Makanan laksa paling enak di Cibinong

20170820_135405

Penampakan laksa enak di Pengharapan Cibinong.

Siapa yang suka laksa? Coba tunjuk tangan tinggi-tinggi. Sebelum membahas laksa mana paling enak sedunia. Ada baiknya kita mengenal asal usul laksa. Laksa, menurut mas-mas wikipedia, berasal dari bahas Sansekerta, yang artinya “BANYAK,” hal ini menggambarkan konten pembuat laksa melibatkan banyak sekali bumbu. Laksa sendiri merupakan makanan peranakan. Perkawinan Tionghoa dan Melayu. Makanya dikenal Laksa Penang dan kalau di Indonesia mungkin dikenal dengan Laksa Bogor dan Laksa Betawi. Dalam semangkuk laksa, kamu bisa menemukan lontong, daging ayam, telur ayam rebus, daun seledri, taoge, bihun, dan taburan bawang goreng. Tentunya kuah yang ketika diseruput itu saraf-saraf di lidah langsung memanjatkan doa dan puji-pujian ke alam semesta.

Tapi di sini saya tidak akan membahas Laksa Penang, Bogor atau Betawi, melainkan membahas salah satu laksa tertua di Cibinong. Konon, menurut mertua saya, laksa ini sudah ada ketika ia masih gadis ting-ting. Untuk mengenang masa keting-tingannya itu, dia pun mengajak saya kembali ke masa lalu, menikmati rasa khas Laksa, yang menurutnya itulah laksa paling enak sedunia Cibinong dan dunia perlaksaan.

Maka pergilah saya ke Cibinong, hanya untuk menikmati laksa tertua dan terenak. Nama rumah makannya “RUMAH MAKAN LAKSA CIBINONG PENGHARAPAN” dengan stempel “LAKSA CIBINONG ASLI” selain itu sepertinya laksa palsu.

20170820_141410

Plangnya cukup mencolok. Rumah Makan Laksa Cibinong Pengharapan.

20170820_135915

Kata mertua saya, Rumah Makan Laksa Cibinong Pengharapan ini belum berubah dari jaman baheula!

Menurut kabar yang tersiar, Laksa Cibinong ini sudah ada sejak tahun 50’an. Nah, nggak heran deh ya mertua saya masih gading ting-ting pada jamannya. Cukup tua juga untuk sebuah laksa. Mungkin sudah dioperasikan oleh generasi ke sekian. Kalau kata mertua saya, tidak ada yang berubah. Masih tidak begitu jauh berbeda bentuk rumah makannya meskipun usianya sudah puluhan tahun.

Bagaimana dengan rasanya? Untuk penggila laksa, ini laksa paling enak sedunia, paling enak se-Cibinong juga. Masih otentik dan tidak mengalami perubahan rasa enak dari dulu. Hmmm…! Layak dicoba. Harganya untuk makan bertiga ini tidak sampai 200.000. Dengan rasa yang enak, tidak menyesallah. Menurut saya lhooooo!

Kalau tidak begitu mengidolakan laksa, di Rumah Laksa Cibinong disediakan menu lain, yang tak kalah enaknya dari laksa. Saya mencoba beberapa menu sih dalam proses penggendutan badan setelah dalam setahun diet dan menghilangkan lemak sekitar tiga kilo. Saatnya kembali menggendutkan badan supaya nampak bersisi. Maka dicobalah laksa, soto betawi dan lontong cap gomeh. Ketiga menu ini enaknya bikin lupa daratan. Soto betawainya original menggunakan santan, bukan susu. Damn! Gurihnya sampai ke ubun-ubun. Itu sih koles pastinya. Tuwaks!

20170820_135904

Nggak heran kan perut buncit makannya segini gitu.

20170820_135434

Menu lainnya, soto betawai santan! Asli bikin mouthgarsme!

Jadi gimana? Mau mencoba laksa paling lezat dan paling enak di Cibinong? Cobalah sekali-kali bikin badan kalian gendut kembali di sini. Lokasinya gampang ditemukan, karena ini rumah makan cukup besar dengan plang yang bisa dideteksi mata-mata dengan perut kelaparan.

 

Buat yang penasaran pakai banget! Arahannya, kalau datang dari arah Jakarta lewat melalui Jalan Raya Bogor, posisinya ada di sebelah kanan jalan di jembatan layang. Jadi, kamu harus memutar balik di depan Ramayana. Kalau dari arah Jakarta melalui Tol Jagorawi, keluarlah di Citereup dan mengambil arah Cibinong. Sampai pertigaan belok besar kiri dan memutar balik di depan Ramayana. Ambil jalan menuju samping jalan layang. Pelan-pelan kalau sudah mau mendekati percabangan jalan layang ya. Karena posisinya tidak jauh dari perpecahan tersebut.

Kan jadi laper kannn! Yuk!

 

“sonofmountmalang”

 

Advertisements

Kemping murah meriah bersama legenda Ranca Upas – Ciwidey. Yuk! Ceh harganya.

RancaUpas0124

Spot di Ranca Upas paling ujung, paling jauh dan paling dekat dengan hutan dan lumayan paling jauh ke toilet juga sih. Tapi spot ini paling jauh dari keramaian.

Ada dua legenda yang diracik atas nama RANCA UPAS. Pertama, Ranca Upas berasal dari kata Ranca dan Upas. Ranca artinya rawa. Upas artinya pohon jenis Upas dari keluarga moraceae, yang dulunya, konon, di rawa ini banyak ditemukan Pohon Upas. Salah satu pohon beracun yang biasa digunakan untuk berburu di hutan, dengan mengoleskan racun ke ujung panah atau tombak. Nama Ranca Upas diberikan sesuai dengan kebiasaan ORANG SUNDA sih tepatnya, yang katanya, memberikan nama untuk suatu wilayah diidentikkan sesuai ciri-cirinya, kejadian atau kebiasaan. Alasannya sederhana, supaya mudah diingat. Yas, masuk akal sih.

 

Legenda kedua, menurut saya, ini paling menarik dari nama Ranca Upas. Kenapa? Karena legenda bisa lebih melegenda ceritanya. Jadi, katanya, dulu di daerah ini ada seorang tokoh perhutani orang WALANA. Pasti tahulah yah sejarah Lembang atau Ciwidey dan tempat-tempat gunung teh yang sarat dengan kompeni, di mana mereka memaksa penduduk lokal untuk menanam cengkeh, teh dan kopi. Nah, Si Upas ini menjelajah ranca, eh dia mati di ranca, tetapi jasadnya tidak pernah ditemukan.

RancaUpas0076

Pagi berkabut paling benar itu TEH PANAS atau KOPI PANAS!

 

Dari situlah muncul mitos, katanya, sebenarnya Si Upas ini masih suka ditemui oleh beberapa pencari kayu bakar. Jadilah mitos Ranca Upas sekaligus namanya menjadi nama wilayah Ranca Upas yang terus diceritakan dari jaman ke jaman. Sama lah halnya dengan mitos Tangkuban Perahu kan. Ya keles ada orang nendang perahu, kemudian perahunya kebalik dan jadi gunung. Heloowww! Tapi, itulah legenda. Sah-sah saja dikreasikan. Mungkin, kalau saya hidup di jaman legenda-legenda, saya palingan doyan MENGARANG SEGALA JENIS LEGENDA.

 

Terlepas dari serunya legenda tentang Ranca Upas, berkat namanya yang unik dan kebaikan bapak-bapak dari Perhutani yang sudah membuka Ranca Upas, kini siapa pun akhirnya bisa merasakan KEMPING MURAH di tempat dingin berkabut dan bebas menentukan spot kemping sesuka hati. Mau di bawah pohon-pohon Rasamala. Mau di samping danau kecil. Mau di dekat hutan. Mau di dekat parkiran. Mau di dekat toilet. Mau jauh dari toilet. Mau parkir mobil kemudian membuka tenda di belakang mobil. Bisaaa! Terserah kamu maunya kemping di spot mana. Tergantung mau jalan jauh bawa perlengkapan kemping kemudian terhindar dari keramaian atau selemparan kutang pink dari mobil sudah bisa kemping, namun kok terasa bukan kemping ya kalo masih bisa melihat deretan mobil parkir. Ehhh, terserah yang kemping donk. Suka-suka lah sih!

IMG_9758

Kampung Cai Ranca Upas. Lets goh!

RancaUpas0061

Cukup lumayan kan dinginnya kalau sore mulai berkabut.

RancaUpas0064

Menikmati kabut di sini sambil pelukan saja kalau ada pasangan. Kalau tidak, ya peluk pohon yang jomblo pun tak masalah. Yang penting hangat.

RancaUpas0123

Selain bisa mendirikan tenda di atas tanah, kalian juga bisa mendirikan tenda di atas semen. Ya, siapin kasur aja.

RancaUpas0109

Toilet sudah tidak berfungsi di spot paling ujung. Kalau cuma pipis ya bawa botol minum aja yah.

RancaUpas0062

Jalan setapak menuju spot paling ujung. Bisa dilalui motor kalau kalian mau minta tolong pengurus Ranca Upas untuk dibawakan alat-alat kemping ke spot paling ujung ini.

Lantas, apa yang wajib disiapkan untuk kemping di Ranca Upas?

  1. Bawa tenda dan perlengkapan kemping
  2. Tidak usah bawa tenda karena di Ranca Upas disewakan tenda segala ukuran dan tidak usah takut kehabisan, karena setiap warung menyewakan tenda dan perlengkapannya
  3. Bawa makanan dan sejenisnya untuk dimasak
  4. Tidak usah bawa juga nggak apa-apa, wong warungnya buka 24 jam
  5. Untuk menghangatkan badan di api unggun juga cukup membeli sebuntal kayu bakar seharga 15.000. Dua atau tiga buntal kayu bakar cukuplah sampai pagi kalau mau nongkrong terus di depan api unggun
  6. Bawa uang untuk beli-beli dan bayar tiket susulan, misalnya ngasih makan rusa atau main air di kolam. Nggak ngasih makan sama main air juga nggak apa-apa. Itu nggak penting-penting amat buat kehidupan kemping, kecuali mau narsis kalau loe udah pernah ngasih makan rusa dan foto bareng rusa di Ranca Upas. Alay!:))
  7. Kalau mau kemping lebih hemat lagi, bawa semua perlengkapan dan tinggal beli kayu bakarnya saja.
  8. Hindari ke toilet pada jam-jam genting. Kecuali mau nahan pipis atau nahan kebelet beol sampe lobang pantat melintir.
  9. Kalau mau berangkat kemping untuk personal atau keluarga, kayanya tidak perlu bertanya ke contact person-nya Ranca Upas, selain jawabnya lama, juga nggak begitu pentinglah. Kecuali untuk corporate atau komunitas dengan jumlah peserta ratusan yah. Nah baru deh koordinasi dengan pengurus Ranca Upas.
  10. Jangan terlalu berharap begimana mungkin ya, misalnya membandingkan Ranca Upas dengan Tanakita atau Legok Kondang atau camping ground milik swasta lainnya. Ini punya pemerintah/perhutani, jadi enjoy sajalah, sodara-sodara!
    RancaUpas0072

    Spot kemping di dekat penangkaran rusa. Di sini lumayan di tengah. Tidak ramai, juga ke toilet masih bisa dijangkau dengan jarak sekitar 300 meteran.

    RancaUpas0003

    Pemandangan langsung hutan. Sambil tiduran, ngemil dan membaca buku sudah bahagia.

    RancaUpas0068

    Jangan terlalu siang membongkar tenda. Kecuali hujan, lanjutkan saja kempingnya. Kalau terang benderang seperti ini, meskipun masih berkabut, udara di pegunungan cepat sekali panasnya.

    RancaUpas0088

    Siapkan api unggun pagi hari untuk menghangatkan diri.

    RancaUpas0009

    Bersama si bolang, Virgillyan Ranting Areythuza

    RancaUpas0191

    Is that you wolf merupakan bacaan ringan Virgillyan.

    RancaUpas0212

    Nahhh! Kalau bacaan berat ini sih dia cuma acting doank.

    RancaUpas0077

    Semuanya menyambut matahari. Anyway, bercak di kamera karena jarang dipakai itu bikin KZL!

    RancaUpas0059

    Kabut sore di Ranca Upas siap mendinginkan suasana hati kalian semua!

Terakhir tidak usah takut kehabisan spot kemping. Ranca Upas itu luaasssss! Sewaktu saya kemping, itu ada dua komunitas yang kemping. Pertama, komunitas KEMAH KELUARGA memenuhi blok utama, tepatnya di bawah pohon-pohon rindang Rasamala dan dekat pintu gerbang. Kedua, komunitas mobil Escudo. Selebihnya rombongan-rombongan keluarga, rombongan anak kampus, rombongan ABG galau dan rombongan anak SMA dan ya ada juga sih pasangan yang mau bercinta di dinginnya tenda suasana Ranca Upas. Sotoy sih! Eh, tapi juga siapa larang coba! Mau enak-enak kok dilarang.

Selebihnya, jangan berharap ketemu Si Upas!

Dan,

SELAMAT BERKEMPING MURAH MERIAH DI RANCA UPAS, CIWIDEY, BANDUNG – JAWA BARAT.

RancaUpas0228

Berangkaattt!

RancaUpas0005

Buat yang doyan ngopi, jangan lupa membawa seperangkat alat ngopi ke mana pun pergi.

RancaUpas0084

Teko isi teh hangat selalu selama 24 jam.

RancaUpas0010

Tiga hal yang wajib dibawa untuk isi perut dan menghangatkan badan. Kompor gas untuk masak, anglo isi arang yang bisa hangat 24 jam dan api unggun.

RancaUpas0120

Tidak usah takut kehabisan kayu bakar. Stock di 10-an warung masih banyak.

RancaUpas0006

Seperangkat alat masak.

RancaUpas0024

Kebayang kan aroma pisang goreng ditiup angin dingin. Gleks!

RancaUpas0031

Hayuk kita nyemil dan ngeteh!

RancaUpas0055

Masaknya pun yang simple dan cepat. Macam spageti kaya gini lah yah!

RancaUpas0140

Ngopi paling enak di Ciwidey. Manual Brew Aeropress. SIapa mau?

RancaUpas0142

Jangan lupa temannya si pisang goreng.

RancaUpas0056

Bawa jagung, singkong atau ubi untuk dibakar.

RancaUpas0231

Tiket masuk untuk tiga orang dewasa. All in one.

“sonofmountmalang”

 

Ngopi Enak di Ujung Kulon

IMG_9150

Karena tidak ada bir di Ujung Kulon, selain haram, juga dilarang dan tidak dijual. Jadi manual brew coffee is a must!

“I Love You For Sentimental Reasons” Nat King Cole itu soundtrack yang pas untuk menelan jingga di secangkir kopi hitam bersama lenguhan-lenguhan ombak, bisikan-bisikan daun dibelai angin darat, di Ujung Kulon di mana kita semua bisa melarungkan ke-stress-an. Lupakan deadline, lupakan brainstorm, lupakan keynote, lupakan rasional creative dan jangan lupakan gajihan tapi yah.

Berhubung di Ujung Kulon tidak dijual bir, jadi disarankan membawa bir sendiri dari Jakarta, dan atau seperti saya, membawa seperangkat alat ngopi dan mem-brew sendiri demi menikmati senja jingga tidak membara di balkon rumah pohon. Ah! Asik sekali, bukan?

Ingin sesekali mencoba? Bisa banget. Hanya selemparan kutang dari Jakarta – Ujung Kulon. Jalannya pun hanya ada dua belokan. Belok kiri dan belok kanan. Ya, paling ada tanjakan dan turunan, tapi itu pun tidak akan terasa. Karena tujuannya mulia, yaitu menghiburkan diri di tempat sepi. Ya, anggap aja semacam tempat untuk berkontemplasi sambil memikirkan harus dibayar dengan apa menginap dua malam di Rumah Pohon ini.

Lupakanlah bayarnya pakai apa. Urusan belakangan. Sekarang, yang terpenting adalah, kita bisa duduk di balkon, santai, ngopi sembari diselingi ngobrol-ngobrol impian, bahwa kelak, suatu masa, ketika langit menjatuhkan emas dua ton di depan rumah, maka kita akan bangun rumah pohon di sisi pantai. Amin!

Jadi, gimana? Akan menikmati kopi di mana weekend ini dan akan kamu beri soundtrack apa weekend-mu?

Teruslah liburan meskipun kere habis-habisan!

IMG_9330

Virgillyan Ranting Areythuza, menikmati secangkir kopi penuh khidmat.nter a caption

IMG_9144

KOPI SENJA untuk kamu yang sakau KOPI.

IMG_9250

NGOPI bersama LAUT.

IMG_9297

Keringat kopi di siang hari. Siapa yang tidak tahan godaannya.

IMG_9314

Hidup tanpa kopi itu kaya pacaran sama pohon.

IMG_9318

IMG_9320

Di Honje Ecolodge tersedia kulkas, jadi kamu bisa bikin es untuk membuat ICE KOPI MOKAPOT!

“sonofmountmalang”

 

Jalan-jalan santai sekaligus mewah di Ujung Kulon – HONJE ECOLODGE

IMG_8739

BEST VIEW dari balkon rumah pohon HONJE ECOLODGE.

Nenek lo Ujung Kulon! Sampai juga di Ujung Kulon. Bukan untuk bertemu nenek. Karena nenek saya bukan dari Ujung Kulon. Melainkan bertemu semerbak aroma laut tenang bersama ombak-ombak santai, pasir-pasir berbaring menikmati siraman rohani dari laut sembari dipanaskan teriknya matahari yang memaksa keluar dari lingkaran awan.

Kedatangan saya disambut meriah. Ah, jadi malu. Rasanya seperti artis papan penggilesan. Senyum ramah pengurus penginapan, cuitan burung di pohon-pohon rindang dan tentu saja ajakan laut untuk segera menyatukan tubuh bersamanya. Untuk basah bersama. Lets goh!

Inilah, setitik, sempilan, serpihan sebagian dari segugusan pantai di Ujung Kulon. Sebuah teluk mini di Desa Kertajaya, tepat di depan penginapan Honje, saya bisa menikmati sejenak meditasi hati di atas pohon dari keriuhkeruhan suasana Jakarta dan kota-kota penuh serapah. Di sini, tepatnya, saya bisa membersihkan pikiran dan kembali bercengkerama dengan kesederhanamewahan semesta raya. Haishhh!

Terbayang, ‘kan? Betapa selama itulah rindunya saya, juga mungkin tujuh juta umat lainnya, untuk bisa menikmati piknik pikiran ini.

Gimana? Mau bergerak  ke ujung barat pulau jawa dan menikmati heningnya penginapan. Oh, tenang! Tidak usah takut ramai. Penginapannya hanya ada empat vila dan pengunjung pantai juga hanya penginap saja. Jadinya tidak secendol yang siapa pun bayangkan. Terasa memiliki pantai pribadi. Asal, jangan bugil ya, nanti diarak keliling desa.

Lalu, apa yang bisa dilakukan di Ujung Kulon? Khususnya di Honje. Banyak hal. Bisa menyeberang ke Pulau Mangir dan snorkeling, berenang, memancing atau menyeberang ke Pulau Peucang dan snorkeling, berenang, memancing. Bisa juga seperti saya, hanya duduk di balkon Rumah Pohon, turun ke pantai. Berenang, lapar, makan, haus, minum, makan, santai dan diulang sampai lupa harus kembali ke Jakarta. Hahaha!

Oh, tenang, masih ada keseruan lainnya yang mungkin ingin banyak orang lihat, tanpa harus menguras tenaga untuk mencapainya. Karena juga, tujuan ke sini hanya satu, LEYEH-LEYEH! Buat apa cape-cape yah:p

IMG_8729

Pojokan santai untuk ngemil di  rumah pohon.

IMG_8730

Sensasi tidur di atas pohon.

IMG_8732

Coba ditambah ayunan di sini yah.

IMG_8745

Senja yang kental.

IMG_8747

Untuk kalian yang berduaan, ini tempat yang asiklah sih. Cobain sensasi di rumah pohon goyang-goyang. Eaaa!

IMG_8748IMG_8749

IMG_8846

Bobo yuk!

 

IMG_8849

Pagi pagi buka jendela dan menghirup aroma laut pagi.

IMG_8864

Virgillyan Ranting Areythuza menikmati laut Ujung Kulon.

IMG_8946

Semakin ingin ke sini kan?

IMG_9127

Senjanya kurang sempurna, tapi cukup menyempurnakan wikenmu.

IMG_9128

Oh ya, jangan lupa bawa hammock yaaa!

IMG_9224

 

“sonofmountmalang”

 

Jelajah Kota Seribu Curug, Curug Pangeran – Bogor

gunung-bunder100

Ya astagaaaa! Hampir lima tahun saya tidak nulis blog. Maafkan saya ya BLOOGG! Bukan niat saya menganggurkanmuuu, tapi aku sibuuuk bangett nyari uang buat membeli satu pulau di KEPULAUAN KARIBIAN! Hah!

Nah, demi menebus ketidak-blog-an saya selama bertahun-tahun, saya posting dengan tema “KOTA SERIBU CURUG!”

Kota apalagi kalau bukan Kota Hujan. Entah siapa yang sesuka-sukanya menjuluki Kota Hujan dengan Kota Seribu Curug. Namun setuju atau tidak, ya sudahlah terima saja dan coba iseng-iseng ke beberapa hutan di sekitaran Bogor. Dan anyway, Bogor itu luaaassss banget. Kalian keliling Bogor sebogor-bogornya tidak akan habis sebulan. Tidak percaya, coba saja.

Saya hanya iseng jalan santai ke Gunung Bunder dan beneran ya banyak banget curugnya, yang meskipun sebenarya di mana ada perbukitan dan sungai mengalir maka di situlah akan ada curug demi curug.

Ah, daripada banyak omong, cobalah kalian iseng ke Gunung Bunder – Taman Nasioan Gunung Salak Halimun, di mana kalian bisa mandi dari satu curug ke curug lainnya dan tentu bisa kemping!

Silakan! Ayo kita ngeblog lagiii!

 

gunung-bunder142gunung-bunder131gunung-bunder120gunung-bunder112gunung-bunder109gunung-bunder107gunung-bunder106gunung-bunder99gunung-bunder89gunung-bunder84gunung-bunder77gunung-bunder61gunung-bunder56gunung-bunder53gunung-bunder49gunung-bunder46gunung-bunder45gunung-bunder38gunung-bunder35

“sonofmountmalang”

Foto Dongeng; Mancing Ikan di Sungai

20160625_105657

Salah satu hiburan anak kampung. 

Beberapa waktu lalu, saya pernah mendongeng sebelum tidur soal memancing di sungai. Menggunakan joran super sensitif, benang pancing setipis helai rambut dan kail ukuran paling kecil. Ikan yang didapat pun ikan kecil-kecil. Paling besar ikan lele, mujair atau gabus. Sisanya ikan-ikan kecil yang ada di sungai.

Kenapa jorannya harus kecil dan super sensitif? Karena ikan-ikan yang nyangkut ke kail pun kecil, jadi getarannya sangat halus. Kalau jorannya besar, susah sekali perasaan untuk merasa-rasakan ada getaran.

Nah, ini waktu saya ke kaki Gunung Malang dan kebetulan anak-anak di sana masih hobi memancing.

20160625_110757

Siapa bilang di kali segede gini nggak ada ikannya:P

20160625_124429

Nah, ini LASUN nih si pemakan ayam. Larinya cepat dan nggak bisa ditangkap kamera pun.

20160625_111147

Dapat juga tuh ikannya. Ikan mini. Lebih kecil dari kelingking anak-anak itu sendiri.

20160625_111006

Yang kecil cukup nonton ajah yah!

20160625_110825

Banyak spot untuk memancing. Kuncinya satu: SABARRRR!

“sonofmountmalang”

imajinasi; sibuk bertani

IMG_6766

Pertanian di kaki Gede – Pangrango, Cibodas.

Lama tidak blogging. Saya sibuk bertani. Sibuk menanam padi. Sibuk menanam brokoli. Sibuk menanam berbagai jenis sayuran, buah-buahan dan mengurusin puluhan hektar tanah di perbukitan di kaki Gunung Gede – Pangrango. Saya sibuk bangun pagi, pergi ke ladang, mengurus tanaman dari hektar ke hektar. Sibuk duduk di depan saung sambil menikmati senja dan suara keciak sore. Sibuk panen dan sibuk menjualnya ke pasar. Saya sibuk bermain di air sungai, memancing di sungai dan sibuk menikmati bisingnya sungai serta suara-suara di kaki hutan. Sampai-sampai, segala kesibukan itu membuat saya lupa dunia maya dan lupa bagaimana caranya menulis di blog atau pun bersosial media. Karena, bersosial dengan alam jauh lebih menyenangkan, ternyata ya.

Sekian, khayalan kali ini. Ayo, kita ngayal lagi.

IMG_6765

Sungai jernih berair dingin, mengalir dari hutan Gede – Pangrango melintasi pertanian.

IMG_6762

Pengen punya rumah di sisi sungai ini.

“sonofmountmalang”

samsung project (41) ngegelinding ajah!

20160506_072402_Richtone(HDR)

Mau ke mana liburan panjang kali ini?

Banyak sekali jawabannya. Ada yang mau ke Bali. Ada yang mau ke Jogja, Semarang, Surabaya, Garut, Bandung, Bogor, Carita, Anyer, naek gunung dan segala jenis liburan lainnya, yang sudah fix lokasi dan penginapan serta tujuannya.

Kalau saya? Jawabannya, nggak tahu. Lihat mood besok saja, gimana maunya.

Tahunya, mood subuh buta membilang kalau saya harus segera memanaskan kendaraan dan biarkan roda menggelinding ke mana maunya.

Benar saja, roda menggelinding dari  Jakarta – Sukabumi – Cianjur – Padalarang – Bandung – Padalarang – Cianjur – Jakarta PP! Hasilnya, banyak berhenti, karena kebetulan jalan sendirian dan saking asiknya menikmati perjalanan nggak puguh, sampai malas memotret pakai DSLR segala. Alhasil, pakai Galaxy K Zoom. Simpel dan cepat.

Tapi, memang benar ya. Jalan-jalan, tanpa dibebani harus memotret itu, memang, jauh lebih menikmati. Kebayang kan, menikmati udara dingin saja, menikmati pemandangan yang membikin sejuk saja, itu sudah merasakan liburan paling menyenangkan. Tanpa harus juga dibebani posting atau check in di sosmed di setiap pengkolan berhenti. Cukup memarkir kendaraan. Keluar dan menikmati sampai kenyang. Melanjutkan perjalanan lagi sampai tidak tahu tujuannya apa. Aneh sih, tetapi itu nikmat sekali.

Coba, siapa yang pernah mencobanya?

20160506_064541

20160506_060154

20160506_07381220160506_07361720160506_072535_Richtone(HDR)20160506_072330_Richtone(HDR)20160506_072157_Richtone(HDR)20160506_07185320160506_06323120160506_06133920160506_055200

“sonofmountmalang”

Surat Cinta untuk Virgillyan Ranting Areythuza (6)

20160326_125505-2

26.03.2016

Dear,

 Ranting….

 Selamat ULANG TAHUN!

*sorry ya baru nulis surat, sibuk pitching:))!*

Jika saja waktu bisa diputar ulang, aku ingin sekali lagi, merasakanmu belajar guling-guling, belajar merangkak dan belajar tertatih-tatih di antara meja-meja serta kursi. Tetapi ya Ting, waktu kan terus bergerak mengikuti poros semesta apa pun yang terjadi di galaksi ini, jadi aku tetap harus melihatmu terus bergerak dari usia dua detik, dua menit, dua jam, dua minggu, dua bulan dan seketika sudah dua tahun.

Dua tahun, Ting! Dua tahun! Kalau pacaran itu sudah berada di titik jenuh, atau jelang serius bicara nikah atau bubaran. Sementara, bersamamu ya, Ting, dua tahun hanyalah TITIK NOL, titik di mana semuanya hanyalah permulaan. Permulaan untuk segala hal. Saking permulaannya, kadang, aku butuh waktu untuk menerjemahkan keinginan dari bahasa absurdmu. Bahasa paling susah yang bisa aku duga-duga terjemahkan menjadi sebuah makna. Kadang salah memaknai, kadang pas, kadang jauh banget dari makna yang ingin kamu sampaikan dan kadang butuh mikir, well sorry ya mas bro. Akan ada saatnya ketika kita bisa saling bicara juga, bisa saling diam. Banyak hal alasannya, aku pernah menjadi anak dari seorang bapak dan tidak selamanya hubungan seperti sepasang ABG jatuh cinta di minggu pertama. Tapi kita nggak akan seperti itu kan ya, Ting. Ya ya ya! Janji ya! Aku janji deh ya.

Ngomong-ngomong, dua tahun sudah bisa apa ya, Ting? Banyak banget ya. Sudah tidak bisa dihitung. Tenang, masih banyak keseruan yang akan kita lakukan, karena kita harus terus bergerak menyelaraskan seiring jalannya waktu dan gerak galaksi.

Dua tahun, untuku dan untukmu, hanyalah sebagian permulaan dari sekian permulaan.

Selamat ulang tahun, ke dua, Virgillyan Ranting Areythuza! I LOVE YOU TO THE MOON AND BACK!

20160403_111653-2

Jadilah PENJELAJAH!

“Raka, Sahabatmu!”

samsung project (40) siapa yang suka senja?

20160217_182705

Panorama ala ala K Zoom.

Coba.

Siapa yang tidak suka senja. Bahkan Seno Aji Gumira saja menulis cerpen maha gaib, “Sepotong Senja untuk Pacarku” Bahkan penyair jaman jebot hingga penyair karbitan jaman kekinian, pun doyan memuja senja. Mengukir kalimat seanjing mungkin, hingga mampu mengalahkan keanjingan senja itu sendiri.

Memangnya, apa yang menarik dari sebatang senja? Kalau saya, padahal saya sudah berkali-kali memotret senja, menuliskan sesuatu tentang senja, dan, kemudian, kali ini, saya memotretnya lagi dan menuliskannya sesuatu lagi. Benar-benar tidak penting tulisan ini yah.

Tapi, kan, selalu ada sudut pandang baru, yang bisa ditulis, tentang keseharian senja. Jika beberapa rentang waktu yang lalu, saya menuliskan senja dari kacamata bola mata seorang wanita, yang memantulkan senja memerah padam. Dan, jika beberapa jedaan waktu di masa silam, saya menuliskan senja yang mencahayai pipi syahdu seorang gadis terduduk di atas batu dekat pohon kelapa ketika daun di atasnya melambai-lambai dan ombak membela-belai.

Kali ini, saya menulis senja dari sudut pandang berbeda. Ngomong-ngomong, masih penting banget ya si senja ini ditulis. Memangnya, apa untungnya menulis soal senja ini. Dibayar juga tidak oleh senja. Ah, tapi, ya sudahlah yah. Hitung-hitung mempromosikan senja.

Kembali ke pertanyaann di atas. Siapa yang suka senja? Kenapa?

Kalau saya, kenapa suka senja? Karena eh karena, senja itu GRATIS!

Sekian.

Lhaaa?!

20160217_181337

Siap-siap dapet senja bagus.

20160217_182450_Richtone(HDR)

Siapkan kameranya.

20160217_182532

Ada bulan segala.

20160217_183021

Sempurna!

“sonofmountmalang”

Note:

Anjing merupakan ungkapan baru untuk sesuatu yang beyond keren! :))