

Harga untuk Cold Brew Gold Edition _Gotchicism ini $20,000. Kalau dirupiahkan sekitar 270.320.000! Segitulah kalian harus mengeluarkan uang untuk memilkinya. Tentu saja tidak untuk dikoleksi sendiri. Kecuali kita. Ta elahh kitaa! Yak, kita! Kecuali kita kaya banget. Barulah untuk dikoleksi. Kalau tidak kaya banget, ya untuk jualan cold brew dengan kapasitas banyak!

Sekali brew menggunakan Cold Brew Gold Edition _Gotchicism itu menghasilkan cold brew kopi siap saji sekitar 3000ml. Kalau 3000ml kopi yang dihasilkan, kira-kiranya ya kopi yang digiling dalam sekali cold brew itu sekitar 275 – 300 gram. Bahkan mungkin bisa lebih. Tergantung aturan yang berlaku dan diinginkan.

1. Gold Edition _Gotchicism by Dutch Lab $20000

Gold Edition _Gotchicism by Dutch Lab. Source dutch-lab.com.

  1. Black & Gold Edition AKMA by Dutch Lab

Masih dikulasi dari merk Dutch Lab dengan harga lebih murahan sedikit dari peringkat satu. Mereka menamai Cold Brew ini Black & Gold Edition AKMA. Modelnya tetep ya super mewah dan tetap bikin pengen punya ketika melihatnya. Kapasitas kopi yang dihasilkan untuk disajikan sama halnya dengan peringkat pertama, yaitu 3000ml kopi. Yang membedakan hanya model dan metarial pembuatnya.

Berapa harga yang wajib dikeluarkan untuk memiliki Ducth Lab Black & Gold Edition AKMA ini. Hanya $17,000 sajah! Sajah yah! Alias sekitar 229.772.000 rupiah. Haissshhh! Masih masuk akal yah. Seharga mobil Toyota Veloz 2017.

 

2.Black&Gold Edition_AKMA 3000 $17000

Black & Gold Edition AKMA by Dutch Lab. Source dutch-lab.com.

  1. Steampunk Edition – Gothicism by Dutch Lab

Cold Brew termahal ketiga ditempati, tentu saja masih dari Dutch Lab dengan model didominasi warna hitam alias bertemakan gotik dari Steampunk Edition. Dari model ini dihasilkan kapasitas kopi hasil cold brew yang lebih dari cukup, yaitu 3000ml. 3000 ml itu cukup untuk serving cold brew kopi sekitar 20 gelas 150ml. Kalau di kedai mewah atau medium to high buat nongkrong anak gaul berduit, ya bisa dikenakan harga 35 – 40 ribu/gelas. Jadi sekali brew dari Steampunk Edition Gothicism ini bisa menghasilkan 700 – 800 ribu. Mmmm…! Menarik ya.

Untuk bisa mendapatkan uang hasil penjualan sebanyak itu, kalian harus merelakan uang melayang sekitar $7,300 atau jika dirupiahkan ya 98.625.300. Lumayanlah, seharga avanza bekas tahun 2012 kalau kondisinya mulus. Belilah yah:P.

3.Gothicism $7,300

Steampunk Edition – Gothicism by Dutch Lab. Source dutch-lab.com.

  1. Steampunk Edition AKMA

Semakin ke bawah harganya semakin masuk akal yah. Nah, posisi kelima ditempati Steampunk Edition AKMA. Masih dari brand Dutch Lab. Kopi yang dihasilkan dari brewer ini 3000ml. Masih banyaklah untuk memenuhi kebutuhan peminum cold brew yang belum begitu sengehaitss hot manual brew.

Harganya pun mulai tidak begitu mencolok mata, meskipun tetap bisa dibilang mahal kalau buat saya mah. Harganya berada di area $5,200 atau kalau dikoversi ke rupiah itu sekitar 70.272.800. Kan masih okeh kan ya. Mampulah beli satu cold brew Steampunk Edition AKMA. Hayuk! Kita order. Cicilan 0% selama 30 tahun tapinya yaaaaa!

4.AKMA 3000 $5,200

Steampunk Edition AKMA by Dutch Lab. Source dutch-lab.com.

  1. Steampunk Edition Saint AKMA

Sebenarnya posisi kelimat ini harusnya tidak sama dengan peringkat keempat. Namun dikarenakan modelnya juga keren, jadi saya masukanlah ke posisi lima. Namanya sesuai dengan modelnya. Bersih putih bening dan kaya malaikat mungkin ya. Itulah sebabnya diberi nama Saint Akma. Hasil kopinya pasti seenak surga kalau begini nih.

Harga yang ditawarkan pun sama dengan Steampunk Edition AKMA, yaitu di harga $5,200 atau 70.272.800 rupiah. Saya sih tetap belilah. Hahaha! Horang kayaahh!

Kapasitas kopi yang dihasilan pun sama-sama 3000ml. Beli cold brew peringkat empat dan lima, kemudian bisa menyediakan sekitar 6000ml kopi dingin per hari. Mantap kan?

5.Saint AKMA 3000 $5,200

Steampunk Edition Saint AKMA. Source dutch-lab.com.

  1. Special Customized Eiffel

Posisi keenam ditempati oleh Special Customized Eiffel. Bentuknya lebih sederhana. Sesuai namanya, yaitu Eiffel. Maka bentuknya ya sama kaya menara Eiffel. Kapasitasnya pun hanya bisa menghasilkan kopi cold brew sebanyak 2000ml. Masih cukup banyak. Bisa diestimasikan mampu menyediakan sekitar 13 gelas cold brew per hari dengan hasil penjualan sekitar 455 – 520 ribuanlah.

Akan balik modal sesegara mungkinlah. Soalnya harga untuk Special Customized Eiffel ini berada di angka $5,000 alias 67.570.000. Cobalah kalian hitung, kira-kira dengan harga 67.570.000 dan menghasilkan kopi cold brew 2000ml dengan estimasi penjualan 455 – 520 per hari itu di hari ke berapa kalian bisa BEP. Silakan hitung sendiri.

6.Special Customized_Eiffel 2000 $5,000

Special Customized Eiffel. Source dutch-lab.com.

  1. Steampunk Edition Basic

Peringkat ke tujuh termahal untuk cold brew di dunia perkopian kita ini ditempati oleh Steampunk Edition Basic. Nah, model ini cocok buat kalian yang mencari kapasitas banyak dengan harga minim. Kenapa? Karena dengan model ini seharga $4,100, kalian tetap bisa mendapatkan kopi sebanyak 3000ml. Hanya saja modelnya tidak serumit model-model sebelumnya. Yah, mungkin itulah kenapa namanya disebut Steampunk Edition Basic.

Oh ya, kalau dirupiahkan harganya sekitar 55.407.400. Okeh banget kan harganya. Kalau begitu saya akan pilih inilah jika ada yang ngasih. Eaaa!

7.Steampunk Edition Basic $4,100

Steampunk Edition Basic. Source dutch-lab.com.

  1. Hario Water Dripper WDW-20

Setelah terpesona dengan cold brew dari Dutch Lab, kali ini beralih sejenak ke negeri Sakura yang memiliki brand ternama untuk urusan perlengkapan kopi. Apalagi kalau bukan Hario. Jadilah posisi ke delapan cold brew termahal ditempati Hario Water Dripper WDW-20 dengan kapasitas kopi yang dihasilkan sebanyak 2000ml. Bahkan di Hario ini ditentukan bahwa dari 2000ml ini bisa disajikan sekitar 20 gelas kopi cold brew.

Ya bisalah, cuma harga per gelasnya kurangin dikit. Yang tadinya 35 – 40 ribu/gelas, maka kalau 100 ml/gelas dikasih harga 30 ribu saja yah. 30.000 x 20=600.000/brew/hari. Asik kaann kalau hitung-hitungan ngayal untung.

Untuk bisa memiliki Hario Water Dripper WDW-20, kalian cukup melepehkan uang dari dompet sekitar 38.020.000. Gimana? Jadi galau kan mau beli yang mana.

hario-water-dripper-wdw-20-1490166992-1984076-4f368a29f2cfb4f2b0153c5554ed3311-webp-zoom

Hario Water Dripper WDW-20. Source lazada.co.id

  1. Gold Edition Starwars

Buat kalian penggila Starwars, ini saatnya menunjukkan keuangan kalian untuk mengoleksi salah satu cold brew termahal yang ada di urutan ke sembilan. Gold Edition Starwars by Dutch Lab. Kapasitas kopi yang dihasilkan per sekali brew itu sekitar 1000ml. 1000ml per/brew/hari dengan harga $2,100 atau 28.379.000 rupiah. Kalau ini balik modalnya cepetlah yah. Butuh 95 hari dengan menjual per gelas 30.000 rupiah/100ml dan kopi single origin terbaik tentunya untuk bisa BEP.

Berat ya hitung-hitungannya. Yah, beli dulu aja kali ya. Urusan hitung-hitungan belakang. Ya udahlah yuk! Beli satu. Tapi saya pencinta Startrek donk. Nah, gimana tuh:d. Kalau dikasih, mau aja sihlah.

8.HARIO 2,800

Gold Edition Starwars. Source dutch-lab.com.

10. Gold Edition Starwars

Posisi terakhir ditempatin oleh Gold Edition Wind Molen, juga dari Dutch Lab. Harganya berada di posisi $2,000 atau jika dirupiahkan itu jatuh di harga 27.028.000 rupiah. Kapasitas cold brew kopi yang dihasilkan 1000ml/sekali brew. Modelnya pun sederhana, tapi tetap saja ya mahal dan tetap terlihat elegan.

Beli Gold Edition Wind Molen satu saja ini sudah bisa membeli Hario Cold Brew Botol yang harganya 500an sebanyak 49 botol hario. Dengan 49 botol Hario ini bisa menghasilkan cold brew kopi per hari sekitar 31.000ml. Hitungan saya, kalau sekali saji itu 150ml, maka per hari bisa menyajikan 212 gelas. Jika per gelas dijual katakanlah 30.000, maka total per hari seandainya terjual semua itu sekitar 6.360.000. Memang kalau ngayal babu hitung-hitungan untuk sih gampang, kalau praktiknya bisa ngos-ngosan menjual kopi cold brew ini. Soalnya salah-salah cara juga bisa merusak rasa kopi single origin idola pencinta kopi sedunia.

10.Gold Edition Wind Molen 2,000

Gold Edition Wind Molen. Source dutch-lab.com

Khusus untuk Dutch Lab, hampir semua MADE IN KOREA dan DESIGNED BY DUTCH LAB. Kalau Hario kalian tahu kan made in mana? Japan yes!

Nah, itulah list 10 cold brew atau cold drip termahal di dunia perkopian. Gimana? Berminat membelinya atau mengoleksinya. Ya, bisa iseng buka-buka web dutch-lab.com atau kalau di Indonesia sudah ada importir alat kopi nomor satu kayanya, siapa lagi kalau bukan ottencoffee.co.id.

Selamat menikmati COLD BREW dan selamat mikir-mikir mau beli yang mana!

“sonofmountmalang”

 

Cold Brew Hario Murah Meriah Hasilnya Berkualitas Mewah

IMG_0714

Virgillyan Ranting Areythuza dan Hario Cold Brew Filter in Bottle.

Setelah heits dengan manual brew hot, sebagian generasi milenial di-heits-kan dengan istilah cold brew. Bahkan starbucks pun sekarang menyediakan cold brew. Hanya saja, peminat cold brew masih sedikit dibanding dengan kopi susu atau pun manual brew yang menghasilan kopi panas. Di beberapa kedai kopi di Jakarta dan luar kota juga sudah menyediakan menu cold brew. Well, sekali lagi, masih jarang peminatnya kalau kita perhatikan.

Saya pun nggak mau kalah dong. Karena kita harus mengikuti trend perlengkapan kopi. Selain bisa terus mengoleksi alat-alat, juga bisa mengeksplorasi berbagai single origin dengan berbagai cara. Salah satuya cold brew ini.

Cold brew yang saya beli keluaran dari Hario Cold Brew Filter in Bottle – Brown. Harganya 500 ribuan. Bisa dicek di sini. Syukur-syukur kalau lagi ada program diskon yaaa. Kapasitas kopi yang dihasilkan sekali brew itu sekitar 650 ML dengan gilingan kopi sekitar 55 gram. Itu pun bisa kalian custom sesuai dengan keinginan dan eksperimen alias coba-coba. Memang kalau punya alat sendiri ya seninya mencoba tingkatan-tingkatan baik dari gramasi, lamanya brew dan dinginnya air serta kulkas. Hasilnya sudah dipastikan beda-beda dan rasanya pun bisa bikin kalian terpesona. Hebat ya. Alat sesederhana ini bisa mengeksplor kopi segala rasa.

Saya sudah mengeksplornya dengan menggunakan beberapa single origin dengan beberapa roastingan berbeda. Semisal, Gayo Wine, Yellow Caturra, Gayo Takengon, Bajawa, Papua, Gayo Black Honey, Java Preanger Wine dan beberapa single origin dengan rasa unik lainnya. Semua rasa hasilnya jadi seru dan kaya. Yang paling penting, aroma kopinya tetap keluar ketika cold brew dibuka dan rasanya lebih kompleks namun tetap bisa diterima lidah. Bahkan, bisa dibilang, rasanya cenderung unik-unik.

Lalu, apakah hanya cold brew yang murah dan bisa dieksplor? Atau ada cold brew lain buat di rumahan? Oh, tenang. Nanti akan saya review juga beberapa cold brew. Baik dari sisi harga atau pun kapasitas dan tunggu saja….

Sementara, kita nikmati dulu cold brew ala Hario Cold Brew Filter in Bottle dengan Gayo Wine.

“sonofmountmalang”

 

Cara terbaik membersihkan MOKAPOT supaya bebas dari residu kopi

Iyes! Kembali lagi dengan permasalahan kopi dan perlengkapannya. Salah satu idola alat ngopi yang paling saya cintai itu adalah mokapot – bialetti. Karena mencintainya itulah, saya selalu merawatnya, seperti merawat anak sendiri, pacar sendiri dan orang paling dekat dengan diri kita sendiri. Selain bagaimana cara menggunakannya dengan baik, tetapi juga yang paling krusial adalah bagaimana cara membersihkannya, bukan saja mencucinya, tetapi sekali lagi, membersihkannya.

Gimana sih cara membersihkannya?

Sekilas, sudah saya ulas di beberapa postingan. Pertama, cucilah dengan air mengalir. Hindari penggunaan kasa kasar karena akan menggerus bagian permukaan mokapot. Jika tergerus, maka akan merusak dan mempengaruhi cita rasa kopi ketika diseduh.

Kedua, janganlah sesekali pakai sabun cuci. Jika pun sangat terpaksaaa sekali dan tidak sengaja menggunakan sabun, sebaiknya dibilas menggunakan air mengalir berkali-kali sampai dirasa tidak ada residu sabun yang tersisa di bagian-bagian mokapot.

Ketiga, kalau sudah dicuci, sebaiknya langsung keringkan menggunakan serbet serap air supaya tidak ada sisa-sisa air di bagian mokapot. Jika didiamkan, sisa-sisa itu lama-lama akan menjadi tanda di mokapot. Jadi seperti jamur di kaca mobil. Apabila sudah dikeringkan, langsung dibalik posisinya agar sisa residu di bagian dalam bisa keluar. Jika kalian memiliki alat steril untuk mengeringkan, lebih baik pakai cara itu untuk mengeringkan.

20171013_102930

Lihatlah bercak-bercak di dinding mokapot. Itu salah satu akibat tidak langsung dikeringkah setelah dicuci, tapi tenang, ini bisa hilang kok kalau mencucinya dan membersihkan dengan cara yang seperti saya lakukan.

Keempat, ini cara saya untuk menghilangkan residu kopi di bagian-bagian yang tidak bisa dijangkau oleh alat pencuci macam sikat halus, yaitu dengen merebuskan air tanpa kopi di funnel-nya.

Tahapannya sederhana. Cuci terlebih dahulu mokapot yang sudah digunakan berkali-kali tadi. Kemudian keringkan. Kalau sudah kering, isi mokapot dengan air di batas aman. Kemudian brew di atas kompor. Tunggu sampai airnya naik dan perhatikan sisa-sisa residu kopi terangkat. Lakukan sekitar dua sampai tiga kali. Tergantung tingkat kekotoran residu yang tersisa.

Saya biasa melakukannya dua kali proses pembersihan dengan mem-brew tanpa kopi. Biasa dilakukan seminggu dua kali. Secara mokapot saya dipakai sehari dua kali dan kalau wiken bisa berkali-kali, jadi kerjanya cukup keras dan bisa meninggalkan residu kopi cukup banyak di bagian dalamnya. Kalau dibiarkan, selain bisa mengganggu kerja mokapot, juga bisa membuat rasa kopi tidak maksimal.

Kalau merasa cara ini cukup ribet, masih ada gampang dan cukup modal untuk membelinya. Salah satunya dengan menggunakan penghilang residu kopi untuk berbagai jenis brewer. Bisa dicek di sini. Atau mungkin bisa pakai brand yang sudah terkenal di dunia perkopian, yaitu seperti brand di bawah ini. Bisa diklik untuk tahu harganya. Jangan kaget yah:p.

Caranya juga simpel, dengan memasukan tablet ke dalam brewer dan biarkan air menyatu dengan tablet dan membrew. Kalau pakai tablet puro, membersihkan mokapot tidak perlu berkali-kali brew kaya saya, cukup sekali dan residu sudah larut semua. Tinggal bersihkan sekali lagi menggunakan air mengalir. Mokapot pun siap digunakan lagi.

Gimana? Cukup membantu kan? Kalau iya, yuklah kita ngopi lagi!

“sonofmountmalang”

Cara cepat bikin kopi enak secara manual pakai Bialetti Break Alpina 3 Cups

Siapa yang di rumahnya, sekarang, ada berbagai jenis perlengkapan untuk ngopi? Ayo coba tunjuk tangan. Kalau sudah punya, baguslah. Kalau belum punya, cobalah iseng-iseng bahasan saya soal salah satu brand manual brew mokapot dari Italia ini, si Bialetti. Khusus kali kali ini hanya membahas Bialetti Mokapot. Lebih dalamnya lagi khusus membahas Bialetti Break Alpina 3 Cups, satu dari sekian koleksi Mokapot saya yang selalu dibawa ke mana-mana. Ke kantor atau pun liburan keluar kota, bahkan kemping pun pastinya membawa Bialetti Moka Alpina ini.

Kenapa? Karena bentuknya lucu. Kepalanya kaya Robinhood. Warnanya pun merupakan warna kesukaan saya. Hijau. Termasuk rare item khusus yang satu ini.

Bialetti Break Alpina 3 Cups saya beli sekitar dua tahun lalu untuk menggantikan mokapot tanpa brand, yang rusak karena usianya sudah lima tahun dan selama lima tahun itu dipakai sehari dua kali. Pagi dan sore. Terlebih pada jaman itu belum ada penjual mokapot seperti sekarang ini.

Sebagai gantinya, Bialetti Break Alpina 3 Cups inilah. Kecil, ringan, ringkes dan menghasilkan kopi enak dengan cepat. Giling kopi, tuang air, tutup dan taruh di atas mini gas burner stand. Tunggu beberapa menit. Kopi sudah bergejolak dan siap dituang. Kopi enak cara ekspres kan. Selain itu juga, kita bisa custom kopi yang kita inginkan. Mau light, medium atau strong. Kita yang menentukan. Mau airnya sedikit, sedang dan banyak, kita juga yang menentukan. Sebab yang tahu selera kita ya kita sendiri, bukan orang lain. Iya kan? Untuk harga yang harus dibayarkan demi memiliki Bialetti Break Alpina 3 Cups ini cukup lumayan sih. Harganya sekitar 650.000 rupiah. Mungkin sekarang harganya jadi lebih murah. Ya, bisa jadi cuma 625.000 rupiah. Hemat 25 ribu kan lumayan yah.

Di Bialetti Moka Alpina ini, memang ada aturannya soal gilingan kopi. Disarankan untuk menggunakan gilingan kopi lebih kasar sedikit dari espreso. Kalau espreso ini fine grind coffee, maka untuk mokapot bisa medium grind coffee atau light coarse grind. Akan tetapi, saya sudah mencoba menggunakan tiga jenis grind ini, hasilnya beda, rasanya beda. Kalau saya pribadi tergantung kebutuhannya untuk apa. Kalau untuk dicampur susu, saya menggunakan fine grind. Kalau untuk diminum pahitan, saya pakai medium to fine grind. Jarang sekali memakai coarse grind dan kalau mau iseng rasa light coffee, ya saya pakai light coarse grind. Jadi kan semuanya bisa custom, selama penggunaan Bialetti Moka Alpina sesuai aturan. Air tidak boleh lewat dari lubang valve dan kopi tidak boleh dipadatkan di funnel atau corong Bialetti Break Alpina 3 Cups. Kalau dipadatkan, proses penembusan air melewati funnel akan terhambat karena padatnya kopi dan hasil kopi jadinya kental dan tidak enak untuk diminum. Untuk membahas problematika mokapot, nanti saya bahas di sesi lain sambil menunjukkan beberapa kegagalan yang pernah saya lakukan dan semua orang bisa lakukan.

20171011_100611

Bialetti Rubber Seal. Kalau kondisi sudah begini, sebaiknya diganti. Nanti akan ada riview soal Bialetti Rubber Seal ini ya. Kenapa bisa begini kondisinya dan kalau sudah begini, bisa diganti di mana. Tenang, kalian bisa cari di sini kalau beruntung.

Meskipun judulnya Bialetti Break Alpina 3 Cups, jangan bayangkan 3 cup cangkir kopi besar ya. Tiga cup di sini adalah cup untuk espreso. Bisa dikira-kira satu cup itu 50 ML kopi. Kalau mengisi air di Bialetti Break Alpina 3 Cups sebanyak 150 ML air, maka rata-rata kopi yang dihasilkan itu 140 ML. Tidak pernah kemudian menjadi 150 ML kopi. Jadi kadang, saya suka iseng bertanya ke produsen Bialatti soal cup-cup’an ini. Mereka suka menjawab, daya tampungnya 150 ML. Itu padahal daya tampung air untuk membrew kopi, bukan hasil brew 150 kopi. Kalian jangan salah tangkep ya, karena bagaimana pun, air tetap akan menguap ketika dipanaskan dan sebagian akan membasahi kopi ter-brew di bagian funnel. Nanti akan ada sesi sendiri ya soal ini. Sementara itu dulu infonya. Jika ingin iseng-iseng membeli sebelum menunggu riview selanjutnya dari saya, bisa klik jenis dan harga yang sesuai dengan dompet kalian di sini. Atau untuk mendapatkan harga dengan variasi diskon, bisa coba cari di sini.

Sekarang saya akan membuat kopi ekspres menggunakan Lintong, asal Lintong Ni Huta, Kabupaten Humbang Hasundutan Tapanuli Utara. Memang negeri ini kaya dengan single origin kopi. Coba saja cek di Sumatera, ada berapa banyak jenis kopi yang sesuai dengan asal tumbuhnya. Nah, nanti kita bahas ya sambil kita seduh tentunya. Kali ini cukup dengan Lintong saja yang level panggangannya di City Roast. Aroma hasil roastingannya, jangan tanya, karena lebih pas kalau langsung mencium aromanya.

Okelah. Daripada berpanjang lebar, yuk kita gunakan manual brew!

20171011_103042

Menggoda, bukan?

20171011_103213

Sejenak kita ngopi di sini.

20171011_103457

Siapa mau Arabika Lintong!?

20171011_103142

Diminumlah panas-panas.

20171011_103343

Master sedang cupping hasil manual brew. Apa katanya? Kita tunggu komennya.

“sonofmountmalang”