Category: puisi

Jumat yang nikmat

Jumat yang nikmat. Sepotong roti di sore hari, berisikan gadis manis tanpa busana. Secangkir kopi hitam dari tai musang tanpa gula, menusuk penciuman. Senandung senja yang telah siap membakar kota, telanjang di balik kaca jendela. Mari kita pergi dan duduk di tepi langit. Menyepi bersama potongan-potongan awan. Sebelum […]

Alasan

Seringkali saya mencintai perempuan tanpa memiliki alasan, tetapi mereka terkadang bingung, “Mencintai tapi ngga tau alasannya apa.” Saya pikir untuk mencintai tidak dibutuhkan alasan. Hmm…, begitu pun calon istri saya, dia sering kali bertanya, saya tidak bisa menjawabnya sampai sekarang. Karena saya mencintainya tanpa memiliki alasan apa pun:)

Surga

“Saya tidak perlu terlalu berangan-angan soal surga dan puluhan bidadari untuk dicumbui, seperti yang dikonsepkan teroris-teroris itu, atau siapa pun dengan sebutan apa pun. Karena di dunia ini, saya sudah memiliki satu bidadari, Tala, Dewi Bintang dari mitos Tagalog, yang akan saya jadikan pasangan hidup sebentar lagi dan […]

“Antara hujan dan tidak”

Langit Jakarta pagi ini terbagi menjadi dua. Belahan selatan membiru. Belahan utara menghitam. Aku berdiri di tengahnya. Mencium bau hujan yang ditebarkan angin dari utara. Merasakan sentuhan matahari yang mencolok mata. Pagi yang sempurna untuk menyeduh kopi, membakar roti, lalu duduk di balkon sambil menuliskan sebuah prosa sederhana. […]